Instagram.com/masjidistiqlal.official
Salat Iduladha disunahkan untuk dilaksanakan awal waktu agar penyembelihan hewan kurban bisa segera dilakukan, sedangkan salat Idulfitri disunahkan di akhir waktu meski dengan syarat tidak terlalu lama dari awal waktu sembari menunggu penyebaran zakat fitrah. Hal ini ini dijelaskan oleh Abu Khair Ibnu Salim dalam kitab Al-Bayan fi Madzhabil Imamis Syafi’i.
والمستحب أن يؤخر صلاة عيد الفطر عن أول الوقت قليلا، ويصلي الأضحى في أول وقتها: لما روي، أن النبي صلى الله عليه وسلم كتب إلى عمرو بن حزم: أن آخر صلاة الفطر، وعجل صلاة الأضحى...ولأن الأفضل إخراج الفطرة قبل الصلاة، فأخرت الصلاة ليتسع الوقت لذلك، والسنة أن يضحي بعد الصلاة، فقدمت ليرجع إلى الأضحية
“Disunahkan mengakhirkan salat Idulfitri (dengan syarat) tidak terlalu lama dari awal waktu. Sementara pelaksanaan salat Iduladha dianjurkan di awal waktu. Hal ini berdasarkan hadis dari Rasul bahwa beliau meminta Umar bin Hazm untuk mengakhirkan salat Idulfitri dan menyegerakan salat Iduladha. Keutamaan mengeluarkan zakat fitrah adalah sebelum salat, sebab itu dianjurkan mengakhirkan salat agar waktu mendistribusikan zakat lebih luas. Sedangkan pada Iduladha, disunahkan menyembelih hewan kurban setelah salat, makanya dianjurkan menyegerakan salat agar segera menyembelih.” (Abu Khair Ibnu Salim, Al-Bayan fi Madzhabil Imamis Syafi’i).
Sedangkan untuk niat dan tata cara salat Iduladha adalah sebagai berikut:
1. Membaca niat.
أُصَلِّيْ سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًاإِمَامًا) لِلهِ تَعَــــــــالَى
"Ushallii sunnatan liidil adha rok'ataini (makmuman/imaaman) lillahi ta'alaa."
Artinya: "Aku berniat salat Iduladha dua rakaat (sebagai makmum/imam) karena Allah ta'ala."
2. Takbiratul ihram dan membaca doa iftitah.
3. Takbir tujuh kali di rakaat pertama dan di sela takbir membaca:
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
"Allahu akbar kabiiroo, walhamdulillahi katsiroo, wa subhanallahi bukrata wiashiilaa."
Artinya: “Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang.”
Atau membaca:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
"Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaaha illallah wallahu akbar."
Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar.”
4. Membaca surah Al-Fatihah, lalu membaca salah satu surah atau ayat Al-Qur'an (dianjurkan membaca surah al-A'la), rukuk, iktidal, sujud pertama, duduk di antara dua sujud, dan sujud, kemudian berdiri untuk rakaat selanjutnya seperti pada salat biasa.
5. Rakaat kedua melakukan takbir lima kali dengan di sela takbir membaca bacaan seperti pada rakaat pertama, lalu membaca surah Al-Fatihah, membaca salah satu surah atau ayat Al-Qur'an (dianjurkan membaca surah al-Ghasyiyah), rukuk, iktidal, sujud pertama, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, duduk tasyahud akhir, dan salam.