Comscore Tracker

Sudah Gak Zaman, 7 Tren Smartphone Ini Gak Cocok Diusung di 2021

Padahal tahun lalu masih terkesan keren

Meski babak belur dihajar pandemik COVID-19, sejumlah pabrikan smartphone telah menelurkan sejumlah inovasi menarik di tahun 2020. Misalnya, kini teknologi 5G gak eksklusif dimiliki ponsel flagship saja, kelas mid-range juga kebagian.

Tak hanya itu, sektor fotografi juga dimanjakan dengan teknologi empat kamera. Tapi, apakah tren yang sama bakal tetap menarik di tahun 2021? Bisa jadi jawabannya tidak. Melansir Android Authority, berikut ini beberapa tren smartphone 2020 yang gak cocok diusung pada 2021.

1. Memberi label "5G" di setiap produk

Sudah Gak Zaman, 7 Tren Smartphone Ini Gak Cocok Diusung di 2021Nokia 8.3 yang diubah namanya jadi Nokia 8 V 5G UW karena Verizon. gizmochina.com

Sejak diumumkan pada April 2019 lalu, kata "5G" pada smartphone adalah fitur premium. Wajar kalau smartphone flagship beramai-ramai dilabeli 5G. Namun, tahun ini, dukungan 5G menjadi hal yang semakin biasa saja, meskipun 5G belum menjangkau Indonesia. Jadi rasanya gak perlu lagi menyematkan label "5G" di produk smartphone.

Salah satu tren yang "menggelikan" pada 2020, adalah saat salah satu provider jaringan di AS, Verizon, menyematkan ungkapan "UW 5G" atau dukungan pita ultra-lebar (ultrawide) untuk koneksi 5G. Salah satu smartphone, Nokia 8.3, diubah namanya menjadi "Nokia 8 V 5G UW" yang rilis pada November lalu. Penamaan macam apa itu?!

2. Melapisi bagian smartphone flagship dengan plastik atau glasstic yang murah

Sudah Gak Zaman, 7 Tren Smartphone Ini Gak Cocok Diusung di 2021Samsung Galaxy Note20 (kiri) dan Note20 Ultra (kanan). esrgear.com

Tidak masalah bila Samsung ingin menggunakan glasstic, lapisan plastik pada bagian belakang HP yang terasa seperti kaca. Tetapi, yang menjadi masalah adalah saat glasstic, yang sering berada di kelas menengah, juga ikut disematkan pada HP kelas atas. Contohnya? Samsung Galaxy Note 20!

Dengan harga belasan juta, para pelanggan lebih berharap Galaxy Note 20 untuk memberikan lapisan lain yang lebih high class dibandingkan glasstic yang biasa pada lini Galaxy mid-range. Daripada plastik yang terasa seperti kaca, mengapa tidak "kaca" saja? Oleh karena itu, penggunaan glasstic lebih baik dilapiskan pada seri A saja.

Selain itu, daripada mengurusi lapisan plastik atau glasstic, alangkah lebih baik jika Samsung mengurus spesifikasi HP-nya agar benar-benar memuaskan dan sesuai dengan harganya. Betul apa betul?

3. Menyematkan kamera 2 MP di belakang? Buat apa?

Sudah Gak Zaman, 7 Tren Smartphone Ini Gak Cocok Diusung di 2021Poco Global

Kemudian, salah satu tren yang santer namun mulai memuakkan adalah menyematkan sensor kamera 2 MP yang bertugas sebagai lensa macro atau depth pada jajaran kamera belakang.

Selain berkualitas rendah, terlihat ini hanya "akal-akalan" produsen smartphone, dari Xiaomi dan Poco, Oppo dan Realme, hingga Samsung, untuk membuat kamera seolah-olah "banyak". Kalau tujuannya membuat kamera belakang menjadi empat/quad, ya mereka berhasil. Kualitas? Tidak berubah banyak!

Daripada mengurus jumlah, lebih baik mereka mengurus kualitas kamera smartphone-nya. Jadi, lebih baik tingkatkan kinerja kamera utama, lensa ultra-wide, hingga macro itu. Kalaupun mereka bersikeras menawarkan lensa 2 MP sebagai lensa macro atau depth, mohon tingkatkan kinerjanya untuk menangkap gambar secara close up secara jelas.

Baca Juga: Mau Beli Ponsel? 7 HP Android Terbaru Ini Rilis di Januari 2021

4. Pengisian berbasis kabel yang lambat pada flagship

Sudah Gak Zaman, 7 Tren Smartphone Ini Gak Cocok Diusung di 2021phonearena.com

Tahun lalu, HP flagship seperti OnePlus 8T dan Xiaomi Mi 10 Ultra membanggakan pengisian daya berbasis kabel yang cepat, yaitu masing-masing 65W dan 120W! Kurang dari sejam, baterai sudah 100 persen! Selain mereka berdua? Jarang kita mendengar HP kelas atas yang menawarkan kecepatan recharge seperti itu.

