Comscore Tracker

Langgar Aturan Pakai Internet, Warga di Negara Ini akan Dipenjara 

7 negara ini terapkan aturan ketat memakai internet  

Internet saat ini menjadi barang penting saat pandemic COVID-19. Kebijakan Work From Home (WFH) dan sekolah daring membuat internet diperlukan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Berbicara soal internet, warga Indonesia termasuk beruntung, negara tidak punya banyak batasan terhadap penggunaan internet. Ada sejumlah regulasi yang diwacanakan, tetapi sampai saat ini, warga Indonesia tidak ada kendala dalam mengakses semua situs yang diperlukan.

Padahal di negara-negara lain, pemerintahnya menetapkan peraturan yang ketat pada akses internet. Dengan berbagai alasan, pemerintah di negara tersebut memblokir banyak situs dan aplikasi. Selain itu, ada pula yang mengawasi semua tindak tanduk warganya di dunia maya. Nah pengin tahu negara mana yang menerapkan pembatasan tersebut? Lalu apa sajakah regulasi yang dimilikinya? Yuk ikuti penjelasannya berikut ini!

 

1. Vietnam

Langgar Aturan Pakai Internet, Warga di Negara Ini akan Dipenjara instagram.com/vietnamtravelers

Tak disangka-sangka, ternyata negara tetangga kita ini juga memiliki aturan internet yang ketat. Namun regulasi yang dimiliki oleh Vietnam lebih mengarah pada pembatasan kebebasan beropini di dunia maya.

Semua situs dan penggunaan internet untuk mengkritik pemerintah akan diberi sanksi tegas, yaitu berupa hukuman penjara. Informasi kontroversial yang mengandung kekerasan, pornografi, dan takhayul juga diblokir. 

2. Ethiopia

Langgar Aturan Pakai Internet, Warga di Negara Ini akan Dipenjara aljazeera.com

Negara kecil yang terletak di Afrika, Ethiopia juga memiliki aturan pembatasan terhadap internet. Mengingat banyaknya protes dan konflik di sana, pemerintah memberlakukan larangan untuk menyuarakan pendapat di dunia maya. 

Jika kamu ketahuan melakukannya, kamu terancam mendapatkan sanksi berupa hukuman penjara. Bukan hanya itu, internet juga dimiliki oleh negara sehingga mereka bisa memutusnya kapan pun.

“Semua koneksi kepada internet internasional benar-benar tersentralisasi via Ethio Telecom, ini memungkinkan pemerintah untuk memutus internet semau mereka,” mengutip laporan Freedom on the Net yang terbit pada tahun 2018.

3. Arab Saudi

Langgar Aturan Pakai Internet, Warga di Negara Ini akan Dipenjara middleeasteye.net

Negara pertama yang membatasi penggunaan internet warganya adalah Arab Saudi. Dilansir dari Interesting Engineering, semua traffic internet dikelola dan disaring oleh sebuah proxy di King Abdulaziz City for Science & Technology. Lalu apa saja yang tidak boleh dan tidak bisa diakses di negara tersebut?

Semua topik atau situs yang mengandung informasi tentang penggunaan obat terlarang, LGBT, pornografi, dan perjudian akan diblokir. Tidak hanya itu, situs yang menentang kerajaan Saudi juga dilarang, termasuk pula situs yang berafiliasi dengan Iran, Yaman, dan Siria. Tercatat bahwa ada sekitar 400 ribu situs yang dilarang beroperasi di sana.

4. Iran

Langgar Aturan Pakai Internet, Warga di Negara Ini akan Dipenjara yimg.com

Pemerintah Iran telah membuat pernyataan yang tegas bahwa mereka tidak menginginkan pengaruh Negara Barat terhadap warganya. Untuk melakukannya, mereka pun membatasi akses terhadap Twitter, YouTube, Facebook, Telegram, dan semua platform yang asalnya dari barat. 

Bukan hanya itu, semua kritik yang ditujukan kepada pemerintah juga akan diblokir. Ini dilakukan untuk menekan jumlah protes di internet. Dilansir dari CIGI Online, mereka bahkan memiliki istilah “halal internet” yang meliputi semua situs yang aman untuk diakses tanpa upaya pemblokiran pemerintah. 

Baca Juga: 8 Aplikasi dan Website Ini Diblokir di China, Jangan Harap Bisa Akses!

5. Tiongkok

Langgar Aturan Pakai Internet, Warga di Negara Ini akan Dipenjara turner.com

Selain terkenal dengan The Great Wall atau Tembok Besar, Tiongkok juga dijuluki sebagai The Great Firewall. Apa artinya? Julukan itu disematkan karena negara tersebut melakukan sensor besar-besaran pada akses internet warganya. 

Ada banyak aplikasi dan situs yang diblokir di negara Asia Timur itu. Di antaranya adalah Google, Instagram, Facebook, Twitter, dan WhatsApp. Hal ini dilakukan untuk menekan aspirasi dan protes yang menentang pemerintah. 

Sebagai gantinya, Tiongkok mengembangkan berbagai situs dan aplikasinya sendiri. Contohnya Weibo untuk media sosial, Baidu untuk mesin pencari, dan lain sebagainya. 

6. India

Langgar Aturan Pakai Internet, Warga di Negara Ini akan Dipenjara mnnonline.org

Dilansir dari New York Times, pemerintah India mengatakan bahwa mereka ingin melakukan penyensoran internet seperti metode yang diterapkan oleh Tiongkok. Beberapa situs dan aplikasi yang diblokir di sana adalah Reddit, Telegram, situs pornografi, hingga TikTok (blokir baru saja dicabut).

Pada tahun lalu, India juga menghadapi konflik dengan Facebook. Pasalnya, negara tersebut tidak setuju dengan sistem enkripsi yang dimiliki oleh WhatsApp. Mereka menilai bahwa membutuhkan transparansi. Sedangkan WA memang berkomitmen untuk melindungi privasi penggunanya untuk sistem tersebut.

7. Korea Utara

Langgar Aturan Pakai Internet, Warga di Negara Ini akan Dipenjara ibtimes.com

Tak lengkap rasanya membicarakan pembatasan internet tanpa Korea Utara. Negara yang dipimpin oleh Kim Jong Un tersebut bisa dibilang memiliki pembatasan paling banyak dan ketat di antara semua negara yang ada di daftar ini. 

Pertama, pemerintah menyadap semua smartphone dan komputer yang dipakai oleh warganya untuk memudahkan dalam memantau aktivitas mereka. Kedua, internet sepenuhnya dikendalikan dan dikontrol oleh pemerintah.

Warga pun tidak boleh berhubungan dengan orang yang ada di negara lain. Akses terhadap situs dan konten hiburan internasional dilarang keras, semua yang melanggar akan mendapatkan hukuman yang kejam. Bisa berupa eksekusi mati, penjara, atau dihilangkan tanpa jejak.

Saat menghadapi pandemik seperti saat ini, bagaimana dengan proses belajar dan kerja jarak jauh (WFH) seperti yang dilakukan di Indonesia? 

Baca Juga: 8 Cara Korea Utara Membatasi Gerak Warganya dengan Teknologi

Topic:

  • Febriana Sintasari

Berita Terkini Lainnya