Band 24 Degrees. (Dok. Istimewa)
Proses pembuatan karya 24 Degrees sejak awal tidak luput dari sumbangsih salah satu produser musik berbahaya, yakni Sasi Kirono (Smarai) dibantu Abraham Mico (Pleasure Seekers) yang bernaung di Satrio Piningit Studio.
Sejak awal terbentuk pun 24 Degrees sudah mempunyai misi tak hanya membuat satu karya saja. Mereka sepakat bahwa statement sebuah musisi seharusnya dibuktikan dengan karya utuh berupa album.
"Munculnya 24 Degrees ini tak bisa dipungkiri karena dasar persahabatan musikal kami semuanya. Setelah kami hiatus nge-band selama belasan tahun, rasanya sayang dan nanggung ketika kami cuma menuangkan energi tidak secara maksimal," kata Bekti.
Aline menyebut meski semua personel punya kesibukan pekerjaan masing-masing, itu tak menyurutkan semangat. “Justru sejak awal terbentuknya band ini, kami sudah merancang ini harus menjadi band yang produktif secara karya," timpal Alin.
EP 'Perjalanan' ini juga diklaim 24 Degrees sebagai gebrakan baru grup band bergenre modern rock di Indonesia, terutama dari kota asal mereka sendiri di Yogyakarta. Bahkan pada akhir tahun, mereka sudah berencana akan mengeluarkan materi lainnya dengan format full album.
"Karena bagaimana pun, album adalah monumennya musisi. Kami percaya itu. Entah mini atau full, kredibilitas musisi bisa dipertanggungjawabkan dari situ. Album adalah statement keseriusan berkarya," tegas Bekti.
EP 'Perjalanan' sudah mengudara di gerai-gerai musik digital seperti Apple Music, Spotify, YouTube Music, dll, sejak Jumat 16 Januari 2026. Proses akhir mixing-mastering kelima lagu dikerjakan oleh Sasi Kirono dan artwork album digarap oleh Hamid Ariwinata.
"Untuk video lirik dan video klip sudah kami siapkan sejak awal dan nantinya akan segera bisa dinikmati melalui kanal YouTube 24degrees Band," pungkas Bekti.