Comscore Tracker

Komdis PSSI Jatuhkan Hukuman 5 Tahun kepada Bek PSIM Hisyam Tolle

Pemain Persis, Sulthon Fajar, mengaku kasihan kepada Tolle

Solo, IDN Times – Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi kepada bek PSIM Yogyakarta, Achmad Hisyam Tolle, yaitu hukuman larangan beraktivitas sepak bola di lingkungan PSSI selama 5 (lima) tahun.

Hal ini sebagai buntut dari sikap Tolle yang telah menendang pemain Persis Solo dan mengintimidasi wartawan, dalam pertandingan Derby Mataram antara PSIM versus Persis di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Senin (21/10) lalu.

Pemain Persis Solo, Sulthon Fajar mengaku terkejut atas keputusan PSSI tersebut.

Baca Juga: Persis Solo Tuntut Permintaan Maaf Pemain PSIM, Hisyam Tolle

1. Merasa kasihan dengan Tolle

Komdis PSSI Jatuhkan Hukuman 5 Tahun kepada Bek PSIM Hisyam TolleTwitter/@PSIMJOGJA

Saat dikonfirnasi, Sulthon Fajar mengaku kaget dengan hukuman yang dijatuhkan oleh lawan mainnya tersebut. Kendati demikian, ia berharap kasus tersebut bisa menjadi pelajaran bagi pemain lain, biar tidak menjadi contoh perilaku buruk sesama pemain lainnya, yang mencari nafkah melalui dunia sepak bola.

“Saya kaget sama hukuman yang di dapat Tolle, tapi saya juga kasihan sama Tolle sebagai sesama pemain bola,” ungkapnya, Senin (28/10).

2. Beri arahan bersikap profesional

Komdis PSSI Jatuhkan Hukuman 5 Tahun kepada Bek PSIM Hisyam TolleAntara Foto/Prasetia Fauzani

Sementara itu, Manager Persis Solo, Langgeng Jatmiko mengaku telah memberikan arahan kepada para pemain lainnya agar bisa bersikap profesional saat bertanding. Ia juga mewanti-wanti kepada pemain lainnya agar kejadian tersebut tidak menimpa pemain Persis Solo.

“Untuk masalah pemain ya itu biar sebagai pembelajaran untuk para pemain lainnya, para pemian mencari nafkah di sepak bola jangan sampai kejadian ini menimpa apra pemain lainnya,” ujarnya.

Baca Juga: Persis Solo Tuntut Permintaan Maaf Pemain PSIM, Hisyam Tolle

3. Tim dan pemain PSIM kena sanksi Komdis

Komdis PSSI Jatuhkan Hukuman 5 Tahun kepada Bek PSIM Hisyam TolleIlustrasi logo PSSI. pssi.org

Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi kepada PSIM Yogyakarta. Sanksi tersebut diberikan kepada tim dan tiga pemain PSIM dalam laga pertandingan anatara PSIM vs Persis Solo yang digelar di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta (21/10) lalu.

Untuk tim PSIM Jogja mendapat hukuman berupa larangan tanpa penonton selama 2 (dua) bulan pada saat laga home pada musim kompetisi 2020 dan denda Rp. 100.000.000. Hal ini karena adanya pelanggaran suporter yang melakukan pelembapran, dan masuk ke lapangan serta melakukan pemukulan kepada wartawan (photografer).

Untuk pemain PSIM Jogja, Raymond Ivantonius mendapat hukuman berupa larangan bermain sebanyak 2 (dua) pertandingan. Karena ditengarai telah melakukan pelanggaran memukul pemain lawan.

Untuk pemain PSIM Jogya, Achmad Hisyam atau kerap disapa Hisyam Tolle mendapat hukuman berupa larangan beraktivitas sepak bola di lingkungan PSSI selama 5 (lima) tahun. Hal ini karena Tolle telah melakukan pelanggaran menedang pemain Persis Solo dan mengintimidasi wartawan (photografer).

Untuk pemain PSIM Jogya, Aldaier Makatindu mendapat hukuman berupa teguran Keras. Karena melakukan pelanggaran telah mengintimidasi wartawan saat pertandingan.

4. Tolle mengaku menyesal

Komdis PSSI Jatuhkan Hukuman 5 Tahun kepada Bek PSIM Hisyam Tolle(Bek PSIM Achmad Hisyam Tolle) twitter/mataramwolves29

Pasca dijatuhi sanksi oleh Komdis PSSI, Tolle mengunggah kalimat bernada penyesalan lewat akun Instagram pribadinya, @achmadhisyamtolle.44, Sabtu (26/10). Berikut isi postingan Tolle, yang sudah disunting untuk memperjelas isinya:

"Sejatinya sepak bola buat aku bukan hanya tentangg sekedar pekerjaan.

Sepakbola sudah (menjadi) bagian dari diriku itu sendiri sejak kecil, dan mulai mencintainya dan menjadi tempat pelarian di kala aku senang, apa lagi di kala sedih. Hanya dengan bermain bola membuat aku kembali bersemangat dan bahagia.

Karena sepak bola sudah menjadi bagian dari hidupku, jadi jangan heran kenapa setiap tim yang aku bela, selalu aku berusaha memberikan yg terbaik dan kadang kala di luar batasan, ya itu salah! Tapi itu sudah tertanam di dalam diriku sifat tidak mau kalah. Jangankan kalah, dilewati lawan pun aku merasa malu. Itu tumbuh dengan sendirinya karena rasa cinta yang begitu besar terhadap sepak bola.

Sekali lagi aku pribadi meminta maaf untuk semuanya yg merasa kecewa dan sakit hati atas perilakuku, ini akan menjadi pelajaran berharga buat diriku. Tidak ada salahnya kalian menghujat karna itu PANTAS aku dapatkan!!! Aku salah dan mengakuinya.

Terima kasih Tuhan telah membuat aku sebagai contoh buat yg lainnya. Agar tidak melalukan apa yg sudah aku lakukan.

Sekali lagi maaf, sukses dan sehat buat kita semua."

Baca Juga: Buntut Ricuh PSIM Yogyakarta vs Persis Solo, 3 Orang jadi Tersangka 

Topic:

  • Paulus Risang

Berita Terkini Lainnya