Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Anthropophagus Depravity, band metal asal Jogja
Anthropophagus Depravity, band metal asal Jogja (instagram.com/anthropopha.depravitygus)

Intinya sih...

  • Anthropophagus Depravity adalah band brutal death metal ala era tahun 90-an asal Jogja yang digawangi empat personel.

  • Mereka bergabung dengan label Comatose Music dari Amerika Serikat dan merilis album bertajuk Apocalypto dengan tema ritual agama Maya kuno.

  • Band ini menggelar tur ke tiga negara Asia, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Filipina sepanjang tahun 2024.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Dunia musik metal Indonesia digegerkan dengan pernyataan Austin Archey, drummer band Lorna Shore yang mengaku sedang menyukai band Indonesia, yaitu Anthropophagus Depravity. Band asal Yogyakarta ini bukan nama baru karena sudah ada sejak 2016.

Tak hanya memuji, Austin bahkan membeli merchandise Anthropophagus Depravity. Nah penasaran dengan profil band ini, berikut sejumlah fakta menariknya.

1. Personel Anthropophagus Depravity

Personil band Anthropophagus Depravity (instagram.com/anthropophagus.depravity)

Anthropophagus Depravity adalah band brutal death metal ala era tahun 90-an asal Jogja yang digawangi empat personel. Dibentuk pertama kali oleh Pandu Herlambang (vokal) dan Eko Aryo Widodo (gitar), band ini kemudian melengkapi kekuatannya dengan menggaet Rama Maulana (drum) serta Yohanes Widiasmoro (bas).

Genre musik yang diusung menonjolkan sisi musikalitas liar, mengandalkan kompleksitas ritme, dan kecepatan tinggi di atas estetika melodi. Karakter suaranya didominasi perpaduan power chord yang tajam, pola drum double bass yang intens, dan vokal growl yang dalam.

2. Bergabung dengan label asal Amerika Serikat, Comatose Music

Anthropophagus Depravity, band metal asal Jogja (instagram.com/anthropopha.depravitygus)

Terbentuk pada 2016, mereka kini tak cuma terkenal di kalangan lokal saja. Ketenarannya berhasil tembus di kancah global setelah merilis satu album split pada 2020 berjudul Split Sick Brutality - Mantra Darah. Karier secara global mereka ditandai dengan bergabung di label Comatose Music yang merupakan label metal populer dari Amerika Serikat.

Kerja sama ini dimulai 2 Juli tahun 2021, saat Anthropophagus Depravity merilis album bertajuk Apocalypto. Dalam album tersebut, Anthropophagus Depravity membawakan musik cadas seperti Escape From The Deadlands dan Ruthless Nation Perished yang mengambil tema ritual agama Maya kuno.

3. Menggelar tur tiga negara di Asia

Di tahun 2024, lahir album baru dengan label masih sama, Comatose Music. Album kedua ini diberi nama Demonic Paradise. Tak hanya menarik lagunya, tapi juga penggambaran visualnya. Sampul album ini merupakan karya Timbul Cahyono, yang juga berkarya untuk Nocturnus AD, Terrorizer, Massacre, Terrorizer, dan masih banyak lagi. Selain Indonesia, slbum tersebut membawa Anthropophagus Depravity tur ke dua negara Asia yakni Malaysia, dan Filipina sepanjang tahun 2024.

Dengan kualitas musikalitas, tak heran band Anthropophagus Depravity disebut hidden gems dari Indonesia oleh Austin Archey.

Editorial Team