Comscore Tracker

Mubazir, 5 Alasan Kenapa TV 8K Belum Dibutuhkan Saat Ini

Resolusi 8K masih terlalu berlebihan

Reolusi 8K ultra-high-definition (UHD) merupakan standar tertinggi saat ini, baik pada televisi maupun sinematografi digital. Jika dibandingkan, resolusi 8K memiliki dimensi 7680x4320. Ukurannya 4 kali lipat resolusi 4K UHD dan 16 kali lipat resolusi Full HD.

Ini artinya, kualitas gambar yang dihasilkan layar beresolusi 8K lebih tajam dan detail. Namun, benarkah kehadiran TV 8K akan sesuai dengan ekspektasi kita saat ini? Berikut beberapa alasan mengapa TV 8K masih belum dibutuhkan untuk saat ini.

1. Konten resolusi 8K masih sangat jarang

Mubazir, 5 Alasan Kenapa TV 8K Belum Dibutuhkan Saat Inidigitaltveurope.com

Sebelum membeli TV 8K, sadarilah bahwa konten-konten yang dibuat dengan resolusi 8K saat ini masih sangat jarang. Jangankan 8K, konten resolusi 4K saja sekarang masih sangat sedikit yang membuatnya.

Para pembuat konten tentu akan mempertimbangkan berbagai hal sebelum membuat konten 8K. Salah satunya karena ukuran datanya yang bisa menjadi sangat besar, bahkan hingga ratusan GB. Hal inilah yang membuat ketersediaan konten 8K masih sangat sedikit untuk saat ini.

2. TV 4K sudah overkill

Mubazir, 5 Alasan Kenapa TV 8K Belum Dibutuhkan Saat Iniign.com

Seperti yang dijabarkan di atas, jangankan 8K, 4K saja masih memiliki konten yang cukup minim. Untuk game misalnya, PlayStation 5 dan Xbox Series X yang akan rilis pada akhir 2020 nanti akan menggunakan support gambar resolusi 4K.

Walaupun begitu, pada kenyataannya di lapangan masih banyak developer yang merancang game besutannya untuk basis gambar resolusi 1080p (Full HD). Sehingga untuk saat ini, jika telah memiliki TV 4K saja sebetulnya sudah lebih dari cukup.

Baca Juga: Desain Konsolnya Dicibir, 25 Game Ini Bakal Meramaikan PlayStation 5

3. Butuh koneksi internet yang lebih cepat

Mubazir, 5 Alasan Kenapa TV 8K Belum Dibutuhkan Saat Inihowtogeek.com

Menurut Netflix, 1 jam streaming konten 4K akan mengonsumsi bandwidth sekitar 7 GB dan membutuhkan koneksi 25 Mbps atau lebih agar tidak buffering. Karena 8K memiliki 2 kali lipat resolusi vertikal dan horizontal 4K, maka ada 4 kali jumlah piksel pada gambar 8K. Itu artinya dibutuhkan 4 kali lipat bandwidth 4K untuk menghasilkan gambar 8K.

Jadi untuk streaming 1 jam konten 8K akan mengonsumsi bandwidth sekitar 28 GB dan paling tidak dibutuhkan koneksi 100 Mbps. Sementara saat ini kecepatan stabil broadband rata-rata global ada di kisaran 40 Mbps sampai 75 Mbps, bahkan masih banyak negara yang kecepatan koneksinya jauh di bawah rata-rata itu.

4. Harganya masih (sangat) mahal

Mubazir, 5 Alasan Kenapa TV 8K Belum Dibutuhkan Saat Initechradar.com

Penghalang terbesar bagi tiap konsumen biasanya adalah harga. TV 8K baru saja memulai debutnya di pasaran pada tahun 2019. Karena teknologinya baru dan produksinya masih sedikit maka wajar jika sekarang harganya masih sangat mahal. Saat ini harga 1 perangkat TV 8K ada yang dibanderol puluhan juta, ratusan juta, bahkan miliaran rupiah!

Harga TV 8K secara bertahap bisa turun jika orang-orang mulai terbiasa menikmati konten 8K. Pada saat itu tentu para produsen besar mulai memproduksi TV 8K secara massal, yang mengakibatkan harga pabriknya jadi turun. Saat era itu datang, tentu teknologi dan fitur TV 8K sudah lebih canggih ketimbang TV 8K keluaran yang sekarang.

5. Mubazir gak sih?

Mubazir, 5 Alasan Kenapa TV 8K Belum Dibutuhkan Saat Inicnet.com

Sudah mahal-mahal beli TV 8K tapi cuma dipakai untuk menyaksikan konten-konten yang mayoritas masih menggunakan resolusi HD rasanya akan mubazir kan? Dari pada begitu lebih baik budgetnya di tabung dulu deh. Mungkin baru worth it ketika TV 8K telah menjadi standar televisi yang benar-benar kita butuhkan.

Itulah beberapa alasan mengapa TV 8K belum dibutuhkan untuk saat ini. Tentu bisa jadi pertimbangan sebelum kamu membelinya sekarang.

Baca Juga: 7 Tip Membeli Laptop Baru, Cek Dulu Agar Gak Salah Pilih

Artikel ini pertama kali ditulis oleh Muhammad Faisal di IDN Times Community dengan judul 5 Alasan Kenapa TV 8K saat Ini Belum Kita Perlukan, Jangan Tergesa

Topic:

  • Paulus Risang

Berita Terkini Lainnya