TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Air Siap Minum Gratis Kurang Optimal, PDAM Kembangkan Ayo

Akan tersedia kemasan galon 19 liter

Jajaran direksi PDAM Tirtamarta memamerkan air minum kemasan produksinya. IDN Times/Rijalu Ahimsa

Kota Yogyakarta, IDN Times - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtamarta Kota Yogyakarta memperkenalkan air minum kemasan produksinya dengan nama Ayo (Air Yogyakarta). Air minum ini sudah diluncurkan sejak Agustus 2018, namun masih terus melakukan serangkaian uji coba dan pengembangan agar lebih bisa diterima masyarakat. 

Baca Juga: Jumlah Air Baku Menurun, PDAM Yogyakarta Akui Kebutuhan Tercukupi

1. Air minum dalam kemasan merupakan pengembangan air siap minum gratis

Jumpa pers PDAM Tirtamarta di Diskominfosandi, Jumat (27/12). IDN Times/Rijalu Ahimsa

Direktur Utama PDAM Tirtamarta, Dwi Agus Triwidodo, mengatakan air minum dalam kemasan ini adalah salah satu bentuk peningkatan pelayanan masyarakat di samping air siap minum gratis dari keran-keran yang sudah ada di beberapa titik Kota Yogyakarta.

Keran air siap minum tersebut terletak di Kantor PDAM, kawasan Malioboro, dan Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (PASTY). Keran air minum tersebut membuktikan bahwa air dari PDAM memiliki kebersihan yang bagus sehingga bisa langsung diminum.

"Di depan kantor PDAM, di sebelah timur pintu gerbang kami membuka keran gratis. Keran gratis itu dalam sehari itu bisa kita lihat frekuensinya. Satu tangki itu 5.000 kubik, kalau tangki kami di tandon belakang itu kita proses dan airnya kita gunakan kepada masyarakat, sekitar 3 hari bisa habis," ungkap Agus dalam jumpa pers di Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfosandi) Kota Yogyakarta, Jumat (27/12).

Agus juga mengakui bahwa keran air minum gratis yang disediakan di depan kantor PDAM Kota Yogyakarta sudah dengan baik digunakan masyarakat dari hasil temuannya yang melihat tukang becak, becak motor (bentor), dan pedagang sarapan mengambil air minum gratis tersebut pada dini hari sebelum memulai beraktivitas. Begitu juga dengan anak-anak sekolahan yang setelah berolahraga berbondong-bondong mengisi botol air minum melalui keran tersebut. 

2. Keran air minum gratis masih belum optimal di beberapa titik

Dwi Agus Triwidodo, Dirut PDAM Tirtamarta Kota Yogyakarta. IDN Times/Rijalu Ahimsa

Meskipun begitu, PDAM masih belum merencanakan pengembangan keran air minum ini dengan membuka lebih banyak titik. Pihaknya menganggap keran itu belum optimal akibat penggunaan masyarakat yang tidak sesuai kegunaannya.

Beberapa masyarakat justru menggunakan untuk mencuci tangan atau kaki, padahal satu titik keran tersebut memakan biaya hingga Rp200 jutaan, belum lagi tenaga dan biaya perawatannya.

"Rencana pengembangan belum, karena kami juga baru mengevaluasi kita pasang itu apakah optimal. Karena di beberapa (titik) kurang bermanfaat. Di sisi lain justru digunakan (untuk hal) yang lain. Karena biaya kita itu satu titik hampir Rp200 jutaan. Istilahnya kurang dipelihara kan eman-eman," tutur Agus.

Sehingga untuk lebih melayani masyarakat melalui air minum, PDAM memilih fokus mengembangkan air minum dalam kemasan bermerek Ayo. Air minum dalam kemasan ini memiliki keunggulan potensial Hidrogen (pH) 8 dan Total Dissolve Solid (TDS) kurang dari 10 ppm. 

Baca Juga: Demi Operasional, PDAM Yogyakarta Akan Lakukan Penyesuaian Tarif

Berita Terkini Lainnya