Jumpa pers Film Suka Duka Tawa di XXI Empire Yogyakarta, Sabtu (6/12/2025). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Penulis skenario Indriani Agustiana (Indriana) mengungkapkan awal menggarap cerita film ini muncul pada tahun 2021. Saat itu Aco mengajaknya. “Awal Januari kemudian oke menarik, akhirnya development. Kita kenal dari kuliah. Dia itu cengeng sebenernya,” ucap Indri.
Indri mengaku proses development untuk Suka Duka Tawa ini cukup lama. Namun, melihat hasilnya dan bisa menjadi penutup dalam gelaran JAFF, ia sangat senang. “Akhirnya sampai di sini. Masih gak percaya,” ucapnya.
Produser Suka Duka Tawa, Ajish Dibyo menilai Aco memiliki kekuatan personalitas yang bisa relate dengan orang lain. “Orang lain punya konteks, bukan hanya Aconya, tapi juga sebenarnya ada hal-hal besar, isu-isu besar yang dia sampaikan,” ujar Ajish.
Sementara itu pemeran Tawa, Rachel Amanda mengaku sebenarnya tidak terlalu banyak mengikuti stand up comedy. Meski demikian, ia memiliki sejumlah referensi beberapa komika perempuan.
Amanda juga menyebut setelah banyak mendengar cerita di balik materi lucu dari komika, ternyata ada kisah sedihnya. “Jadi semakin tahu, dari materi lucu kalau tahu kisah aslinya sedih banget,” ucap Amanda.