Ilustrasi sejarah sate kere (IDN Times/Dyar Ayu)
Sate kere juga disebut sebagai sate koyor. Kata Koyor menunjuk pada jaringan pada daging sapi yang kaya lemak. Bagi kamu yang ingin menyicipi bisa datang langsung di sekitar Pasar Beringharjo. Banyak pedagang yang menjualnya di pasar ini. Atau pengin menyicipi sate kere di warung, berikut beberapa rekomendasi yang patut dicoba:
Buka sejak 1984, Mbah Suwarni kini menjadi ikon tak terpisahkan dari kuliner Pasar Beringharjo. Rasanya didominasi manis gurih, lalu disajikan dengan bumbu kacang dan kecap. Selain menjajakan koyor, juga menyediakan sate daging sapi.
Tempat Bu Suwarni berjualan bukan di kios dalam pasar, melainkan di emperan dekat pintu selatan Pasar Beringharjo.
Sate Kere Mbah Mardi mulai berjualan pada 1985. Saat itu Mbah Mardi menjajakan sate dengan cara dipikul dan berkeliling. Kini kamu bisa menemukannya di Jalan Godean KM 7, Gesikan, Sidomulyo, Sleman.
Sate dijual per porsi isi lima tusuk, beserta ketupat dan sayur tempe. Dari kombinasi tersebut, kamu akan merasakan perpaduan yang unik antara sate yang manis dan kenyal.
Meski sejarah sate kere berawal dari makanan orang miskin, kini menjadi pilihan yang ingin dinikmati orang banyak.