Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi bicara dengan pasangan
ilustrasi bicara dengan pasangan (freepik.com/freepik)

Menjalin hubungan sampai ke tahap pernikahan tentu jadi impian banyak pasangan. Apalagi kalau kamu dan pacarmu sudah merasa cocok serta punya ikatan emosional yang kuat. Namun sebelum benar-benar melangkah ke jenjang yang lebih serius, ada beberapa hal penting yang sebaiknya dibicarakan bersama. Salah satunya adalah soal komitmen, karena inilah fondasi utama dalam kehidupan rumah tangga nanti.

1. Komitmen dalam hal membagi waktu

ilustrasi pasangan bicara (pexels.com/August de Richelieu)

Menikah dengan pacaran tentunya sangatlah berbeda. Saat berpacaran, kamu mungkin tidak perlu mengetahui kesibukan pasangan secara mendetail. Namun setelah menikah, kamu perlu mengetahuinya karena kalian akan hidup bersama. Hal ini penting dibahas agar kalian tetap punya waktu satu sama lain dan hubungan pernikahan tetap terjaga.

Jangan sampai terjadi percekcokan karena salah satu di antara kalian merasa terabaikan karena kesibukan pasangan. Kamu juga perlu mengantisipasi agar hal tersebut tidak terjadi di dalam pernikahanmu kelak. Jadi, baik kamu dan pasangan perlu terbuka mengenai jam kerja, kegiatan rutin yang biasa dilakukan hingga jadwal dinas jika kamu sering ditunjuk atasan untuk melakukan perjalanan ke luar kota secara rutin. 

Dengan begitu, kamu dan pasangan bisa saling memahami dan mengatur waktu bersama-sama. Apalagi jika misalnya pasanganmu setelah menikah tetap mau bekerja atau membangun usaha. Setiap orang punya pilihan hidup masing-masing, termasuk soal karier setelah menikah. Apalagi jika pasanganmu sudah terbiasa menjadi perempuan karier saat kalian masih berpacaran dulu. 

2. Komitmen untuk saling terbuka satu sama lain dalam berkomunikasi

ilustrasi pasangan bicara (pexels.com/August de Richelieu)

Setelah menikah, kehidupanmu dan pasangan akan menjadi satu, di mana kehidupanmu sudah menjadi bagian dari kehidupan pasanganmu dan sebaliknya. Oleh karena itu, kamu dan pasangan perlu memiliki komitmen untuk saling terbuka satu sama lain dalam berkomunikasi, baik itu dalam keadaan suka maupun duka. Dengan begitu kamu dan pasangan bisa saling memberikan semangat dan dukungan agar dapat terus maju dan tidak merasa sendiri saat mengalami suatu masalah.
 
Ketidakterbukaan di dalam hubungan pernikahan hanya akan membuatmu dan pasangan memiliki banyak masalah. Kamu dan pasangan juga akan merasa lelah menjalani hubungan yang tidak berlandaskan kejujuran, karena hubungan tersebut hanya akan menimbulkan rasa tidak percaya dan curiga yang besar. Jadi, kamu perlu menjadikan komunikasi yang jujur dan terbuka sebagai kebiasaan dan rutinitas keseharian kalian jika ingin membina hubungan rumah tangga yang harmonis dan langgeng hingga ke depannya. 

3. Komitmen untuk bisa saling berkompromi tanpa mengedepankan ego

ilustrasi pasangan bicara (pexels.com/Jep Gambardella)

Agar hubungan pernikahan dapat berjalan langgeng, kamu dan pasangan perlu berkomitmen untuk saling berkompromi. Baik kompromi dalam menyelesaikan masalah maupun kompromi dalam pengambilan keputusan. Jangan sampai salah satu di antara kalian mengalami keterpaksaan atau harus selalu mengalah demi pasangan. 

Cobalah untuk saling menghargai pendapat dan pandangan masing-masing untuk tidak saling melukai. Nah, dengan berkompromi maka kamu dan pasangan sama-sama saling mencari jalan terbaik agar sama-sama puas. Selain itu, kamu dan pasangan juga tidak boleh egois dan mengedepankan ego saat sedang berkompromi. 

4. Komitmen untuk menjalankan peran dan tugas masing-masing dengan sebaik mungkin

ilustrasi pasangan bicara (pexels.com/Yan Krukov)

Ketika sudah menikah, kamu dan pasangan perlu memiliki komitmen untuk menjalankan peran dan tugas masing-masing dengan sebaik mungkin. Termasuk saling menghargai dan menghormati dengan tidak memberikan kritikan yang meremehkan tanggung jawab dan kewajiban masing-masing. Kalian juga perlu saling melakukan evaluasi diri agar hubungan pernikahan yang ada akan berjalan dengan baik tanpa adanya perasaan paling benar dan tak mau mengalah. 

Kalian perlu sama-sama memahami bahwa tidak mudah menjalankan peran dan tugas dalam rumah tangga. Perlu adaptasi untuk bisa menjalankannya sebaik mungkin. Untuk itu, kamu dan pasangan juga harus bisa saling memberikan dukungan.

5. Komitmen untuk saling menjaga hubungan baik dengan keluarga masing-masing

ilustrasi pasangan bicara (pexels.com/cottonbro)

Saat sudah menikah, kamu bukan hanya terikat pada pasanganmu saja, tetapi juga pada keluarganya, begitu juga sebaliknya. Jika kamu kurang menyukai keluarga pasangan karena dulu pernah menolakmu hingga pernah berkata kasar padamu, hal itu tidak boleh ditunjukkan terang-terangan. Ingatlah bahwa itu hanya masa lalu, di mana saat ini keluarganya telah merestui hubungan kalian. 

Jangan pernah berpikir untuk memisahkan dan menjauhkan pasanganmu dari keluarganya. Sikap seperti itu justru bisa memicu masalah baru dalam hubungan. Oleh karena itu, jangan sampai kamu dan pasangan memiliki rasa tidak suka yang terpendam pada keluarga masing-masing. Kamu perlu membahas komitmen untuk saling menghargai keluarga masing-masing dan bersedia menjaga hubungan baik terlepas atas apa yang pernah terjadi di masa lalu. 

Komitmen adalah salah satu kunci utama dalam pernikahan. Hubungan yang sehat bukan hanya soal cinta, tetapi juga kesiapan untuk saling memahami, mendukung, dan berjalan bersama dalam berbagai situasi. Dengan membicarakan hal-hal penting sejak awal, kamu dan pasangan bisa membangun rumah tangga yang lebih kuat dan harmonis. Jadi, sebelum menjawab ajakan menikah, pastikan lima komitmen ini sudah kalian sepakati, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team