Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
2nd Miracle in Cell No. 7 (dok. Falcon Pictures / 2nd Miracle in Cell No. 7)
2nd Miracle in Cell No. 7 (dok. Falcon Pictures / 2nd Miracle in Cell No. 7)

Film 2nd Miracle in Cell No. 7 berhasil mencatatkan diri sebagai film box office ke 20 di tahun 2024, film ini berhasil mengantongi 1.066.702 penonton. Di tahun ini, genre non horor mampu mengimbangi beberapa judul film yang mengusung genre horor. Terdapat delapan judul film non horor yang tembus box office di 2024, berikut daftar dan ulasannya.

1. Ipar adalah Maut

Ipar adalah Maut (dok. MD Pictures / Ipar adalah Maut)

Pertama adalah Ipar adalah Maut, yang berhasil mengumpulkan angka 4,7 juta penonton. Mengadaptasi kisah nyata yang viral di media sosial, Ipar adalah Maut menggandeng Michelle Ziudith, Deva Mahenra dan Davina Karamoy. Selain itu, Ipar adalah Maut berhasil melambungkan nama Davina Karamoy, sehingga meraih banyak penghargaan bergengsi.

Ipar adalah Maut, menceritakan seorang wanita mandiri bernama Nisa, yang memilih untuk membawa sang adik untuk tinggal bersamanya. Berniat untuk meringankan beban orangtua, namun adik kandungnya malah berkhianat. Tidak tanggung-tanggung, adik Nisa malah menjadi selingkuhan suami Nisa.

2. Bila Esok Ibu Tiada

Bila Esok Ibu Tiada (dok. Leo Pictures / Bila Esok Ibu Tiada)

Selanjutnya adalah Bila Esok Ibu Tiada, sebuah film produksi Leo Pictures yang berhasil mengumpulkan angka 3,8 juta penonton. Selain itu, Bila Esok Ibu Tiada juga berhasil mendulang sukses saat tayang di Malaysia dengan menembus angka  RM 3.5 juta. Diarahkan Rudi Soedjarwo, film ini dibintangi langsung Christine Hakim.

Bila Esok Ibu Tiada, menceritakan tentang seorang single mother bernama Rahmi yang mengalami kesulitan untuk menghadapi keempat anaknya yang dewasa. 

3. Home Sweet Loan

Home Sweet Loan (dok. Visinema Pictures / Home Sweet Loan)

Di bawah rumah produksi Visinema Pictures, Home Sweet Loan berhasil mengantongi angka 1,7 juta penonton. Film ini berhasil mendapatkan banyak komentar yang positif, hingga disebut mewakili cerita generasi muda saat ini. Mengadaptasi novel karya Almira Bastari, film ini dibilntangi Yunita Siregar.

Home Sweet Loan, menceritakan seorang anak bungsu bernama Kaluna yang terjebak di keluarga tidak sehat. Sebagai anak bungsu, Kaluna harus membiayai kebutuhan rumah tangga orangtua dan kakak-kakaknya, padahal dia harus menabung demi membeli rumah impian yang telah cukup lama diidamkan.

4. Ancika: Dia yang Bersamaku 1995

Ancika: Dia yang Bersamaku 1995 (dok. MD Pictures / Ancika: Dia yang Bersamaku 1995)

Selanjutnya adalah Ancika: Dia yang Bersamaku 1995, film adaptasi novel karya Pidi Baiq, berhasil mengumpulkan angka 1,3 juta penonton. Berbeda dengan film tentang Dilan sebelumnya, karakter Dilan kali ini diperankan langsung Arbani Yasiz.

Ancika: Dia yang Bersamaku 1995 menceritakan tentang karakter Dilan yang kembali merasakan jatuh cinta, setelah mengalami patah hati. Kali ini, Dilan jatuh cinta dengan perempuan yang lebih muda darinya, Ancika. 

5. Laura

Laura (dok. MD Pictures / Laura)

Masih film produksi dari MD Pictures, selanjutnya adalah Laura. Sebuah film hasil adaptasi dari kisah nyata seorang selebgram ternama yang sempat viral di media sosial. Dengan arahan sutradara Hanung Bramantyo, film ini berhasil mengumpulkan angka 1,2 juta penonton, dibintangi Amanda Rawles, Kevin Ardilova, hingga Carissa Perusset.

Laura, menceritakan seorang selebgram ternama bernama Laura, yang harus mengubur mimpinya dalam, pasalnya, dia harus menderita penyakit langka hingga lumpuh total, setelah mengalami kecelakaan bersama sang kekasih.

6. Bolehkah Sekali Saja Kumenangis

Bolehkah Sekali Saja Kumenangis (dok. Sinemaku Pictures / Bolehkah Sekali Saja Kumenangis)

Lagi-lagi, Sinemaku Pictures menghadirkan film bertema tentang kesehatan mental, kali ini adalah Bolehkah Sekali Saja Kumenangis. Terinspirasi sebuah lagu berjudul Runtuh yang Feby Putri dan Fiersa Besari, film ini mengumpulkan angka 1,1 juta penonton. Dibintangi Prilly Latuconsina, Pradikta, Surya Saputra dan Kristo Immanuel.

Bolehkah Sekali Saja Kumenangis, menceritakan seorang perempuan bernama Tari yang terjebak dengan ayah kasar dan posesif. Sejak kecil, Tari sering melihat perlakuan kasar ayah terhadap ibunya, hingga membuat mentalnya sangat hancur. 

7. The Architecture of Love

The Architecture of Love (dok. Starvision Plus / The Architecture of Love)

Diposisi ketujuh adalah The Architecture of Love, sebuah film produksi dari Starvision Plus. The Architecture of Love sendiri, menjadi film pertama adaptasi novel Ika Natassa yang tembus angka box office. Berhasil mengumpulkan angka 1 juta penonton, film ini mempersatukan Putri Marino dan Nicholas Saputra.

The Architecture of Love, menceritakan tentang seorang novelis ternama bernama Raia, yang sedang mengalami patah hati karena diselingkuhi suami. Setelah memutuskan bercerai, Raia memilih untuk berlibur di New York. Tanpa sengaja, dia bertemu dengan seorang arsitek tampan bernama River, yang sama-sama sedang mengalami kekosongan hati.

8. 2nd Miracle in Cell No. 7

2nd Miracle in Cell No. 7 (dok. Falcon Pictures / 2nd Miracle in Cell No. 7)

Masih tayang di bioskop, 2nd Miracle in Cell No. 7 berhasil mengumpulkan angka 1 juta penonton. Film ini merupakan season kedua dari film berjudul sama, yang sebelumnya sukses dengan perolehan 5,8 juta penonton. Tidak berbeda dengan season sebelumnya, bagian ini masih dibintangi Vino G Bastian hingga beberapa aktor dan komedian ternama.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team