Comscore Tracker

Mengenal Deepfake, Teknologi Canggih untuk Bikin Video Hoaks

Agar kamu lebih waspada dan gak mudah percaya

Perkembangan teknologi semakin pesat. Namun, hal ini juga berarti manipulasi digital lebih mudah dilakukan. Seperti sebuah teknologi yang bernama deepfake, yang punya kemampuan memanipulasi wajah dalam video lewat kecerdasan buatan.

Lewat teknologi ini wajah seseorang di dalam video bisa ditukar dengan wajah orang lain. Dengan manipulasi video, hoaks pun jadi terlihat lebih nyata. Nah, agar kamu lebih waspada dan gak tertipu, yuk kenali deepfake lebih dalam! 

1. Mengenal lebih dekat seputar deepfake

Mengenal Deepfake, Teknologi Canggih untuk Bikin Video Hoaksgoberoi.com

Pertama kali dicetuskan pada tahun 2017, deepfake adalah teknik rekayasa citra manusia dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI). Deepfake bekerja dengan cara menggabungkan gambar atau video asli dengan gambar atau video yang ingin dimanipulasi.

Akibatnya, deepfake sering dimanfaatkan untuk tindak kejahatan seperti membuat konten porno selebriti atau tokoh publik, revenge porn, berita palsu atau digunakan untuk tipuan jahat.

2. Sejumlah selebriti dan publik figur jadi korban deepfake

Mengenal Deepfake, Teknologi Canggih untuk Bikin Video Hoaksbusinessinsider.sg

Cukup banyak figur publik dan selebriti yang menjadi korban deepfake. Antara lain Daisy Ridley dan Gal Gadot. Korban lainnya adalah Emma Watson, Katy Perry, Taylor Swift sampai Scarlett Johansson. Para selebriti perempuan sering kali menjadi target deepfake yang berkaitan dengan konten pornografi.

Tentu saja adegan-adegan di deepfake itu tidak nyata dan segera dibantah oleh para selebriti itu. Scarlett Johansson menuturkan bahwa dirinya dan publik figur lain yang telah memiliki nama besar akan dilindungi oleh ketenaran mereka, sehingga publik tak begitu saja percaya.

Namun, deepfake akan membahayakan bagi perempuan yang kurang terkenal dan bisa merusak reputasinya dalam sekejap mata. 

3. Para politisi juga bisa jadi korban

Mengenal Deepfake, Teknologi Canggih untuk Bikin Video Hoaksiflscience.com

Selain selebriti, kalangan politisi juga rentan dijadikan korban deepfake! Yang pernah terjadi, di antaranya adalah wajah Presiden Argentina, Mauricio Macri, yang diganti dengan wajah Adolf Hitler.

Atau wajah Angela Merkel yang diganti dengan Donald Trump. Apabila sulit untuk membayangkan bagaimana deepfake bekerja, cukup bayangkan dua orang yang wajahnya diganti dengan face-swap, namun dengan hasil yang lebih halus.

Foto dan video para politisi ini diedit sedemikian rupa dengan berbagai alasan. Selain sebagai bentuk olok-olok, deepfake juga dipakai sebagai bentuk protes. Ketua Komite Intelijen Rumah Amerika Serikat menyebut deepfake sebagai "...berita palsu murah yang sangat mudah dibuat."

Baca Juga: 7 Cara Mengenali Review Produk Palsu, Jangan Terkecoh Bintang 5

4. Perangkat apa yang digunakan untuk mengedit?

Mengenal Deepfake, Teknologi Canggih untuk Bikin Video Hoakstrendycrunch.com

Lantas, software macam apa yang digunakan untuk menciptakan deepfake? Mundur ke tahun 2018 silam, aplikasi FakeApp diluncurkan. Dengan aplikasi ini, pengguna bisa mengedit dan menukar wajah orang dengan output berupa video.

Aplikasi ini memanfaatkan algoritme dan teknologi khusus. Aplikasi lain yang serupa adalah DeepFaceLab, FaceSwap dan myFakeApp. FakeApp, misalnya bisa membuat rekonstruksi wajah yang akurat dan menerapkannya dalam video atau gambar bergerak.

5. Apa pengaruh deepfake bagi korban?

Mengenal Deepfake, Teknologi Canggih untuk Bikin Video Hoakselectronics.howstuffworks.com

Tentu saja deepfake bisa sangat merugikan bagi pada korbannya. Pertama, manipulasi gambar dan video menggunakan kecerdasan buatan bisa berbahaya. Seperti pornografi deepfake yang bertujuan untuk mempermalukan targetnya. Selain itu, deepfake juga digunakan untuk tipuan tertarget dan balas dendam (revenge porn).

Deepfake juga bisa mengancam reputasi, citra dan kredibilitas seseorang. Apalagi jika deepfake yang dihasilkan terlihat real dan mirip dengan aslinya. Deepfake yang terlanjur tersebar bisa mengancam kedudukan dan pekerjaan seseorang.

6. Apakah deepfake bisa diproses hukum?

Mengenal Deepfake, Teknologi Canggih untuk Bikin Video Hoaksphys.org

Karena merugikan, pembuatan konten deepfake bisa ditindak secara hukum. Virginia, salah satu negara bagian AS, menjadi yang pertama yang melarang pornografi berbasis deepfake. Virginia secara resmi memperluas larangan pornografi non-konsensual, termasuk deepfake yang merupakan hasil olah imaji lewat teknologi komputer.

Sejak tahun 2014, Virginia telah melarang penyebaran gambar telanjang atau video dengan tujuan memaksa, melecehkan atau mengintimidasi orang lain. Ini melanggar aturan pelanggaran ringan kelas 1 yang bisa dijatuhi hukuman penjara hingga 12 bulan dan denda hingga US$2.500 (atau sekitar Rp35 juta), tegas laman The Verge.

7. Ini cara kita untuk melawan deepfake!

Mengenal Deepfake, Teknologi Canggih untuk Bikin Video Hoaksverywellmind.com

Pada dasarnya, melawan kejahatan deepfake sama dengan cara memerangi hoaks dan berita palsu. Pertama, jangan langsung percaya dengan kabar yang beredar, sekalipun itu berbentuk video. Selalu kroscek kebenarannya dari berbagai sumber terpercaya. 

Selain itu, jangan mudah untuk menyebarkan sesuatu yang kita belum ketahui kebenarannya. Karena ini nantinya bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain. Apabila mampu, lakukan edukasi terkait deepfake terhadap keluarga atau orang terdekat.

Nah, dengan bekal pengetahuan seputar deepfake ini, mudah-mudahan kita semua bisa lebih waspada dengan konten-konten yang tidak jelas kebenarannya. Yang paling penting, jangan asal share, apalagi di grup WhatsApp keluarga.

Baca Juga: 5 Tanda Akun WhatsApp Milikmu Diretas, Segera Antisipasi!

Topic:

  • Paulus Risang

Berita Terkini Lainnya