Comscore Tracker

Publik Figur Ramaikan Sepak Bola Indonesia, Betulkah karena Peduli?   

Harga pemain bola menjadi mahal? 

Jakarta, IDN Times - Selebriti Indonesia berbondong-bondong meramaikan dunia sepak bola tanah air. Tak hanya satu nama saja, tapi terdapat tiga artis. Ada Raffi Ahmad, Atta Halilintar dan Gading Martin. Seolah tak ingin setengah-setengah, para artis ini tidak langsung mengambil alih klub-klub Liga 2 dan Liga 3. 

Raffi Ahmad melakukan akuisisi Cilegon United dan mengubah namanya menjadi RANS Cilegon FC. Sedangkan Atta Halilintar bersama Putra Siregar memutuskan mengakuisisi PSG Pati dan mengubah namanya menjadi AHHA PS Pati FC.

Raffi menyatakan ingin menyemarakkan sepak bola Liga 2 dan Liga 3. Dia berpendapat, dengan majunya Liga 2 dan Liga 3, sepak bola nasional kelak akan lebih merata dan tidak hanya terpusat di Liga 1 saja.

"Saya juga di sini tidak bercanda, saya ingin memajukan sepak bola. Saya menyatakan serius ingin memajukan sepak bola, mengolaborasikan sepak bola dan entertainment, yang ada hiburannya. Kalau kita kompak, pasti sepak bola maju," tutur Raffi.

Langkah lebih radikal diambil oleh Gading Marten. Saat rekan-rekannya mengakuisisi klub Liga 2, dia justru mengakuisisi klub Liga 3, Persikota Tangerang. Sedangkan Baim Wong, dia masih mencari klub, bahkan diisukan menjadi sponsor Liga 2.

Baca Juga: Bantu Penanganan COVID-19 di Sleman, PSS Siap Lelang Jersey 

1. Kaesang Pangarep akusisi Persis Solo

Publik Figur Ramaikan Sepak Bola Indonesia, Betulkah karena Peduli?   (Kaesang Pangarep) www.instagram.com/@kaesangp

Tak hanya mereka, ada nama Kaesang Pangarep yang terlebih dulu mengakusisi klub Liga 2 Pesis Solo. Putra bungsu Presiden Jokowi ini saat telah menjadi pemilik sekaligus CEO klub sepak bola di tanah kelahirannya. 

Tak berhenti di Persis Solo, ada klub Liga 1 Arema FC yang mendapatkan presiden baru yaitu bos Juragan99, Gilang Widya Pramana. 

Baca Juga: Arema FC Resmi Perkenalkan Carlos Fortes Sebagai Striker Baru   

3. PSSI sambut gembira kedatangan publik figur di lapangan rumput

Publik Figur Ramaikan Sepak Bola Indonesia, Betulkah karena Peduli?   Kunjungan CEO Persis ke Kantor PSSI. (pssi.org)

PSSI sebagai federasi sepak bola nasional menyambut gembira kedatangan publik figur ini terjun di sepak bola Indonesia. Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, mengaku bangga para pesohor terjun ke dunia sepak bola nasional ini.

"Tentunya ini menjadi kebanggaan bagi federasi, karena di tengah situasi ini ada seseorang yang ingin memajukan sepak bola Indonesia, khususnya Liga 2. Padahal, mengurus sepak bola itu tidak gampang," ujar Iriawan yang akrab dipanggil Iwan Bule. 

Bahkan dalam Kongres Tahunan PSSI yang digelar akhir Mei 2021 lalu, untuk pertama kalinya pemilik Rans Cilegon FC, Raffi Ahmad serta direktur utama Persis Solo Kaesang Pangarep diundang ke pertemuan.

 

 

 

4. LIB siap berkolaborasi dengan para artis dan selebgram

Publik Figur Ramaikan Sepak Bola Indonesia, Betulkah karena Peduli?   Rudy Kangdra, Direktur Bisnis LIB. (IDN Times/Sandy Firdaus)

Tak hanya PSSI yang menyambut kedatangan publik figur ini dengan tangan terbuka, Direktur Bisnis PT Liga Indonesia Baru (LIB), Rudy Kangdra bahkan sudah berencana untuk berkolaborasi bersama sejumlah artis dan influencer di Indonesia. Bentuk kolaborasi ini nantinya tidak hanya mengenai jual beli klub. 

Rudy mengharapkan terbentuk kampanye antara LIB bersama artis dan influencer. Dia mencontohkan, salah satunya adalah kampanye tentang ajakan menonton liga.

Dalam kampanye inilah, sejumlah artis seperti Baim Wong, Raffi Ahmad, dan Atta Halilintar akan digandeng LIB untuk meramaikan. LIB berencana akan memaksimalkan 77 persen pangsa pasar sepak bola lokal yang belum termanfaatkan dengan baik.

"Nanti kami bisa libatkan top five selebgram. Mereka akan diminta membantu kami dalam kampanye. Mereka nanti bilang, nonton kompetisi ini, itu, disertai tautannya. Ketika mereka melakukan itu, ada klik, kami buat, mulai dari back-end-nya kami siapkan sampai front-end-nya juga. Jadi orang bisa menonton," tutur Rudy.

5. Harga pemain bola menjadi mahal

Publik Figur Ramaikan Sepak Bola Indonesia, Betulkah karena Peduli?   Skuat Persis Solo berlatih. (twitter.com/persisofficial)

Namun euforia tersebut justru membuat gerah klub lainnya. Salah satunya diungkapkan oleh Julius Raja. Sekretaris PSMS Medan merasa kesal karena saat ini hampir semua harga pemain menjadi mahal. Bahkan pemain lebih memilih membela RANS Cilegon FC, Dewa United, atau Persis Solo.

"Persis bikin semua pemain mahal. Akhirnya, sekarang semua pemain kabur ke Persis Solo, atau tidak ke Dewa United dan RANS Cilegon FC," ungkap Julius.

6. Ini tanggapan para pemerhati sepak bola tanah air

Publik Figur Ramaikan Sepak Bola Indonesia, Betulkah karena Peduli?   Peluncuran AHHA PS Pati FC. (dok. IDN Times/Istimewa)

Pengamat sepak bola Indonesia, Tommy Welly, menyoroti apakah para pesohor ini punya kesabaran untuk mengelola klub sepak bola secara profesional di Indonesia. Dia pun memprediksi bisa ada agenda lain. 

"Saya yakin Raffi Ahmad dan kawan-kawan itu menyukai dan menggemari sepak bola. Tetapi, kita belum pernah melihat kedalaman pengetahuan mereka tentang peta sepak bola Indonesia. Harus diakui iklim industri sepak bola Indonesia belum kondusif," ujar Towel dalam kanal YouTube-nya, Gocek Bung Towel.

Pengamat sepak bola, M. Kusnaeni, memprediksi bahwa investasi artis di sepak bola Indonesia ini hanya seumur jagung. Apalagi, bila nantinya PSSI dan operator kompetisi gagal mewujudkan citra kompetisi yang profesional, menarik, dan akuntabel.

"Para pesohor itu akan kecewa sehingga investasi mereka mungkin hanya seumur jagung. Itu bisa membawa citra buruk bagi sepak bola Indonesia," ujar pria yang akrab disapa Bung Kus tersebut.

Baca Juga: RANS Cilegon FC Buka Kerja Sama dengan Klub Liga 1

Topic:

  • Febriana Sintasari

Berita Terkini Lainnya