Comscore Tracker

Penting, Pertimbangkan 7 Hal Ini Sebelum Membeli Laptop Bekas!

Gak perlu buru-buru biar gak menyesal

Laptop second hand atau bekas bisa menjadi opsi ketika kamu membutuhkan laptop dengan spesifikasi tertentu namun dengan budget minimal. Baik di toko elektronik maupun forum jual beli, cukup mudah menemukan laptop bekas berspesifikasi tinggi dengan harga miring.

Namun meski ada laptop bekas di luar sana yang menarik hati, jangan keburu nafsu untuk membeli. Ada beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan sebelum memboyong laptop itu pulang. Yuk, simak!

1. Sesuaikan spesifikasi dengan kebutuhan

Penting, Pertimbangkan 7 Hal Ini Sebelum Membeli Laptop Bekas!pexels.com/vlada karpovich

Dilansir dari laman web Xplorion dan Gadget Value, kebutuhanmu akan laptop bisa dibagi menjadi tiga jenis, yaitu basic, intermediate, dan advanced.

Kalau basic seperti pekerjaan kantor, surfing internet, dan menyimpan serta berbagi file biasa, setidaknya kamu butuh laptop dengan RAM minimal 2 GB dan prosesor yang minimal lebih cepat dari 1 GHz.

Kalau intermediate seperti sering mengunduh berbagai file video, audio, atau grafis, bermain video games ringan, dan pekerjaan kantor rumit, setidaknya kamu butuh laptop dengan RAM minimal 4 GB serta prosesor yang minimal lebih cepat dari 2 GHz.

Nah, kalau kebutuhanmu sudah advanced seperti mengedit gambar atau video (yang membutuhkan rendering dengan waktu lama), produksi musik, bermain atau memproduksi video game, mengerjakan web hosting, dan pekerjaan rumit yang membutuhkan spek tinggi lainnya, minimal kamu membutuhkan laptop dengan RAM 6 GB ke atas dan prosesor 4 GHz ke atas.

Pertanyaannya, yang manakah kamu? Jika sudah menentukan, kita bisa lanjut ke poin berikutnya.

2. Cari spesifikasi laptop bekas yang sesuai

Penting, Pertimbangkan 7 Hal Ini Sebelum Membeli Laptop Bekas!pixabay.com/StockSnap

Hal kedua yang perlu kamu perhatikan adalah spesifikasinya, dengan merujuk pada kebutuhan prosesor dan RAM di poin sebelumnya.

Dilansir dari Make Tech Easier, saat tengah mencari spesifikasinya, ingat-ingat peranti lunak (software) yang akan kamu gunakan pada laptop bekasmu, seberapa sering kamu akan memakai laptopmu, dan portabilitas laptop tersebut. Teruslah gali hingga ke forum-forum daring untuk melihat berbagai ulasan.

Jika kamu sudah menemukan tipe laptop yang cocok, jangan ragu untuk memfotonya dan mencetak spesifikasinya agar kamu semakin mudah mencari laptop bekas tersebut.

3. Cari tahu harga pasaran

Penting, Pertimbangkan 7 Hal Ini Sebelum Membeli Laptop Bekas!pexels.com/Andrea Piacquadio

Saat kamu mencari laptop bekas incaranmu, cobalah untuk mencari tahu harga pasarannya juga, baik versi baru maupun versi bekas.

Situs Windows Central menyarankan untuk mencari dulu harga laptop baru tersebut dari situs atau toko fisik resmi agar mendapatkan sedikit bayangan. Setelah itu, barulah coba untuk merujuk ke situs FJB seperti Tokopedia, Bukalapak, Kaskus, hingga Facebook  untuk melihat penawaran-penawaran. Jika sudah, maka kamu tinggal berangkat untuk mencarinya.

Tidak mustahil, jika harga laptop bekasnya dipatok mahal atau beda tipis dengan yang baru lebih baik beli yang baru sekalian, kan? Lagi pula laptop baru juga masih mendapatkan garansi resmi dan layanan purnajual. Sekali lagi, pilihan ada padamu.

