Comscore Tracker

Peyek Tumpuk, Oleh-oleh Khas Bantul yang Mantul

Meski bertumpuk-tumpuk, tetapi tetap renyah, lho!

Sudah pernah mendengar tentang peyek tumpuk? Ini adalah makanan khas yang gak asing lagi bagi masyarakat di Bantul, DI Yogyakarta. Peyek ini juga kerap dicari wisatawan sebagai oleh-oleh saat berkunjung ke Bantul. 

Nah, ingin mengetahui lebih jauh terkait peyek tumpuk mulai dari di mana membelinya, hingga bagaimana cara membuatnya? Intip dulu penjelasan berikut ini!

Baca Juga: 5 Lokasi Syuting AADC 2 di Jogja yang Asyik Buat Nongkrong

1. Asal nama peyek tumpuk

Peyek Tumpuk, Oleh-oleh Khas Bantul yang MantulPeyek tumpuk (shopee.co.id)

Nama peyek ini berasal dari penciptanya yaitu Mbok Tumpuk. Asal-usul nama peyek ini juga berasal dari cara penyajiannya yang beda dengan peyek-peyek lainnya.

Jika peyek pada umumnya berbentuk pipih dan tipis, maka berbeda dengan peyek ini. Peyek ini memiliki bentuk seperti bongkahan yang berasal dari tumpukan peyek yang dijadikan satu.

Hal itu membuat peyek ini dinamakan peyek tumpuk. Walaupun begitu, peyek ini tetap renyah meskipun bentuknya tampak lebih tebal dari jenis peyek lainnya.

2. Dibuat sejak tahun 1975 di daerah Palbapang, Bantul

Peyek Tumpuk, Oleh-oleh Khas Bantul yang MantulPeyek Mbok Tumpuk (bantulpedia.bantulkab.go.id)

Mbok Tumpuk memulai usahanya di rumahnya di daerah Palbapang, Bantul, pada tahun 1975. Seiring berjalannya waktu, usaha peyek ini diwariskan kepada anak-anaknya.

Walaupun sudah berpuluh-puluh tahun, rasa dari peyek ini tetap sama dan tidak berubah. Hal itu karena proses pembuatan peyek ini masih dipertahankan seperti zaman dahulu saat dibuat oleh Mbok Tumpuk.

Namun, kini sudah mulai bermunculan produsen lain yang juga membuat makanan peyek tumpuk. Rasanya tak kalah enak. Namun, cermati dulu sebelum membeli agar gak keliru, ya.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Gudeg Terkenal di Jogja, Favorit Banget!

3. Bahan dan cara membuat

Peyek Tumpuk, Oleh-oleh Khas Bantul yang MantulPeyek tumpuk (instagram.com/jajanbantul)

Bahan utama dari peyek ini adalah tepung beras, kacang tanah, dan berbagai rempah-rempah. Sampai saat ini bahan-bahan utama peyek ini tetap terjaga tanpa dikurangi atau ditambah agar rasanya tetap sama seperti dahulu saat dibuat oleh Mbok Tumpuk. Takaran dari bahan-bahan tersebut disesuaikan dengan banyaknya peyek yang akan dibuat.

Langkah pertama, beras direndam semalaman lalu digiling sampai halus hingga menjadi tepung beras. Tepung beras tersebut kemudian dicampur dengan telur dan berbagai rempah seperti kencur, kemiri, dan ketumbar.

Campuran dari adonan tadi diberi santan untuk diaduk bersamaan sampai rata. Setelah itu campurkan kacang tanah pada adonan tersebut dan goreng di wajan.

Teknik penggorengan peyek juga tidak boleh sembarangan karena ada Teknik tersendiri yang digunakan. Dalam proses menggoreng, bahan bakar yang digunakan adalah kayu bakar, sama seperti zaman dahulu.

Kemudian ada beberapa tahapan yang harus dilakukan, pertama menyiapkan 2 wajan yang memiliki api yang berbeda. Wajan yang memiliki api lebih besar digunakan untuk menggoreng peyek supaya bertumpuk. 

Sedangkan wajan yang memiliki api yang lebih kecil digunakan untuk menggoreng peyek yang sudah bertumpuk. Api kecil menjaga agar peyek tidak gosong saat digoreng.

4. Harganya terjangkau, lho!

Peyek Tumpuk, Oleh-oleh Khas Bantul yang MantulPeyek tumpuk (bantulkab.go.id)

Harga peyek tumpuk bervariasi sesuai dengan ukurannya. Untuk ukuran 500 gram harganya mulai dari Rp30 ribuan, sedangkan ukuran 1 kilogram Rp60 ribuan.

Keistimewaan peyek ini terletak dari taburan kacangnya yang sangat melimpah dan bentuknya yang seperti bongkahan. Meskipun begitu, peyek ini tetap renyah dan garing saat dimakan. Hal itu karena proses pembuatannya yang terdiri dari beberapa tahapan sehingga dapat menjaga kerenyahan peyek ini.

Saat jalan-jalan ke Bantul, kamu akan menemukan berbagai toko oleh-oleh yang menyediakan peyek ini. Jangan lupa untuk mencicipi, ya!

Baca Juga: ‘Warung Aneh’ Ayam Rempah Pak Roto, Nuansa Jepang Cita Rasa Lokal

Topic:

  • Paulus Risang

Berita Terkini Lainnya