Wiji Santosa, Kepala Bagian Produksi PT. Samitex mengakui pabriknya membuang limbah ke aliran sungai karena tidak mempunyai tempat untuk menyimpan limbah dalam kapasitas besar.
"Kami sadar, bau limbah sangat tidak nyaman. Saat ini kami baru memasang instalasi pengolah limbah yang lebih modern, dan mampu mengolah limbah menjadi air yang dapat digunakan untuk kebutuhan produksi di pabrik. Namun masalahnya instalasi itu baru jadi akhir tahun ini," ungkapnya.
Wiji juga mengaku, manajemen perusahaan sudah memikirkan rencana pemberian CSR bagi warga yang terdampak limbah dari PT. Samitex.
Namun PT Samitex masih berharap limbah pabriknya tetap dapat dibuang di sungai warga.
" Ya kita minta kerelaan warga, kita masih bisa buang limbah karena instalasi kita baru terpasang akhir tahun ini,"