Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Objek wisata Pantai Parangtritis Bantul Yogyakarta.
Objek wisata Pantai Parangtritis Bantul Yogyakarta. (IDN Times/Daruwaskita)

Intinya sih...

  • Target PAD pariwisata Bantul tahun 2026 diturunkan menjadi Rp29 miliar, lebih realistis dari capaian sebelumnya.

  • Maksimal PAD Pariwisata Bantul: Capaian tertinggi PAD pariwisata Bantul pernah mencapai Rp30 miliar, sehingga penurunan target dianggap sebagai langkah realistis.

  • Penyebab target PAD 2025 tak tercapai: Larangan study tour bagi pelajar dari daerah penyumbang wisatawan ke Bumi Projotamansari menjadi salah satu faktor turunnya kunjungan wisatawan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bantul, IDN Times - Selama dua tahun, pendapatan asli daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Bantul tidak mencapai target. Pada 2024 target Rp49 miliar hanya tercapai Rp26,28 miliar. Tahun 2025 dengan target yang sama, tercapai sekitar Rp25 miliar. Dengan kondisi tersebut, Pemkab Bantul melakukan rasionalisasi target PAD sektor pariwisata tahun 2026 sekitar Rp29 miliar atau turun Rp20 miliar dibanding tahun lalu.

‎1. Rasionalisasi PAD 2026

Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Saryadi. (IDN Times/Daruwaskita)

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul Saryadi mengatakan, target PAD Rp29 miliar pada tahun 2026 dinilai lebih realitas. ‎"Pada 11 bulan di tahun 2025 PAD dari sektor pariwisata hanya mencapai sekitar Rp24 miliar ditambah PAD pada bulan Desember diperkirakan hanya sekitar Rp2 miliar sehingga perkiraan total PAD tahun 2025 ini hanya mencapai sekitar Rp25 miliar," katanya, Kamis (1/12/2025).

‎"Jauh dari target bahkan lebih turun dibanding PAD tahun 2024 lalu yang mencapai sekitar Rp26,28 miliar," imbuhnya.

2. Maksimal PAD Pariwisata Bantul Rp30 miliar

TPR Pantai Parangtritis Bantul. (IDN Times/Daruwaskita)

Menurut Saryadi, capaian tertinggi PAD pariwisata yang pernah diraih Bantul mencapai Rp30 miliar. Oleh karena itu, penurunan target dinilai sebagai langkah realistis yang perlu diambil.

“Belum pernah ada sejarahnya dan paling tinggi capaian di Bantul Rp30 miliar, dan DPRD sudah menyepakati sekitar Rp29 miliar,” katanya.

Meski demikian, angka tersebut masih bersifat sementara. Penetapan target PAD pariwisata 2026 masih menunggu pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bantul tahun 2026.

‎3. Penyebab target PAD 2025 tak tercapai

ilustrasi anggaran (IDN Times/Aditya Pratama)

‎Adyatama Kepariwisataan dan Efraf Ahli Muda, Dispar Bantul, Markus Purnomo Adi mengatakan banyak faktor yang menyebabkan target PAD turun, salah satunya larangan study tour bagi pelajar yang diterapkan oleh Provinsi Jabar, Banten hingga Jakarta, yang merupakan daerah penyumbang paling banyak wisatawan ke Bumi Projotamansari.

"Masih banyak faktor lain yang menyebabkan kunjungan wisatawan menjadi turun yang berdampak pada berkurangnya PAD. Namun itu tidak saja dialami Bantul, tapi hampir semua daerah juga mengalaminya," tuturnya.

Editorial Team