Comscore Tracker

Masjid Camii, Tempat Nikah Syahrini jadi Favorit Turis Indonesia

Masjid terbesar di Jepang

Tokyo, IDN Times - Masjid Camii, di Tokyo, mendadak kondang bagi wisatawan asal Indonesia yang berkunjung ke Jepang. Masjid ini mendadak kondang setelah penyanyi Syahrini melangsungkan akad nikah dengan pengusaha Reino Barack di masjid ini pada 27 Februari 2019.

Sebelumnya, penyanyi Maia Estianty juga memilih masjid ini untuk acara akad nikah dengan pengusaha Irwan Mussry pada Oktober 2018.

Sejak itu masjid ini jadi tujuan favorit bagi turis asal Indonesia. Tak hanya wisatawan asal Indonesia, warga Jepang pun tertarik mengunjungi tempat ibadah itu. Salah satunya,  Naomi yang berkunjung ke masjid itu pada, Minggu (27/10) siang. Perempuan Jepang itu bersimpuh di atas karpet warna hijau yang empuk. Nyaman.

Naomi mengenakan syal warna putih yang dibalut menutupi kepalanya. Sejenak, matanya menjelajahi arsitektur masjid yang indah dengan corak desain Ottoman. Beberapa pengunjung asal Indonesia tengah menunaikan salat zuhur.

"Saya mendengar cerita tentang masjid ini dan mumpung ke sini, saya mampir," kata Naomi yang mengaku berasal dari Saitama.

Masjid Camii yang juga menjadi Pusat Kebudayaan Turki ini adalah masjid bersejarah untuk perkembangan Islam di Jepang. 

Yuk simak ceritanya.

Baca Juga: 10 Gaya Topi Cetar ala Syahrini, Membahana!

1. Masjid Tokyo Camii didirikan pada 1938

Masjid Camii, Tempat Nikah Syahrini jadi Favorit Turis IndonesiaIDN Times/Uni Lubis

Tokyo Camii adalah sebutan yang berasal dari bahasa Turki untuk "Jamii" atau masjid yang besar dan menjadi pusat kegiatan ibadah bagi muslim. Masjid yang letaknya di pinggir jalan besar di distrik Ôyama-chô di kawasan Shibuya, Tokyo ini dibangun oleh para imigran Bashkir dan Tatar asal Rusia yang datang ke Jepang setelah Revolusi Oktober. Masjid dibangun dengan pengawasan Abdurreshid Ibrahim, imam pertama masjid tersebut.

2. Masjid Tokyo Camii adalah masjid terbesar di Jepang

Masjid Camii, Tempat Nikah Syahrini jadi Favorit Turis IndonesiaIDN Times/Uni Lubis

Meskipun bukan masjid pertama yang dibangun di Jepang, Masjid Camii adalah masjid terbesar di Negeri Matahari Terbit. Masjid bisa menampung total 1.200an jemaah salat. Tempat untuk jemaah perempuan ada di bagian atas, semacam mezzanin dengan ukuran luasan lebih kecil. Tangga melingkar yang dilapisi karpet hijau menjadi jalan ke atas. Agak sempit.

Baca Juga: 5 Perilaku Warga Jepang Ini Mengingatkan Kita Akan Rasa Tanggung Jawab

3. Masjid Tokyo Camii dibangun dengan arsitektur gaya Ottoman

Masjid Camii, Tempat Nikah Syahrini jadi Favorit Turis IndonesiaIDN Times/Uni Lubis

Dalam bahasa Arab, masjid artinya adalah "tempat di mana seseorang menundukkan kepala". Memasuki Tokyo Camii, keindahannya membuat decak "Wow". Kagum. Namun sesaat kemudian kita menundukkan kepala, bersujud. Bersyukur. Bahkan melakukan salat bagi yang muslim. Kapan lagi?

Desain interior dan eksterior masjid mirip dengan "Blue Mosque" atau Masjid Biru di Istanbul.

Bahan desain dibawa dari Turki. Sekitar 100an orang bekerja selama setahun membangun masjid menjadi yang kita lihat saat ini. Di lantai bawah adalah pusat kebudayaan Turki

4. Masjid Tokyo Camii dihiasi kaligrafi asmaul husna

Masjid Camii, Tempat Nikah Syahrini jadi Favorit Turis IndonesiaIDN Times/Uni Lubis

Sebuah lampu hias yang cantik menjadi pusat perhatian di bawah kubah yang memayungi ruang utama masjid. Tidak semewah lampu kristal di Masjid Mira Prospek di Moskow, yang dapat hadiah dari Perdana Menteri Turki Tayyip Erdogan. Tapi lampu di Masjid Camii serasi dengan ragam hias kaligrafi di langit-langit dan dinding interiornya. 

Kaligrafi asmaul husna atau 99 nama Allah SWT juga menghiasi dinding bagian atas, bagaikan renda yang indah.

Ciri khas desain era Ottoman juga melekat pada mimbar tempat khatib menyampaikan khotbah salat Jumat.

5. Masjid Tokyo Camii dilengkapi perpustakaan mini dan toko kelontong

Masjid Camii, Tempat Nikah Syahrini jadi Favorit Turis IndonesiaIDN Times/Uni Lubis

Ruang serbaguna masjid berada di lantai bawah. Puluhan buku mengisi rak di dinding sebelah ruang tamu yang juga kental nuansa arsitektur Ottoman dan dominasi warna biru. 

Ada juga toko kelontong dan pojok cendera mata. Di toko kelontong tersedia beragam makanan termasuk merek mi instan asal Indonesia.

Berdasarkan wawancara dengan media lokal, Imam Tokyo Camii menceritakan bahwa agama Islam masuk ke Jepang pada abad ke-20, dibawa bangsa Tartar yang datang sebagai pengungsi saat Revolusi Rusia tahun 1917.

"Saat itu ada kelompok warga asal Turki yang berasal dari Asia Tengah datang ke Jepang lewat Siberia dan Tiongkok," kata Imam Nurullah.

Pada awalnya mereka membangun sekolah untuk anak-anak dan masjid tempat berdoa bagi komunitasnya. Izin dari pemerintah Jepang terbit pada 1928, sekolah dibuka pada 1935.  Pembangunan masjid rampung pada 1938.

Islam adalah agama minoritas di Jepang. Menurut data 2015 ada 120 ribuan pemeluk muslim, 20 persen di antaranya adalah warga Jepang. Saat ini diperkirakan ada 80 masjid di berbagai kota besar di Jepang.

Profesor Nasarudin Umar, imam Masjid Istiqlal yang mengaku sahabat pengusaha Rosano Barack, mengatakan ada peran Rosano dalam pembangunan Tokyo Masjid Camii yang sekarang. Rosano adalah ayah Reino Barack.

Baca Juga: 11 Potret Megah Masjid Tokyo Camii, Tempat Pernikahan Syahrini-Reino

Topic:

  • Febriana Sintasari

Berita Terkini Lainnya