Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi bekerja ketika berpuasa (pexels.com/Ron Lach)
ilustrasi bekerja ketika berpuasa (pexels.com/Ron Lach)

Intinya sih...

  • Manajemen tugas penting untuk atasi energi terbatas saat puasa
  • Pilih makanan sehat dan hindari multitasking agar tetap produktif
  • Power nap, alihkan perhatian, dan jaga hidrasi untuk tingkatkan produktivitas
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Puasa kerap kali disandingkan dengan anggapan bahwa dalam periode ini produktivitas kerja seseorang sudah pasti akan menurun. Kantor yang biasanya ramai dengan karyawan yang penuh semangat, berubah menjadi tempat yang hening. Tatapan kosong di depan layar komputer, kinerja melambat, dan sering kali para karyawan bersandar tanpa henti di meja kerja. Namun, apakah benar tak ada cara untuk tetap produktif meskipun energi kita terbatas?

Jawabannya tentu ada. Dengan strategi yang tepat, puasa malah bisa menjadi momentum untuk melatih fokus, efisiensi, dan manajemen energi yang lebih baik. Jadi, agar kamu tak berubah menjadi "zombie kantor" yang hanya menunggu jam pulang, lakukan enam strategi yang bisa kamu terapkan untuk menjaga produktivitas selama puasa!

1. Atur ritme kerja dengan metode prioritas

ilustrasi bekerja ketika berpuasa (pexels.com/Cedric Fauntleroy)

Tentunya, energi saat berpuasa lebih terbatas dibandingkan di hari-hari biasa yang seringkali membuat produktivitas menurun. Kunci utama untuk mengatasi hal ini adalah dengan menerapkan manajemen tugas. Kamu tak perlu menghabiskan tenaga untuk aktivitas yang sebenarnya kurang mendesak. Kamu bisa menggunakan metode seperti Eisenhower Matrix atau teknik Pomodoro untuk membagi aktivitas sesuai tingkat urgensinya.

Contohnya, nih, selesaikan tugas-tugas berat di pagi hari saat energi masih segar. Setelah siang menjelang sore, fokuslah pada pekerjaan yang lebih ringan seperti membaca laporan atau melakukan brainstorming ide. Dengan cara ini, kamu tak akan merasa terlalu lemas di sore harinya.

2. Jangan lupa sahur dengan nutrisi seimbang

ilustrasi sahur (pexels.com/Thirdman)

Terkadang, ada orang yang sengaja melewatkan sahur dengan anggapan bahwa ini akan menjadi solusi praktis agar tak mengantuk di pagi hari, tetapi ini justru bisa menurunkan produktivitasmu secara drastis. Tanpa asupan nutrisi yang cukup, tubuh pasti kehilangan energi lebih cepat dan membuatmu sulit untuk berkonsentrasi.

Pilihlah makanan yang kaya protein, serat, dan lemak sehat. Karbohidrat kompleks seperti oatmeal atau nasi merah bisa membantu menjaga kestabilan energi lebih lama. Hindari makanan tinggi gula karena bisa membuatmu cepat merasa lelah. Jika memungkinkan, minumlah segelas air kelapa atau susu untuk tambahan elektrolit agar tubuh tetap terhidrasi.

3. Kurangi multitasking, fokus pada satu tugas

ilustrasi bekerja ketika berpuasa (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Multitasking memang terdengar produktif, tetapi dalam praktiknya, justru membuat pekerjaan tak selesai dengan maksimal. Apalagi saat puasa, membagi fokus ke banyak hal hanya akan menguras energi lebih cepat.

Daripada mengerjakan beberapa tugas sekaligus, coba selesaikan satu per satu dengan fokus penuh. Teknik deep work bisa membantu kamu menyelesaikan pekerjaan lebih cepat tanpa merasa terlalu lelah. Matikan notifikasi yang tak perlu dan gunakan teknik time blocking untuk membagi waktu kerja dengan lebih efektif.

4. Gunakan power nap untuk mengatasi kantuk

ilustrasi bekerja ketika berpuasa (pexels.com/Cedric Fauntleroy)

Mengantuk saat bekerja adalah hal yang umum terjadi saat puasa, terutama setelah zuhur. Jika sudah mulai sulit menjaga fokus, jangan paksakan diri untuk terus bekerja. Sebagai gantinya, cobalah melakukan power nap selama 10–20 menit.

Tidur singkat ini cukup untuk menyegarkan kembali pikiran tanpa membuatmu semakin mengantuk. Pastikan kamu tak tidur terlalu lama, karena justru bisa membuat tubuh semakin lemas saat bangun. Jika tidur siang bukan opsi yang memungkinkan, cukup istirahatkan mata selama beberapa menit dengan menutupnya atau memandang ke luar jendela untuk mengurangi ketegangan.

5. Alihkan rasa lapar dengan aktivitas produktif

ilustrasi bekerja ketika berpuasa (pexels.com/MART PRODUCTION)

Saat lapar mulai menyerang, pikiran sering kali terdistraksi dan sulit untuk kembali fokus pada pekerjaan. Namun, daripada terus memikirkan makanan atau membayangkan waktu berbuka, cobalah alihkan perhatian dengan melakukan aktivitas produktif lain.

Misalnya, kamu bisa membaca buku, merapikan meja kerja, atau mengerjakan tugas yang lebih ringan. Jika bekerja di kantor, manfaatkan momen ini untuk berdiskusi ringan dengan rekan kerja tentang proyek yang sedang berjalan. Dengan begitu, kamu tetap aktif tanpa perlu terus menerus tergoda oleh rasa lapar.

6. Tetap terhidrasi dengan cara yang tepat

ilustrasi sahur (pexels.com/Thirdman)

Kurangnya asupan cairan selama puasa bisa menyebabkan dehidrasi ringan, yang berakibat pada menurunnya konsentrasi dan produktivitas. Oleh karena itu, pastikan kamu cukup minum air saat sahur dan berbuka.

Maka dari itu, kamu bisa memakai metode 2-4-2 untuk menjaga hidrasi, yaitu 2 gelas air saat berbuka, 4 gelas sepanjang malam, dan 2 gelas saat sahur. Hindari minuman berkafein tinggi seperti kopi dan teh dalam jumlah berlebihan karena bisa menyebabkan dehidrasi lebih cepat. Selain itu, konsumsi buah dengan kadar air tinggi seperti semangka atau jeruk juga bisa membantu tubuh tetap segar.


Ingat, ya, puasa bukan alasan untuk kehilangan produktivitas. Dengan strategi yang tepat, kamu tetap bisa menyelesaikan pekerjaan dengan baik tanpa harus merasa lemas sepanjang hari. Kuncinya adalah mengelola energi secara bijak, memilih makanan yang tepat saat sahur, serta menjaga lingkungan kerja yang nyaman. Jadi, kamu tidak perlu khawatir lagi berubah menjadi "zombie kantor" selama bulan puasa, nih!

Editorial Team

EditorKAZH s