ilustrasi alergi fakta (pexels.com/RDNE Stock project)
Kebutuhan emosional atau psikologis seseorang juga dapat menjadi faktor yang mengarah pada alergi terhadap fakta. Beberapa orang mungkin menggunakan penolakan terhadap fakta sebagai cara untuk melindungi diri dari stres, kecemasan, atau ketidaknyamanan psikologis yang disebabkan oleh informasi yang tidak menyenangkan atau mengancam. Misalnya, seseorang yang menghadapi masalah keuangan atau kesehatan mungkin menolak fakta-fakta yang mengonfirmasi situasi mereka karena merasa tidak mampu menghadapinya. Penolakan terhadap fakta bisa menjadi cara untuk mengurangi ketidakpastian atau menghindari konsekuensi yang tidak diinginkan dari menerima kenyataan.
Selain itu, beberapa individu mungkin merasa terlalu rentan atau terluka secara emosional untuk menerima fakta yang mengganggu keyakinan atau identitas mereka. Kebutuhan untuk mempertahankan rasa harga diri atau citra positif tentang diri sendiri dapat menyebabkan penolakan terhadap fakta yang bertentangan dengan pandangan diri yang diinginkan. Dalam beberapa kasus, penolakan terhadap fakta dapat berfungsi sebagai mekanisme pertahanan psikologis untuk menjaga keseimbangan mental dan emosional seseorang.
Melihat dari lima alasan di atas, tampaknya alergi terhadap fakta adalah masalah yang kompleks dan multifaktorial. Meskipun memahami alasan di balik perilaku ini penting, penting juga untuk menyadari dampak negatifnya terhadap masyarakat dan individu. Sebagai masyarakat yang semakin terkoneksi dan terinformasi, penting untuk mengatasi alergi terhadap fakta dengan pendidikan, kesadaran, dan keterbukaan untuk mencari kebenaran.