ilustrasi membeli perhiasan emas (freepik.com/freepik)
Plt. Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati, menyebut sejumlah komoditas menjadi pendorong utama inflasi bulanan, di antaranya cabai rawit, emas perhiasan, daging ayam ras, bensin, cabai merah, bawang merah, telur ayam ras, tomat, cabai hijau, dan wortel. Di sisi lain, beberapa komoditas tercatat menahan inflasi atau mengalami deflasi, seperti kelapa, buncis, dan ketimun.
“Secara umum, selama Januari–Desember 2025, komoditas dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau relatif lebih sering menjadi penyumbang utama inflasi. Selain itu, emas perhiasan tercatat sebagai komoditas utama penyumbang inflasi bulanan pada 10 bulan sepanjang tahun 2025,” ujar Herum dalam Rilis Berita Resmi Statistik (BRS), Senin (5/1/2026), dilansir laman resmi Pemda DIY.
Herum menambahkan, inflasi tahunan atau year-on-year pada Desember 2025 tercatat sebesar 3,11 persen dibandingkan Desember 2024, masih berada dalam kisaran target inflasi nasional. Inflasi y-on-y tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 14,49 persen, disusul kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 5,00 persen. Komoditas seperti emas perhiasan, beras, cabai rawit, cabai merah, dan kelapa menjadi penyumbang utama inflasi tahunan.
“Perkembangan harga di tingkat kabupaten/kota pun menunjukkan dinamika berbeda. Kabupaten Gunungkidul mencatat inflasi y-on-y sebesar 2,93 persen dan inflasi m-to-m sebesar 0,74 persen. Sementara Kota Yogyakarta mencatat inflasi y-on-y 3,33 persen dan inflasi m-to-m 0,53 persen,” jelasnya.