Selain itu, berhati-hatilah pada laptop bekas dengan harga yang terlalu murah. Contoh, jika laptop yang harga pasaran barunya Rp11 juta, harga bekasnnya Rp9,5 - 10 juta lalu ada yang jual hanya Rp4 juta, jangan cepat menekan tombol "Beli". Hati-hati penipuan!

Baca Juga: 7 Tip Membeli Laptop Baru, Cek Dulu Agar Gak Salah Pilih

4. Beli dari seller/merchant/toko yang terpercaya

Penting, Pertimbangkan 7 Hal Ini Sebelum Membeli Laptop Bekas!pixabay.com/geralt

Untuk menemukan laptop bekas idamanmu, Windows Central menyarankan untuk merujuk ke situs FJB yang terpercaya agar bisa meminimalisir kemungkinan akan tertipu atau mendapatkan laptop bekas yang tidak bermutu. Pastikan situs FJB tersebut memberikan jaminan proteksi konsumen jika laptop bekas tersebut sudah rongsokan atau ditipu.

Sementara itu, Gadget Value mengingatkan bahwa penjual individu dan retailer memiliki prinsip yang berbeda kalau soal harga laptop bekas. Sementara retailer mematok harga yang lebih mahal untuk laptop bekas yang sama dibandingkan penjual individu, retailer pastinya memberikan berbagai jaminan dan kemudahan bertransaksi dengan kartu kredit.

Pilihan ada padamu, ingin membeli laptop bekas dari retailer atau dari penjual individu di FJB. Selama kamu berhati-hati, tidak akan rugi!

5. Usahakan bertemu dengan penjual langsung

Penting, Pertimbangkan 7 Hal Ini Sebelum Membeli Laptop Bekas!ksltv.com

Saat membeli, kamu juga disarankan untuk bertemu langsung dengan sang penjual. Apalagi jika kamu trauma pernah tertipu atau mendapatkan barang palsu, membeli laptop bekas pun tidak bisa dianggap remeh.

Oleh karena itu, Windows Central menyarankan untuk langsung temui penjualnya di tempat yang ramai, seperti mal atau kafe. Dengan begitu, kamu dapat memastikan laptop bekas tersebut bekerja sesuai dengan ekspektasi, sesuai dengan spesifikasi, dan kamu happy.

6. Periksa fisik laptop sebelum dibeli

Penting, Pertimbangkan 7 Hal Ini Sebelum Membeli Laptop Bekas!unsplash.com/Chris Ried

Ketika sudah bertemu penjual dan laptopnya, haruskah langsung kamu bawa pulang? Tunggu dulu!

Inilah saat tepat dan penting bagimu untuk mengecek laptop tersebut secara langsung, secara fisik dan secara spesifikasi. Bawa spesifikasi yang sudah dicetak di poin ke-2? Kalau sudah, mari bahas fisiknya dulu.

Saat kamu melihat, mengangkat, mengendus, hingga mencoba mengetik di laptop bekas tersebut, lihat hal-hal berikut:

  • Sasis laptop,
  • Monitor,
  • Speaker,
  • Keyboard dan trackpad,
  • CD Drive (opsional),
  • Webcam, dan
  • Port USB.

Periksa apakah ada kerusakan, baretan, mur yang lepas, atau goresan halus pada bodi laptop bekas tersebut. Nyalakan lagu kesukaanmu dan cek kinerja speaker-nya, apakah suaranya parau? Lalu, tes monitornya, apakah ada dead pixel? Gadget Value menyarankan software "Dead Pixel Buddy" untuk memeriksa dead pixel pada monitor laptop itu.

Setelahnya, kamu cek tuts keyboard dan kinerja trackpad pada laptop bekas tersebut. Ini penting, karena kedua fitur tersebut yang sering digunakan. Setelahnya, kamu cek fungsi webcam pada laptop bekas itu, apakah memancarkan wajahmu, atau malah blur? Jangan lupa jajal port USB dan lihat apakah laptop bekas tersebut cepat dalam loading USB-nya?

