TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

6 Tips Berhenti Oversharing, Yuk, Kenali Batasan Bercerita

Oversharing bisa membuat orang lain gak nyaman

ilustrasi sahabat (unsplash.com/@dsan_nowsay)

Oversharing atau bercerita secara berlebihan adalah keadaan di mana kamu terus berbagi kisah soal diri sendiri kepada orang lain. Menurut laman The New York Times, oversharing bisa bisa timbul lantaran munculnya perasaan canggung atau stres sehingga kamu berbicara tentang hal-hal yang terkadang tak perlu dilakukan. 

Berbagi terlalu banyak informasi akan membuat orang yang mendengarkan menjadi kurang nyaman karena mendapatkan topik yang mungkin disukai. Untuk itu, yuk kita simak 6 cara berhenti oversharing, jadi tahu batasan demi kebaikan sendiri!

1. Cari tahu penyebab dan waktu ketika kamu menjadi oversharing

ilustrasi teman (unsplash.com/@kxvn_lx)

Selain merasa canggung dan stres, oversharing bisa terjadi saat kamu hal itu menjadi cara untuk berkomunikasi dengan sekitarmu. Bagimu banyak yang dibahas tandanya obrolan yang sedang dibangun itu menyenangkan. Namun kenali dulu dengan siapa saja aku merasa tidak nyaman? Kapan waktu itu terjadi atau apakah ada hal yang terjadi sebelumnya?"

Dengan mengetahui alasannya, kamu akan lebih mudah menghindari percakapan yang berlebihan. Di saat kamu harus menghadapi situasi yang sama seperti penyebab oversharing, coba untuk menjadi pendengar yang baik dulu sebelum ikut berkomentar.

Baca Juga: 5 Tips Hadapi Kelakuan Pacar yang Mendadak Menjauh       

2. Biarkan orang lain berbicara lebih banyak

ilustrasi teman kerja (unsplash.com/@wildlittlethingsphoto)

Saat kamu di sebuah acara, coba buat batasan atau 'jadwal' kapan harus bicara dan harus berhenti. Misalnya saat acara makan malam, sebelum menikmati makanan pembuka ajukan beberapa pertanyaan kepada orang di sekitar. Kemudian biarkan orang-orang berbicara atau bercerita di saat kamu menikmati hidangan. Hal ini akan menghindarkanmu mendominasi pembicaraan dan belajar berkomunikasi dua arah. 

3. Renungkan sebelum berbicara

ilustrasi sahabat (unsplash.com/@heftiba)

Saat canggung karena ada banyak orang, pasti akan menimbulkan keinginan untuk mencari topik pembicaraan, hingga mengeluarkan obrolan yang sebenarnya gak perlu dibagikan. Nah, coba saat kamu merasa terdesak, tarik napas dalam dan pikirkan apakah topik pembicaraan yang akan kamu lempar akan mudah diterima orang lain atau justru sebaliknya. Tanyakan pada diri sendiri apakah topik tersebut benar-benar ingin ditanyakan atau sebaiknya disimpan buat diri sendiri. 

4. Jaga mood tetap baik sejak bangun tidur

ilustrasi merasa bingung saat bangun tidur (pexels.com/AndreaPiacquadio)

Jika kamu akan bertemu seseorang atau menghadiri sebuah acara, pastikan sejak awal memiliki mood yang baik. Berikan senyuman dan tanamkan dalam diri sendiri bahwa hari ini akan menjadi baik. 

Memiliki mood yang baik sejak awal akan membuat kamu berpikir positif. Ini akan membantu kamu memulai obrolan dan menjaga diskusi tetap ceria tanpa harus membuat topik pembicaraan yang dibuat-buat. Siapa tahu, perasaan yang lebih terjaga akan mengalirkan lelucon yang sebelumnya jarang kamu lakukan!

Baca Juga: Unik dan Seru, Ini Tradisi Peringatan Hari Ayah di 5 Negara

5. Mengalihkan pembicaraan pada topik atau orang lain

ilustrasi teman kerja (unsplash.com/@austindistel)

Jika kamu menyadari telah kembali kelewat batas dalam bercerita, coba ambil napas, tenang, dan arahkan percakapan pada topik lainnya. Misalnya kamu sudah banyak menceritakan soal kehidupanmu, kamu bisa katakan, "yah, begitulah, banyak hal kurang menyenangkan, tapi aku menikmatinya."

Perlahan ajak orang di sekitarmu untuk bicara hal yang lebih ringan. Seperti, "oh iya, kopi buatan A enak nih. Di mana kamu belajar membuatnya?" atau "di dekat kantor ada kafe baru, ada yang sudah pernah coba?" Dari situlah obrolan lain akan muncul dengan lebih alami. 

Baca Juga: 5 Penyebab Pasangan Gak Menghiraukan Pendapatmu

Verified Writer

Dyar Ayu

Jalan-jalan mencari penyu Alabiyu~

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Berita Terkini Lainnya