Mager Sahur? Stok 5 Lauk Kering Ini Aja

- Sahur penting untuk menjaga energi dan kesehatan selama puasa, meski sering dilewatkan karena rasa malas atau kantuk terutama bagi anak kos dan pekerja pagi.
- Lauk kering seperti gudeg kering, abon ayam atau sapi, serundeng abon ayam, kentang mustofa, dan kering tempe jadi solusi praktis untuk sahur cepat tanpa ribet.
- Semua lauk tersebut mudah ditemukan di toko makanan maupun marketplace dengan harga terjangkau serta daya simpan lama, cocok untuk stok selama Ramadan.
Sahur sering jadi tantangan tersendiri saat Ramadan, apalagi buat kamu yang harus bangun super pagi atau tinggal sendiri di kos. Rasa malas dan kantuk kadang bikin banyak orang memilih melewatkannya. Padahal, kebiasaan gak sahur bisa berdampak kurang baik untuk kesehatan, terutama kalau kamu tetap beraktivitas seharian.
Perut kosong dalam waktu lama bisa memicu asam lambung naik, tubuh terasa lemas karena gula darah turun, hingga dehidrasi dan sulit fokus. Supaya tetap kuat menjalani puasa, kamu tetap perlu asupan saat sahur—meski sederhana. Salah satu solusi praktisnya adalah menyiapkan lauk kering yang tahan lama dan gak ribet.
1. Gudeg Kering

Bagi warga Jogja dan sekitarnya, makan sahur dengan gudeg yang buka di malam hari pasti sudah biasa. Sekarang, sudah ada gudeg kering yang bisa langsung dimakan dengan nasi hangat dan disimpan selama 2-7 hari.
Gudeg kering atau gudeg kaleng ini cocok untuk jadi menu sahur anak kos maupun keluarga yang sulit untuk masak di pagi hari. Kamu bisa dapatkan jenis gudeg ini di toko gudeg maupun di marketplace. Harganya berkisar Rp20 ribu hingga Rp70 ribu sesuai dengan ukurannya.
2. Abon Ayam dan Sapi

Abon ayam dan abon sapi jadi lauk kering andalan yang hampir ada di setiap rumah maupun kamar kos anak rantau. Lauk kering yang sangat mudah ditemukan ini jadi menu andalan saat tidak ada lauk atau keadaan darurat.
Oleh karena itu, abon ayam dan abon sapi pun populer dijadikan stok saat Ramadan tiba, terutama untuk menu sahur yang simpel namun tetap bergizi dan enak. Abon ayam dan abon sapi mudah ditemukan di berbagai toko makanan, supermarket, hingga marketplace dengan harga belasan sampai puluhan ribu rupiah.
3. Serundeng Abon Ayam

Sayangnya, tidak semua orang menyukai rasa abon ayam dan abon sapi yang kuat. Oleh karena itu, sekarang ada serundeng abon ayam yang merupakan campuran serundeng kelapa dengan suwiran abon ayam yang bisa jadi alternatif.
Perbaduan cita rasa baru ini membuat rasa abon ayam menjadi lebih gurih dan renyah sehingga tidak sekuat abon ayam biasa. Masih sangat cocok untuk lauk sahur bersama nasi hangat bahkan untuk isian roti saja.
Serundeng abon ayam sendiri baru bisa ditemukan di marketplace dan media sosial karena masih tergolong inovasi baru lauk kering. Harganya mulai belasan ribu hingga puluhan ribu rupiah.
4. Kentang Kering

Kentang kering yang sering muncul di laman media sosial adalah kentang mustofa. Ternyata, kentang goreng ini tidak hanya cocok untuk camilan, tetapi bisa jadi lauk kering andalan.
Milenial dan Gen Z termasuk golongan yang cukup senang membeli kentang mustofa yang kerap melakukan siaran langsung di marketplace maupun media sosial. Mulai dari belasan ribu saja, kamu bisa menikmati sekantong kentang kering atau kentang mustofa menjadi pelengkap menu sahur yang satset dan kekinian.
5. Kering Tempe

Terakhir, ada lauk kering tempe yang sangat cocok untuk menu sahur di rumah maupun di kos. Tidak hanya dijual di warteg, kini sudah ada kering tempe dalam bentuk lauk kemasan yang dijual di marketplace dan toko-toko makanan.
Kering tempe dalam kemasan bisa bertahan lebih lama dibandingkan dengan kering tempe di warteg karena dimasak lebih lama. Harganya juga sangat terjangkau, bahkan mulai 8 ribu saja kamu bisa menikmati sahur lezat dan bergizi dengan lauk kering tempe.
Menjalani puasa seharian tentu butuh energi yang cukup. Gak perlu menu mewah atau ribet, yang penting tubuh tetap mendapat asupan sebelum beraktivitas. Lauk kering seperti gudeg kering, abon, sampai kering tempe bisa jadi solusi praktis buat kamu yang gak sempat masak.
Daripada melewatkan sahur dan berisiko bikin tubuh drop, lebih baik siapkan stok sederhana di rumah atau kos. Dengan persiapan yang tepat, puasa tetap lancar dan aktivitas pun gak terganggu.


















