Comscore Tracker

Kerajinan Tas Kayu Mindi Bantul Tembus Pasar Eropa

Kayu mindi punya serat indah dan ringan

Bantul, IDN Times - Kayu mindi saat ini menjadi primadona pelaku usaha di Bantul. Memiliki serat yang bagus, kayu ini dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan tas dan furniture. Bahkan pelaku usaha di Bantul mulai menjual produk dari kayu mindi ke luar negeri. 

1. Merintis usaha kerajinan tangan sejak tahun 2014‎

Kerajinan Tas Kayu Mindi Bantul Tembus Pasar EropaIDN Times/Daruwaskita

Salah satu pembuat tas dari bahan kayu mindi adalah adalah Dody Antri. Ditemui di rumah produksi Dusun Dadapong, Pajangan, Bantul, Kamis (18/7), pengusaha muda ini bercerita awalnya ia mulai menekuni kerajinan tangan sejak tahun 2014. Saat itu masih menekuni pembuatan kerajianan jam tangan dan speaker dari kayu.

"Nah karena saingannya cukup banyak dan pasti kerajinan jam tangan dari kayu akan memudar akhirnya mencari inovasi yang baru yaitu membuat tas dari bahan baku kayu," ungkapnya.

2. Bahan kayu mindi cukup ringan dan punya serat cantik‎

Kerajinan Tas Kayu Mindi Bantul Tembus Pasar EropaIDN Times/Daruwaskita

Awalnya, lulusan Fakultas Teknik Universitas Atmajaya Yogyakarta ini mencoba dari bahan kayu akasia dan kayu lainnya, namun karena terasa berat ia memilih kayu mindi. Keuntungan menggunakan kayu mindi adalah punya serat cukup cantik dan proses  penyelesaian akhir dengan pernis saja.

"Biaya untuk penyelesaian akhir cukup murah dan untuk mempercantik tas maka diberi asesoris seperti tali tas dari kulit dan beberapa aksesoris lain dari besi yang dicat agar mirip bahan dari tembaga,"ungkapnya. 

Untuk kebutuhan baku kayu mindi sendiri, Dody mengaku relatif mudah didapatkan di sekitar Kabupaten Bantul, harganya pun terjangkau yaitu Rp 1,5 juta per kubik. Sedangkan untuk mengerjakan berbagai desain tas kayu melibatkan tak kurang dari 7 tenaga kerja yang sudah ahli dibidang pertukangan kayu.

"Kita tinggal membuat model tas kayu seperti apa nanti karyawan langsung bisa mengerjakannya karena sudah ada polanya," ungkapnya.

Baca Juga: 3 Trik Jitu Koperasi Merangkul Millennial

3. Produk tas kayu dijual Rp 600 ribu hingga Rp 1,2 juta‎

Kerajinan Tas Kayu Mindi Bantul Tembus Pasar EropaIDN Times/Daruwaskita

Pemuda yang masih lajang ini mengaku dari sejumlah tas yang telah diproduksinya, ditawarkan kepada konsumen dengan harga terendah Rp600 ribu dan termahal mencapai Rp1,2 juta.

Bahan sisa pembuatan tas, ia manfaatkan untuk membuat tempat penyimpanan kartu nama hingga tempat tisu dan jam duduk.‎

‎"Jadi hampir semua bahan baku kayu mindi ini bisa dimanfaatkan semuanya,"ungkapnya.

4. Mengikuti pameran kerajinan tangan hingga eropa‎

Kerajinan Tas Kayu Mindi Bantul Tembus Pasar Eropainstagram/ ruaya.co

Saat ini Dody mengaku sudah mengikuti berbagai pameran dari dalam negeri bahkan keluar negeri seperti Perancis, Rusia, Korea Selatan dan berbagai negara di Asean.

"Dari pameran itu kita mendapatkan pesanan namun pesanan sifanya masih pribadi bukan buyer yang membeli dalam jumlah tertentu dan punya target waktu penyelesaian produk yang dipesan," ungkapnya.

5. Ingin memajukan perekonomian tukang kayu di Dusun Dadapbong‎

Kerajinan Tas Kayu Mindi Bantul Tembus Pasar EropaIDN Times/Daruwaskita

Pria kelahiran Kota Yogyakarta 28 Januari 1992, sengaja mengajak para perajin dan tukang kayu di Dusun Dadapbong agar dapat membantu perekonomian mereka.

"Daerah ini tandus namun banyak tukang kayu yang kreatif, saya ingin mengajak mereka untuk maju dan mendapatkan perbaikan ekonomi," pungkasnya. 

Baca Juga: Jaga Agar Tak Punah, 200 Ekor Tukik Dilepaskan di Pantai Samas

Topic:

  • Febriana Sintasari

Berita Terkini Lainnya