Comscore Tracker

Wisata Alam Boleh Dibuka asal Pengunjung Hanya 50 Persen   

Wisata alam yang dibuka berada di zona hijau dan kuning

Jakarta, IDN Times - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, memberikan lampu hijau pembukaan pariwisata alam di tengah pandemik virus corona.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Doni Monardo, mengatakan pembukaan objek pariwisata alam akan dilakukan secara bertahap di zona hijau dan kuning terlebih dahulu.

"Saya akan mengumumkan kawasan-kawasan pariwisata alam yang direncanakan akan dibuka secara bertahap, untuk memulai aktivitas berbasis ekosistem dan konservatif dengan tingkat risiko COVID-19 yang paling ringan," ujar Doni dalam keterangan pers yang disiarkan langsung di channel YouTube BNPB Indonesia, Senin (22/6).

Baca Juga: Dua Tempat Wisata Candi Dibuka, Angin Segar bagi Pelaku Wisata

1. Daftar destinasi wisata alam yang sudah boleh dibuka

Wisata Alam Boleh Dibuka asal Pengunjung Hanya 50 Persen   Wisata Alam (IDN Times/Sunariyah)

Menurut Doni, ada sejumlah kawasan wisata alam yang sudah diperbolehkan dibuka, yakni kawasan wisata bahari, konservasi perairan, kawasan petualangan, taman nasional, taman wisata alam, taman hutan raya, swaka marga satwa, dan geopark.

"Pariwisata alam non-kawasan konservasi antara lain kebun raya, kebun binatang, taman safari, desa wisata, dan kawasan wisata alam yang dikelola oleh masyarakat," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana tersebut.

2. Tempat wisata alam yang dibuka diutamakan berada di kawasan hijau dan kuning

Wisata Alam Boleh Dibuka asal Pengunjung Hanya 50 Persen   Wisata Alam (IDN Times/Sunariyah)

Kawasan pariwisata alam, kata Doni, tidak langsung dibuka 100 persen tetapi dilakukan secara bertahap. Pengunjung yang datang juga harus dibatasi maksimal 50 persen dari kapasitas normal.

Doni menerangkan kawasan wisata alam yang diizinkan dibuka adalah kawasan yang berada di zona hijau dan kuning.

"Untuk zona lain akan diatur dari kesiapan daerah dan pengelola kawasan. Keputusan pembukaan pariwisata alam yang berada di 270 kabupaten/kota pada zona hijau dan kuning, diserahkan kepada bupati dan wali kota," kata Doni.

3. Pengambilan keputusan harus melalui proses musyawarah

Wisata Alam Boleh Dibuka asal Pengunjung Hanya 50 Persen   Doni Monardo selaku Kepala BNPB melakukan pemaparan di depan Presiden Jokowi saat melakukan kunjungan ke Gedung BPNB pada Rabu, 10 Juni 2020 (Dok. Biro Pers Kepresidenan)

Doni menjelaskan untuk memutuskan tempat wisata alam mana saja yang akan dibuka, sejumlah pihak terkait harus bermusyawarah terlebih dahulu. Pihak yang bisa memutuskan pembukaan objek wisata itu adalah forum komunikasi pimpinan daerah, pengelola kawasan wisata alam, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di daerah, pakar epidemiologi, pakar kesehatan masyarakat, pakar ekonomi kerakyatan, tokoh agama, tokoh budaya, tokoh masyarakat, tokoh pers, dan pegiat usaha khususnya pelaku pariwisata serta DPRD melalui pendekatan kolaborasi.

"Saya juga mengingatkan agar para bupati dan wali kota selalui melakukan konsultasi dengan para gubernur, dan mengacu kepada regulasi yang telah dibuat pemerintah pusat terkait kebijakan masyarakat produktif dan aman COVID-19," ujar Doni.

Baca Juga: Hanya 6 Hari Pasien COVID-19 di DIY Dinyatakan Sembuh   

Topic:

  • Febriana Sintasari

Berita Terkini Lainnya