Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Scream VI (dok. Paramount Pictures/Scream VI)
Scream VI (dok. Paramount Pictures/Scream VI)

Intinya sih...

  • Scream (1996) menjadi pendobrak meta horor dan eksplorasi subgenre slasher.

  • Tucker & Dale vs. Evil (2010) merusak kiasan umum dalam film horor slasher.

  • The Cabin in the Woods (2011) mempermainkan aturan subgenre slasher secara penuh.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Subgenre film horor slasher terkenal karena memiliki aturan yang ketat, namun beberapa film horor slasher modern mengabaikan banyak konvensi atau aturan originalnya. Selain itu, subgenre slasher horor  biasanya menunjukkan kepada penonton yang cerdas alur cerita meski hadir dengan formula yang serupa. 

Faktanya, beberapa film horor slasher modern yang melanggar aturan akhirnya menetapkan konvensi baru dalam subgenre tersebut. Nah, teruntuk kamu pencinta film horor slasher, wajib kepoin daftar film horor slasher modern yang mendobrak aturan originalnya dalam artikel satu ini, dijamin menuhin watchlist kamu!

1. Scream (1996)

Scream (dok. Dimension Films/Scream)

Scream (1996) menjadi pendobrak meta horor dan eksplorasi subgenre slasher yang sangat asyik serta bermain-main dengan aturannya. Yang paling terkenal, Randy, salah satu karakter dari Scream menjelaskan semua aturan slasher, yang kemudian diubah. Randy menyatakan bahwa karakter tidak boleh minum atau menggunakan narkoba, tetapi dia melakukannya dan tetap selamat. Orang lain yang secara khusus melanggar aturan termasuk tidak boleh mengucapkan kalimat "Aku akan kembali".

Selain itu, Scream dibuka dengan bintang film terbesar pada era 90-an, Drew Barrymore, yang dibunuh secara brutal, serta sebuah penghormatan kepada film slasher klasik berjudul Psycho (1960) yang menyatakan film garapan Wes Craven tidak akan sepenuhnya mematuhi aturan yang berlaku.

2. Tucker & Dale vs. Evil (2010)

Tucker and Dale vs. Evil (dok. Magnolia Pictures/Tucker and Dale vs. Evil)

Karya Eli Craig, Tucker & Dale vs. Evil (2010) benar-benar mengubah salah satu kiasan paling umum dalam film horor slasher, yakni penduduk desa adalah orang udik yang kejam dan pembunuh. Film ini mencapai hal tersebut dengan menampilkan serangkaian manusia malang yang secara tidak sengaja bunuh diri dan secara keliru menyalahkan kakak-beradik yang tidak berbahaya tersebut. 

Premis ini merusak konvensi klasik lainnya, karena tidak ada pembunuh sama sekali dalam film horor slasher berbalut komedi satu ini. Selain itu, Tucker dan Dale segera menjadi korban saat mahasiswa yang tidak tahu apa-apa itu dengan cepat merencanakan balas dendam mereka.

3. The Cabin in the Woods (2011)

The Cabin in the Woods (dok. Lionsgate/The Cabin in the Woods)

Cukup anti-mainstream, sebab The Cabin in the Woods (2011) penuh dengan liku-liku, terutama pada bagian akhir film yang penuh teka-teki dan twist menegangkan. Film ini mempermainkan aturan subgenre slasher secara penuh, bahkan mengeksplorasi berbagai subgenre horor tersendiri. Sang sineas sengaja mengembangkan karakter untuk menunjukkan bahwa mereka akan mengikuti aturan dan tipe karakter pada subgenre slasher sebelum benar-benar dibuat nyeleneh dari original atau khasnya.

Film garapan Drew Goddard ini menjelaskan perilaku stereotip karakter sebagai efek samping dari keadaan mereka, bukan acuan intens terhadap subgenre tersebut. Selain itu, The Cabin in the Woods tidak mengizinkan siapa pun yang selamat, termasuk "The Final Girl" yang biasanya selamat di film horor slasher.

4. Happy Death Day (2017)

Happy Death Day (dok. BlumHouse Productions/Happy Death Day)

Salah satu aturan utama genre film slasher adalah bahwa "Final Girl" yang harus bertahan hidup. Namun, karakter pembunuh dalam Happy Death Day (2017) dapat membunuhnya beberapa kali, bahkan menjebaknya dalam narasi putaran waktu. Hal ini berulang hingga akhir ceritanya.

Diarahkan Christopher Landon, film horor slasher satu ini mempermainkan harapan penonton dan menolak untuk memberikan kesimpulan. Dapat dikonfirmasi, filmnya arslah contoh utama bagaimana film horor slasher modern secara rutin melanggar aturan bersama konsep atau formula mereka sendiri untuk menawarkan film yang penuh dengan kengerian yang mengejutkan dan menyenangkan di tiap segmennya.

5. Behind the Mask: The Rise of Leslie Vernon (2006)

Behind the Mask (dok. Code Entertainment/Behind the Mask)

Terakhir, Behind the Mask: The Rise of Leslie Vernon (2006) menawarkan dekonstruksi brilian dari subgenre film horor slasher. Film garapan Scott Glosserman ini secara langsung membahas setiap aturan dan konsep atau formula utama dalam format film dokumenter palsu (mokumenter) sekaligus membodohi penontonnya.

Behind the Mask: The Rise of Leslie Vernon secara eksplisit memaparkan rencana antagonis, secara langsung merujuk pada metafora film horor dan aturan subgenre slasher dalam prosesnya. Namun, selama klimaks film, terungkap bahwa "Final Girl" yang sebenarnya bukanlah yang disebutkan sebelumnya oleh sang pembunuh.

Uniknya, "Final Girl" yang sebenarnya mematuhi rencana villain dengan cara yang sama. Meskipun dengan jelas menyatakan bagaimana film akan terungkap, film ini tetap berhasil memberikan kejutan yang hebat hingga ke akhir segmennya secara langsung.

Film horor slasher modern tak kalah menyaingi penggebrak originalnya, seperti Psycho, Halloween hingga Friday the 13th. Hal ini jelas didukung berkat konsep mendobrak aturan, hingga menyuguhkan tontonan segar serta inovatif bagi era modern tersendiri.

Setelah mengetahui kelima film horor slasher modern yang mendobrak aturan originalnya, kamu tentunya tak akan lagi ragu untuk menonton dan mempelajarinya, bukan? Coba masukin ke watchlist terdahulu dan tonton di waktu luang, ya!

Editorial Team