Di harganya, HP flagship seperti Apple iPhone 12 Pro Max atau Samsung Galaxy Note 20 Ultra mengusung kecepatan pengisian hanya 20W dan 25W masing-masing! Lho? Xiaomi Poco X3 NFC saja mendukung 33W. Sudah saatnya mereka mendongkrak kecepatan pengisian daya di 2021 agar sesuai fitur dan keefektifannya sesuai dengan harganya! 

Memang, kekhawatiran pengisian cepat/fast-charging dapat menurunkan usia baterai santer di kalangan masyarakat. Tetapi, HP masa kini pun juga sarat dengan fitur yang membuat baterai menurun dengan cepat! Lagi pula, seiring waktu, usia baterai pun, tidak terelakkan lagi, akan mengalami penurunan.

5. Komitmen pemutakhiran sistem yang setengah-setengah

Sudah Gak Zaman, 7 Tren Smartphone Ini Gak Cocok Diusung di 2021Pembaruan sistem Android. dignited.com

Sebelumnya, Google sudah berkomitmen untuk menawarkan update sistem Android bertahap selama 3 tahun untuk seri Pixel. Samsung pun juga ikut menawarkan komitmen yang sama untuk beberapa smartphone-nya.

Di sisi lain, OnePlus yang hanya berkomitmen pada satu update pada seri Nord N10 dan N100, sementara Motorola juga hanya menjanjikan satu update dan itu untuk Motorola Edge+! Setelah mendengar kritik dan saran, akhirnya Motorola mengubah komitmennya menjadi dua update. Akan tetapi, mengapa harus dicerca dulu baru berubah?

Saat ini, COVID-19 masih berkecamuk dan kondisi ekonomi pun tidak menentu. Dengan kata lain, daripada ganti HP mereka akan terus bertahan dengan gadget yang dimiliki sekarang. Karena itu, lebih baik di 2021, mereka mengubah komitmen update sistem sehingga konsumen pun juga tidak menderita dampaknya.

6. Harga mahal untuk smartphone flagship

Sudah Gak Zaman, 7 Tren Smartphone Ini Gak Cocok Diusung di 2021Lihat-lihat smartphone sebelum membeli. irishtimes.com

Produsen-produsen HP yang merilis seri flagship-nya tahun lalu pasti terpaksa harus membanderol harga-nya setinggi langit!

Hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh kelangkaan bahan yang disebabkan oleh roda produksi tersendat COVID-19. Selain itu, adanya embel-embel koneksi "5G" turut mendongkrak harga HP. Meskipun agak "senang" dengan rilisnya HP kaya fitur, namun harganya bisa bikin "gigit jari".

Jadi, salah satu tren yang diharapkan pada 2021 adalah kembalinya harga HP flagship ke harga yang sepantasnya. Ya, hal itu mungkin bergantung dari waktu berakhirnya pandemi ini. Semoga saja pandemik COVID-19 cepat berakhir dan roda produksi kembali mulus.

7. Mementingkan kuantitas daripada kualitas

Sudah Gak Zaman, 7 Tren Smartphone Ini Gak Cocok Diusung di 2021Peluncuran tiga varian Redmi 9 di Inggris. trustedreviews.com

Pada 2020, kita menyaksikan tren saat produsen HP merilis banyak lini HP dengan fitur yang beda tipis dengan lini utamanya. Sama saja bohong, dong?!

Sebagai contoh, pertimbangkan kinerja lini Realme Narzo dengan jajaran smartphone mid-range utama Realme (kecuali seri X). Selain Narzo, kami pun juga melihat hal yang sama pada Xiaomi Redmi 9 yang berjejer dari versi biasa, A, sampai C. Haruskah sebanyak itu? Toh, kinerjanya pun 11-12 dengan perbedaan harga yang tidak begitu jauh.

Nah, di tahun 2021, butuh lebih dari sekadar perubahan merek saja untuk para produsen HP agar dapat memikat pelanggan! Sekali lagi, kalau pun perubahan merek itu memang perlu, lebih baik diikuti dengan perubahan di kinerja atau setidaknya desainnya.

Sudah Gak Zaman, 7 Tren Smartphone Ini Gak Cocok Diusung di 2021Smartphone lipat, tren di 2020. unsplash.com/Zana Latif

Itulah tren-tren smartphone yang ingin kami lihat berubah pada 2021. Intinya, daripada mengubah yang kecil-kecil, lebih baik ubah kinerja HP agar pelanggan puas dengan harganya!

Nah, tren smartphone di atas memang selayaknya tak diusung lagi di tahun ini. Menurutmu, tren apa yang layak ditinggalkan tapi belum termasuk dalam daftar di atas?

Baca Juga: Sempat Populer, 7 Teknologi Ini Mati pada Satu Dekade Terakhir

Topic:

  • Paulus Risang

Berita Terkini Lainnya