Bartholomew Kuma karakter One Piece (dok. Eiichiro Oda, Toei Animation/One Piece)
Bartholomew Kuma dulunya adalah sosok yang baik hati, menggunakan kekuatannya untuk melindungi mereka yang ia sayangi. Masa kecilnya yang tragis sebagai budak diburu karena berasal dari Suku Bajak Laut yang tertindas. Kuma menanamkan dalam dirinya keinginan untuk melindungi mereka yang lemah dan tak berdaya. Ia pernah berperan sebagai pendeta, revolusioner, bahkan seorang raja, namun selalu menunjukkan kebaikan hatinya. Ia juga menjadi sosok ayah bagi Jewelry Bonney, putri dari kekasihnya, Ginny, yang mengandung Bonney saat ditawan sebagai budak Bangsawan Dunia. Kuma bertekad untuk melindungi Bonney meskipun harus mengorbankan dirinya sendiri.
Demi melindungi Bonney, ia bersedia diubah menjadi Pacifista dengan misi terprogram untuk menjaga Thousand Sunny sebelum akhirnya kehilangan kesadaran dan menjadi mesin tanpa kendali. Sebagai Pacifista Kuma dengan mudah mengalahkan kru Topi Jerami, menunjukkan kekuatan fisiknya yang luar biasa. Kekuatan ini semakin bertambah dengan kemampuan Nikyu Nikyu no Mi miliknya yang memungkinkannya untuk mengeluarkan semburan udara dan mentransfer rasa sakit fisik.
Setelah sistem Shichibukai dihapuskan, Kuma kembali diperbudak oleh para Bangsawan Dunia yang memanfaatkan ketahanannya terhadap rasa sakit. Ia kemudian diselamatkan oleh Sabo dan empat komandan Tentara Revolusioner, namun dalam kondisi vegetatif. Namun ia berhasil "menyala" kembali dan mendapatkan sebagian kesadarannya yang menurut Vegapunk disebabkan oleh darah Suku Bajak Laut dalam dirinya. Kuma terakhir kali terlihat bersatu kembali dengan Bonney setelah ia dan Luffy bertarung melawan Saturn.
Asal-usul Suku Bajak Laut masih belum jelas. Mereka dikatakan sebagai keturunan raksasa, meskipun beberapa anggota suku ini tidak setinggi manusia raksasa lainnya seperti Big Mom yang diketahui memiliki darah manusia murni. Ayah Kuma, Clapp, juga memiliki asal-usul yang misterius. Hal ini menyulitkan untuk menentukan seberapa besar proporsi darah raksasa yang mereka miliki. Meskipun demikian, baik Kuma maupun Clapp diidentifikasi sebagai anggota Suku Bajak Laut. Suku ini dikatakan telah melakukan dosa besar di masa lalu, namun dosa tersebut masih belum terungkap.
Dengan kemampuan bertarung yang mematikan dan peran penting dalam alur cerita, mereka menambah warna dan kompleksitas dalam dunia One Piece. Keberadaan mereka juga menimbulkan pertanyaan menarik tentang potensi dan batasan dari para hibrida manusia ini. Akankah mereka memainkan peran yang lebih besar di masa depan? Hanya Oda yang tahu jawabannya.