ilustrasi saham (unsplash.com/Anne Nygård)
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan BEI DIY, Irfan Noor Riza, menjelaskan beberapa hari lalu pasar modal memang mengalami tekanan cukup berat. Penyebabnya adalah kekhawatiran dari lembaga pemeringkat global bernama MSCI terkait transparansi kepemilikan saham di Indonesia. Hal ini memicu aksi jual dari investor asing. Itu sebabnya IHSG sempat turun tajam, bahkan sampai perlu trading halt untuk menjaga ketertiban pasar.
“Namun, yang penting untuk dipahami, situasi ini sebenarnya adalah momentum perbaikan, bukan sinyal krisis jangka panjang. Direktur Utama kami (Dirut BEI) yang kemudian juga beberapa petinggi OJK mengundurkan diri itu adalah murni sebagai bentuk tanggung jawab moral dan komitmen untuk pemulihan pasar modal,” ujar Irfan.
Menurut Irfan, ini bukan kelemahan, tapi adalah integritas dan profesionalisme. Langkah ini menunjukkan kepada investor global bahwa pihak BEI serius dalam memperbaiki tata kelola. Di pasar modal, kepercayaan adalah segalanya. Pengunduran diri ini justru memulihkan kepercayaan tersebut.
“Buktinya, tepat pada hari keputusan tersebut diumumkan, IHSG langsung naik 1,18% menjadi 8.329,61 poin. Ini menunjukkan bahwa pasar merespons positif. Kami memantau investor lokal di DIY juga tidak terdampak. Kami optimis investor DIY masih akan tetap bertumbuh,” kata Irfan.