Comscore Tracker

Pakai VPN, Warga di Negara Ini harus Bayar Denda dan Hukuman Penjara  

Larangannya seram juga ya? 

Pemerintah di 7 negara di dunia membatasi bahkan melarang penggunaan Virtual Private Networks (VPN). Dengan alasan untuk menjaga rahasia negara dan membatasi akses warganya, negara ini bahkan memberlakukan denda bagi siapa saja yang menggunakan VPN. 

Tidak hanya warga negara saja yang dilarang, namun diplomat asing juga dilarang menggunakannya.  Berikut beberapa negara yang melarang serta membatasi penggunaan VPN!

 

 

 

1. Belarus

Pakai VPN, Warga di Negara Ini harus Bayar Denda dan Hukuman Penjara  emerging-europe.com

Melansir top10vpn, VPN ilegal di Belarus. Belarus telah memblokir VPN karena melihatnya sebagai metode untuk melemahkan undang-undang. Bahkan akan dikenakan denda bagi pengguna VPN.

Selain VPN, negara pecahan Rusia tersebut sejak 2016 telah memblokir TOR (The Onion Routing), yakni aplikasi yang memungkinkan kamu untuk mengakses Dark Web.

Baca Juga: Kamu Pasti Tidak Tahu 10 Rahasia di Internet dan Komputermu ini!

2. Tiongkok

Pakai VPN, Warga di Negara Ini harus Bayar Denda dan Hukuman Penjara  Polisi paramiliter membentuk formasi di Lapangan Tiananmen dekat Balai Agung Rakyat, Beijing, Tiongkok, pada 19 Mei 2020. ANTARA FOTO/REUTERS/Thomas Peter

Tiongkok tidak memblokir VPN, melainkan hanya mengesahkan VPN yang telah disetujui oleh pemerintah. Meskipun VPN tidak melanggar hukum secara teknis di Tiongkok, penyedia VPN mana pun harus mendapatkan persetujuan ketat dari Partai Komunis Tiongkok (PKT) sebelum dapat beroperasi di negara tersebut.

Penggunaan VPN ilegal akan didenda dari 15 ribu yuan atau sekitar Rp31,6 juta. 

3. Korea Utara

Pakai VPN, Warga di Negara Ini harus Bayar Denda dan Hukuman Penjara  (Pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-Un muncul usai menghilang selama 20 hari) ANTARA FOTO/KCNA/via REUTERS

Larangan penggunaan VPN di Korea Utara tidak hanya ditujukan bagu warganya namun juga untuk para diplomat asing. Hukuman untuk penggunaan VPN tidak diketahui karena Korea Utara sangat tertutup. ya.

Baca Juga: 7 Alasan Kamu Perlu Pakai VPN, Bukan Cuma Bebas Akses dan Anti Hacker

4. Rusia

Pakai VPN, Warga di Negara Ini harus Bayar Denda dan Hukuman Penjara  twitter.com/PutinRF_Eng

Hanya VPN yang disetujui pemerintah yang sah di Rusia. Rusia melarang VPN yang tidak disetujui demi mencegah akses ke konten yang melanggar hukum. ISP Rusia sendiri mulai memberlakukan larangan tersebut dengan memblokir situs web yang menawarkan layanan VPN.

Hukuman untuk menggunakan VPN yang tidak disetujui di Rusia adalah 300.000 RUB (Rp73,2 juta) untuk pengguna dan 700.000 RUB (Rp172,4 juta) untuk penyedia layanan VPN.

5. Turki

Pakai VPN, Warga di Negara Ini harus Bayar Denda dan Hukuman Penjara  Unsplash.com/Anna

VPN legal di Turki, tetapi penggunaannya dibatasi. Pemerintah Turki telah membatasi penggunaan VPN sejak 2016, mereka sengaja membolehkan penggunaan VPN untuk melindungi keamanan nasional dan untuk memerangi terorisme. Pada 2016 lalu, ada 10 VPN yang diblokir oleh Turki.

6. Turkmenistan

Pakai VPN, Warga di Negara Ini harus Bayar Denda dan Hukuman Penjara  advantour.com

VPN ilegal di Turkmenistan. Turkmenistan melarang VPN pada 2015 untuk menyensor media asing. Setiap penggunaan proxy atau VPN bakal langsung terdeteksi dan diblokir. Internet di Turkmenistan sengaja diberi harga mahal untuk mencegah orang menggunakannya. Biaya berlangganan bulanan internet sebesar Rp3 juta untuk 8Kbpsd. Wow..mahal banget!

7. Uni Emirat Arab (UEA)

Pakai VPN, Warga di Negara Ini harus Bayar Denda dan Hukuman Penjara  ANTARA FOTO/Andrew Caballero-Reynolds/Pool via Reuters

Hanya VPN yang disetujui pemerintah yang sah di UEA. Uni Emirat Arab hanya mengizinkan penggunaan VPN yang disetujui pemerintah.

Kebijakan ini sudah diberlakukan sejak 2012, ketika Arab Spring berlangsung. Pelarangan VPN yang tidak disetujui dilakukan untuk mencegah penggunaan layanan seperti Skype, WhatsApp, dan Facebook.

Pemblokiran layanan tersebut di UEA adalah karena alasan ekonomi dan politik. Jika VPN digunakan untuk melakukan kejahatan di UEA, pengguna dapat menghadapi penjara atau denda sekitar Rp588 juta - Rp1,9 miliar.

Waduh bahkan ada hukuman penjara dan penjara. Untung di indonesia tidak ada peraturan ini ya. 

Baca Juga: 7 Layanan VPN "Berbahaya" yang Perlu Kamu Hindari, Hati-hati!

Topic:

  • Febriana Sintasari

Berita Terkini Lainnya