Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi seseorang kehujanan (pexels.com/Huy Phan)
ilustrasi seseorang kehujanan (pexels.com/Huy Phan)

Pernah merasakan kepala tiba-tiba berdenyut hebat saat hujan? Kalau iya, kamu nggak sendirian! Banyak orang mengalami migrain lebih sering saat musim hujan.

Migrain yang datang saat hujan, bikin aktivitas harian jadi terganggu. Tapi memahami penyebabnya bisa membantumu untuk mengantisipasi dan mengelola gejala lebih baik. Yuk cari tahu apa saja faktor yang bikin migrain makin sering menyerang saat hujan!

1. Tekanan udara yang mendadak berubah

ilustrasi seseorang kehujanan (pexels.com/Aleksandar Pasaric)

Saat hujan, tekanan udara biasanya mengalami perubahan signifikan. Perubahan ini bisa mempengaruhi tekanan dalam sinus dan pembuluh darah di kepala, sehingga memicu migrain. Tubuh kita merespons perubahan ini dengan cara yang berbeda-beda. Bagi yang sensitif akan merasakan rasa nyeri hingga sakit kepala.

Jika kamu sering terkena migrain saat hujan, cobalah memonitor perubahan cuaca. Dengan mengetahui pola ini, kamu bisa lebih siap mengatasinya, misalnya dengan minum obat pencegahan atau memperhatikan kondisi tubuh agar tetap fit.

2. Kelembapan tinggi bikin tubuh tidak nyaman

ilustrasi seseorang kehujanan (pexels.com/Adil Ahnaf🇧🇩🇵🇸)

Musim hujan identik dengan kelembapan tinggi, dan kondisi ini bisa memengaruhi metabolisme tubuh. Kelembapan yang tinggi sering membuat tubuh sulit untuk menyesuaikan diri, terutama bagi yang memiliki riwayat migrain. Suasana lembap juga bisa memicu dehidrasi ringan yang memperparah nyeri kepala.

Untuk mengatasinya, pastikan kamu cukup minum air selama musim hujan. Hindari tempat yang terlalu pengap dan gunakan pakaian yang nyaman agar tubuh tetap bisa beradaptasi dengan kondisi lembap.

3. Paparan cahaya yang berubah drastis

ilustrasi seseorang kehujanan (pexels.com/Csegedi Joszef)

Saat hujan turun, langit menjadi lebih gelap dan pencahayaan alami menjadi berkurang. Perubahan intensitas cahaya ini bisa memengaruhi otak, terutama pada mereka yang peka terhadap cahaya. Paparan cahaya yang terlalu terang atau redup secara tiba-tiba, bisa menjadi salah satu pemicu utama migrain.

Menggunakan kacamata dengan lensa anti-glare bisa membantu mengurangi sensitivitas terhadap cahaya. Selain itu, usahakan berada di ruangan dengan pencahayaan yang stabil untuk mencegah stres pada mata yang dapat memicu migrain.

4. Suhu dingin yang ekstrem

ilustrasi seseorang kehujanan (pexels.com/Aleksandar Pasaric)

Hujan membawa suhu dingin yang menusuk. Bagi sebagian orang, suhu yang dingin bisa menyebabkan pembuluh darah di kepala menyempit, dan akhirnya memicu migrain. Suhu rendah ini juga bisa memperburuk sirkulasi darah di kepala yang membuat rasa nyeri semakin parah.

Gunakan pakaian hangat, atau siapkan minuman hangat untuk menjaga suhu tubuh tetap stabil. Jangan lupa, menjaga tubuh tetap aktif, untuk membantu melancarkan sirkulasi darah dan mencegah migrain.

5. Suara hujan yang intens

ilustrasi seseorang kehujanan (pexels.com/Yan Krukau)

Meski suara hujan sering dianggap menenangkan, bagi beberapa orang, namun suara yang terlalu deras bisa menjadi pemicu sakit kepala. Kebisingan dari suara hujan yang deras dan petir, bisa menyebabkan stres pada otak yang akhirnya memicu migrain.

Untuk mengatasi ini, kamu bisa mencoba menggunakan earplug atau mendengarkan musik yang menenangkan untuk mengalihkan fokus dari kebisingan hujan. Dengan begitu, otakmu tidak merasa terlalu terbebani oleh suara dari luar.

6. Aroma tanah basah yang terlalu tajam

ilustrasi seseorang kehujanan (pexels.com/Isaac Mitchell)

Bau tanah basah setelah hujan dpaat membangkitkan sensasi nostalgia, tetapi untuk sebagian orang, aroma ini bisa memicu migrain. Sensitivitas terhadap bau tertentu, termasuk petrichor (bau tanah setelah hujan), menjadi salah satu faktor penyebab.

Jika kamu sensitif terhadap aroma ini, coba gunakan masker saat berada di luar ruangan setelah hujan. Masker juga membantu mengurangi paparan bau lainnya yang mungkin menjadi gangguan. 

Ingat, tubuhmu adalah aset berharga, jadi jaga baik-baik agar tetap fit meski cuaca kurang bersahabat. Semangat melawan migrain di musim hujan!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team