Potret tradisi ruwahan di masyarakat Jawa (desarejosari.gunungkidulkab.go.id)
Dilansir dari laman Kalurahan Banjarejo Gunungkidul, ruwahan dapat diartikan sebagai ngluru arwah yang maknanya momen untuk mengenang leluhur, orangtua, saudara atau kerabat lain yang telah meninggal dunia dengan mengirimkan doa.
Nah, tradisi ruwahan ini sudah ada sejak zaman dulu lho yang waktu pelaksanaan setiap bulan ruwah dalam kalender Jawa atau bulan Sya’ban di kalender Hijriah. Bukan sekadar mengenang, tapi mereka yang masih hidup akan datang ke makam-makam, membersihkan, menabur bunga, dan mendoakan mereka yang sudah lebih dulu berpulang.
Tak sampai di situ. Karena tradisi ruwahan ini umumnya dilakukan secara bersama-sama dalam satu desa, biasanya dilanjutkan dengan menyelenggarakan selamatan atau syukuran di mana akan didoakan lalu disajikan aneka makanan tradisional seperti kolak, apem, dan ketan.