Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi membakar sampah (Pexels/Deadbird)
Ilustrasi membakar sampah (Pexels/Deadbird)

Pembakaran barang bekas kerap dianggap sebagai solusi efisien untuk membuang barang yang tak diperlukan. Namun tak semua barang bekas dapat dibakar dengan aman. Sejumlah barang tertentu yang dibakar berpotensi menimbulkan polusi udara berbahaya atau ancaman kesehatan. Penting adanya edukasi mengenai jenis barang yang dilarang untuk dibakar secara sembarangan.

Berikut lima kategori barang bekas yang sebaiknya dihindari untuk dibakar. Hati-hati!

1. Plastik

ilustrasi sampah plastik (pexels.com/Gustavo Fring)

Barang bekas yang terbuat dari plastik, seperti botol minuman, kantong plastik, atau peralatan rumah tangga plastik, adalah salah satu bahan yang paling sering ditemukan di rumah. Namun, plastik adalah bahan yang sangat berbahaya untuk dibakar. Saat dibakar, plastik akan menghasilkan zat beracun seperti dioksin dan furan yang dapat mencemari udara dan berdampak buruk pada kesehatan manusia.

Asap dari pembakaran plastik dapat menyebabkan masalah pernapasan, iritasi mata, hingga gangguan jantung. Selain itu, paparan jangka panjang terhadap dioksin yang dihasilkan dari pembakaran plastik telah dikaitkan dengan risiko kanker. Sebagai gantinya, plastik sebaiknya didaur ulang atau dibuang sesuai prosedur yang benar.

2. Baterai

Ilustrasi baterai (Pixabay/PublicDomainPictures)

Baterai bekas, terutama yang mengandung lithium dan merkuri, sangat berbahaya jika dibakar. Ketika baterai terbakar, logam berat seperti merkuri, kadmium, dan timbal dapat dilepaskan ke udara dan mencemari lingkungan sekitar. Logam-logam ini dapat merusak kesehatan manusia, menyebabkan gangguan sistem saraf, dan mencemari air tanah.

Selain itu, baterai yang terbakar juga berpotensi meledak karena tekanan gas yang terkumpul di dalamnya. Oleh karena itu, baterai bekas sebaiknya dikumpulkan dan dibawa ke tempat pembuangan atau pusat daur ulang yang dapat menangani limbah elektronik secara aman.

 

3. Barang elektronik

ilustrasi barang elektronik (pexels.com/Juan Manuel)

Barang-barang elektronik bekas seperti ponsel, laptop, televisi, dan peralatan elektronik lainnya tidak boleh dibakar. Barang-barang ini mengandung berbagai logam berat dan bahan kimia berbahaya seperti timbal, kadmium, dan PCB (polychlorinated biphenyls). 

Selain itu, pembakaran barang elektronik juga menghasilkan zat kimia yang sangat sulit diuraikan dan dapat mencemari udara dan tanah untuk waktu yang sangat lama. Barang elektronik bekas sebaiknya dibawa ke pusat daur ulang elektronik atau dijual kembali jika masih dapat digunakan.

 

4. Ban karet

ilustrasi ban karet sintetis (pixabay.com/pixel2013)

Membakar ban karet bekas, seperti ban mobil atau sepeda motor, merupakan aktivitas yang sangat berbahaya. Ban terbuat dari bahan karet yang sulit terurai dan jika dibakar, akan menghasilkan asap hitam pekat yang mengandung berbagai zat berbahaya, termasuk karbon monoksida, sulfur dioksida, dan berbagai senyawa hidrokarbon beracun.

Asap dari pembakaran ban karet dapat merusak kesehatan pernapasan dan mencemari lingkungan secara serius. Selain itu, pembakaran ban dapat menciptakan api yang sulit dipadamkan karena sifat bahan karet yang mudah terbakar dan terus menyala dalam waktu lama. Sebaiknya ban bekas didaur ulang atau dikirim ke fasilitas pengelolaan limbah khusus.

5. Kayu yang terlapisi bahan kimia

ilustrasi lemari kayu (freepik.com/pvproductions)

Kayu yang telah dilapisi cat, pernis, atau bahan kimia pengawet sebaiknya tidak dibakar. Ketika kayu semacam ini terbakar, bahan kimia yang ada di dalam cat atau pelapis kayu akan menguap ke udara dan menghasilkan asap beracun. Beberapa cat bahkan mengandung logam berat seperti timbal, sangat berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan.

Pembakaran kayu yang terlapisi bahan kimia juga dapat mencemari udara dengan senyawa organik volatil (VOC) dan partikel berbahaya lainnya, yang dapat memicu masalah pernapasan, iritasi mata, dan masalah kesehatan lainnya. Kayu semacam ini sebaiknya dibuang ke tempat pembuangan sampah yang khusus menangani limbah berbahaya.

Ingat, sangat penting untuk menghindari pembakaran benda-benda tersebut karena dapat melepaskan zat-zat berbahaya yang akan mencemari udara dan merusak lingkungan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team