Laptop masa kini sudah jarang mengemas CD Drive dikarenakan kebanyakan informasi yang sudah berbentuk digital. Namun, jika laptop bekas yang kamu beli tetap memiliki CD Drive, tetap periksa! Jaga-jaga jika kamu butuh meng-install software baru, kamu bisa menggunakan CD Drive tersebut.

Nah, jika fisiknya sudah tidak oke, maaf sekali, tetapi, lebih baik kamu cari yang lain. Percuma beli, jika kamu harus mengeluarkan dana ekstra untuk menyervisnya.

7. Periksa jeroan laptop juga

Penting, Pertimbangkan 7 Hal Ini Sebelum Membeli Laptop Bekas!intel.com

Setelah fisik, hal terakhir yang perlu kamu cek dari laptop bekas tersebut adalah "isi"nya. Apakah sesuai dengan spesifikasi? Buka kotak "Run Command", lalu ketik "dxdiag" untuk membuka diagnostic tool laptop bekas tersebut secara keseluruhan. Baca dengan teliti dan cocokkan dengan spesifikasi yang kamu bawa, dari system hingga input.

Apakah RAM-nya sesuai dengan spesifikasi utama? Kecepatan laptop tergantung dari RAM. Apalagi, karena ini laptop bekas, ingat untuk cek RAM-nya. Lalu, apakah prosesornya sesuai? Jika tidak sesuai, ngapain dibawa pulang?!

Kemudian, cobalah cek apakah sistem operasi (OS) (terutama Windows) dan berbagai piranti lunak yang digunakan resmi atau hasil crack.

Situs Xplorion mengingatkan bahwa kecuali OS, beberapa lisensi perangkat lunak tidak mungkin dijual atau dipindahkan bersama laptop bekas tersebut, sehingga kamu harus mengeluarkan dana untuk membeli lisensi lagi. Jadi, penting untuk merampungkan seluruh proses saat itu juga kalau tidak ingin repot-repot akhirnya.

Tempat COD-mu menyediakan WiFi? Tes konektivitas laptop bekasmu! Percuma saja kalau laptop bekasmu lama atau tidak bisa terkoneksi ke internet, produktivitas mandek.

Aspek terakhir yang tidak kalah penting untuk dicek adalah kinerja baterai. Memang, tidak mungkin berlama-lama mengecek baterainya karena baik kamu atau penjual memiliki kesibukan sendiri.

Make Tech Easier mengingatkan untuk mengecek opsi "Battery Management" pada OS laptop bekas tersebut, kamu mendapatkan gambaran berapa lama baterai tersebut dapat bertahan dalam sehari. Kalau baterai tersebut bocor? Keluar duit lagi...

Sebagai penutup, selalu coba minta "kitab-kitab" laptop bekas tersebut, CD instalasi atau recovery yang berisi driver penting, dan berbagai kelengkapan laptop bekas lainnya. Garansi pada laptop bekas tersebut juga harus membalik namanya menjadi namamu, lho.

Sama seperti aspek fisik, jika kebanyakan hasil cek jeroan laptop bekas ini negatif, lebih baik kamu batalkan transaksi daripada keluar dana banyak untuk memperbaikinya. Kalau cocok, syukurlah. Bungkus, gan!

Itulah hal-hal yang harus kamu pertimbangkan sebelum membeli laptop bekas. Jika danamu terbatas, laptop bekas memang menjadi alternatif utama. Akan tetapi, jika kamu ingin menabung dulu untuk membeli laptop baru, hal itu lebih baik karena kamu akan mendapatkan manfaat yang tidak kamu dapatkan dengan laptop bekas.

Nah, dengan mempertimbangkan hal-hal di atas sebelum membeli laptop bekas, kemungkinan untuk menyesal di kemudian hari bisa diminimalkan. Apalagi, penyesalan memang selalu datang belakangan, kan?

Baca Juga: 7 Kebiasaan Sepele yang Bisa Merusak Laptop, Jangan Diteruskan!

Topic:

  • Paulus Risang

Berita Terkini Lainnya