Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Untitled.png
dok. Visinema Pictures/ Keluarga Cemara

Sosok ayah menjadi salah satu ide cerita yang ditangkap sineas Indonesia yang dituangka dalam kisah menyentuh di layar lebar. Lewat film, penonton disuguhi adegan kerinduan, luka, sekaligus kekuatan yang muncul akibat ketidakhadiran figur ayah.

Beberapa film berikut menjadi contoh ketidakhadiran sosok ayah yang menyebabkan perilaku emosi dan kesedihan para tokoh di dalamnya.

1. Sabtu Bersama Bapak (2016)

Cuplikan film Sabtu Bersama Bapak (youtube.com/Max Pictures)

Film Sabtu Bersama Bapak mengisahkan seorang ayah dari dua anak laki-laki bernama Gunawan, yang divonis mengidap kanker paru-paru dan hanya punya waktu satu tahun untuk hidup. Khawatir terhadap anak-anaknya, Gunawa pun membuat video rekaman yang berisi pesan yang kelak setelah ia tiada, anak-anaknya dapat menyaksikan video tersebut pada setiap Hari Sabtu.

Film ini menggambarkan ketidakhadiran ayah secara fisik, sekaligus usaha untuk mempertahankan kehadiran emosional sosok ayah meski telah tiada. Sepanjang cerita, film ini menggambarkan tentang bagaimana pengasuhan ibu tunggal setelah satu keluarga kehilangan sosok ayah.

2. Keluarga Cemara (2019)

Cuplikan film Keluarga Cemara (youtube.com/Visinema Pictures)

Film keluarga yang disutradarai Yandy Laurens ini berhasil mencuri hati penonton dan menyabet sederet penghargaan bergengsi. Keluarga Cemara mengisahkan sebuah keluarga dengan dua anak yang mengalami bangkrut karena ditipu. Akhirnya mereka memutuskan untuk pindah ke rumah aki nini (kakek nenek) di desa.

Sebelumnya, Abah (panggilan Ayah di film ini) merupakan seorang kontraktor sukses. Karena kesibukannya, ia jarang meluangkan waktu untuk anaknya. Saat jatuh miskin dan pindah, Abah berupaya untuk mencukupi kebutuhan keluarganya dengan jalan lain, seperti menjadi ojek dan tukang bangunan.

Dari sini, konflik sering dimulai. Ada adegan yang menunjukkan keterbatasan ekonomi dan tantangan hidup membuat kehadiran dan perhatian ayah menjadi terbatas. Ini menimbulkan ketegangan dan dinamika dalam keluarga, yang bisa dimaknai sebagai bentuk ketidakhadiran ayah secara emosional walau secara fisik masih ada.

3. Father & Son (2022)

cuplikan film Father & Son (youtube.com/Falcon)

Film Father & Son mengangkat tema tentang kehilangan sosok ayah yang dialami tokoh anak bernama Iman yang harus merawat ayahnya yang sakit hingga sang ayah meninggal dunia.

Setelah kematian sang ayah, Iman merasa terlantar dan mengalami kesepian mendalam. Namun, kehidupan Iman berubah saat arwah ayahnya muncul dalam wujud yang lebih sehat dan jahil, serta mengajari Iman untuk menemukan kebahagiaan, cinta, dan menghadapi tantangan, termasuk melawan para perundung di sekolahnya.

Film ini menyiratkan tentang pentingnya peran ayah yang hadir secara utuh, baik fisik dan juga emosional. Peran ayah ternyata sangat dibutuhkan anaknya dalam menjalani roda kehidupan dunia yang terkadang kejam.

4. Panggil Aku Ayah (2025)

sosok Intan dalam film Panggil Aku Ayah (instagram.com/panggilakuayahfilm)

Film Panggil Aku Ayah memperlihatkan seorang anak bernama Intan yang hidup tanpa kehadiran sosok Ayah d,an tinggal bersama Ibunya yang memiliki banyak utang. Situasi ekonomi yang sulit memaksa sang Ibu menitipkan Intan ke dua orang penagih utang bernama Dedi dan Tatang.

Dalam film ini, digambarkan dampak emosional dan psikologis Intan yang disebabkan karena kurangnya peran Ayah di hidupnya. Akhirnya Dedi dan Tatang mampu menggantikan peran ayah bagi Intan. Mereka belajar untuk menjadi sosok pelindung dan pembimbing dari bocah kesepian bernama Intan. Film ini merefleksikan fatherless di mana anak-anak harus tumbuh tanpa kehadiran sosok ayah.

5. Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah (2025)

film Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah (m.21cineplex.com)

Film Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah (2025) berkisah tentang Alin, seorang mahasiswi kedokteran yang sedang terancam kehilangan beasiswanya. Kondisi ini memaksa Alin untuk pulang ke rumah. Alih-alih kehangatan yang didapat, ia justru menemukan kenyataan pahit.

Alin menemukan ibunya, Wulan, menjalani hidup dengan penuh pengorbanan dan memikul beban berat membiayai keluarga. Sementara Ayahnya, Tiko, sering absen baik secara fisik maupun emosional.

Tiap adegan dalam kisah ini mengupas dinamika keluarga yang rumit dan luka batin yang terpendam yang berakar dari disfungsi peran Ayah sebagai pelindung dan penopang keluarga. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop-bioskop besar di Indonesia mulai tanggal 4 September 2025.

Fenomena fatherless di Indonesia masih menjadi masalah besar yang belum banyak disadari, padahal dampaknya sangat serius bagi perkembangan anak maupun keharmonisan keluarga. Melalui film-film ini, kita diingatkan kembali bahwa hadirnya seorang ayah tidak tergantikan, dan ketidakhadirannya sering kali meninggalkan jejak luka mendalam yang sulit dihapus.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team