Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi wanita sedang membaca buku di cafe
ilustrasi wanita sedang membaca buku di cafe (pexels.com/cottonbro studio)

Membaca buku lawas mungkin terdengar kurang kekinian di saat ini. Tapi jangan salah, buku-buku dari masa lalu adalah harta karun yang tak ternilai. Selain bisa belajar sejarah, kamu akan menemukan banyak informasi yang mungkin terlewatkan. Ini dia lima alasan buku lawas tetap wajib dibaca.

1. Memahami perspektif sejarah

ilustrasi pasangan membaca buku (pexels.com/cottonbro studio)

Membaca buku lawas memungkinkan kita untuk melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda. Buku-buku tersebut ditulis dalam konteks zaman dulu, sehingga mencerminkan pemikiran, budaya, dan kondisi sosial saat itu. Dengan memahami perspektif sejarah ini, kita dapat lebih menghargai perkembangan peradaban manusia.

Misalnya, membaca karya-karya sastra dari masa Renaissance atau Revolusi Industri dapat memberi wawasan tentang bagaimana perubahan besar dalam sejarah mempengaruhi kehidupan sehari-hari dan pemikiran masyarakat waktu itu.

 

2. Menemukan ide dan gagasan

ilustrasi membaca buku (unsplash.com/Priscilla Du Preez)

Banyak ide dan gagasan dalam buku lawas yang masih relevan hingga hari ini. Misalnya filsafat, sains, sastra, dan berbagai bidang lainnya dijelajahi oleh para pemikir dan penulis masa lalu. Buku berjudul "Meditations" karya Marcus Aurelius, "The Prince" oleh Niccolò Machiavelli, atau "Pride and Prejudice" yang ditulis Jane Austen, menawarkan pandangan yang mendalam tentang kehidupan, politik, dan hubungan manusia.

Meskipun konteksnya berbeda, esensi dari pemikiran mereka masih bisa diaplikasikan dalam kehidupan modern.

3. Melatih kemampuan analisis

ilustrasi seorang wanita membaca buku di taman (pexels.com/nam mau)

Membaca buku lawas dapat melatih kemampuan analisis dan kritik kita. Teks-teks dari masa lalu ditulis dengan gaya bahasa yang berbeda dan kompleks dibandingkan dengan buku-buku modern. Ini menantang kita untuk memahami makna yang lebih dalam dan mengkritisi argumen yang disampaikan.

4. Meningkatkan keterhubungan budaya

ilustrasi baca buku (pexels.com/George Milton)

Membaca buku lawas adalah cara yang bagus untuk terhubung dengan budaya dan sastra dunia. Setiap karya sastra mencerminkan nilai dan tradisi masyarakat tempat sang penulis berasal. Dengan membaca karya dari berbagai periode dan tempat, kita bisa mendapatkan gambaran yang lebih luas tentang kekayaan budaya manusia.

5. Menemukan inspirasi baru

Wanita membaca buku (freepik.com/author/jcomp)

Buku-buku lawas sering menjadi sumber inspirasi yang tak terbatas. Kisah-kisah epik, karakter-karakter yang kuat, dan plot yang mendalam dapat membangkitkan imajinasi dan kreativitas kita. Banyak penulis, seniman, dan pemikir modern yang mengaku mendapatkan inspirasi dari karya-karya klasik.

Misalnya, novel karya Shakespeare menginspirasi berbagai adaptasi dan karya baru di berbagai bidang seni. Membaca buku lawas juga bisa memberi kita ide-ide segar dan perspektif baru yang mungkin tidak pernah kita pikirkan sebelumnya.

Melalui literatur klasik, kita dapat mendalami perspektif sejarah dan menemukan pemikiran yang tetap relevan hingga kini. Selain melatih kemampuan analisis dan berpikir kritis, membaca buku lama juga menambah wawasan warisan budaya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team