Comscore Tracker

Ada 2 Tim Tak Wakili Negara Ikut Gelaran Olimpiade Tokyo 2020

Jika memenangkan medali tidak ada pemutaran lagu kebangsaan

Jakarta, IDN Times - Olimpiade Tokyo 2020 secara resmi sudah  dibuka pada Jumat (23/7/2021).

Selain diikuti banyak negara, ternyata ada dua tim yang ikut serta dalam Olimpiade Tokyo 2020. Mereka bukan mewakili negara manapun, tetapi sekelompok atlet dan berdiri secara independen.

Kedua tim tersebut yakni ROC dan EOR. Bahkan, atlet yang tergabung di kedua tim tersebut sama sekali tak membawa bendera sepanjang Olimpiade Tokyo. Dengan kondisi itu, kedua tim tersebut berjuang untuk diri sendiri dan nama baik dari tim yang dibelanya. Mau tahu sebenarnya tim apa itu? Simak laporannya di bawah ini.

1. Atlet independen dari Rusia

Ada 2 Tim Tak Wakili Negara Ikut Gelaran Olimpiade Tokyo 2020dailywire.com/Emily Zanotti

ROC merupakan tim yang dibentuk oleh Komite Olimpiade Rusia. Kelompok tersebut dibentuk untuk menampung atlet-atlet dari Rusia agar bisa berlaga di pesta olahraga terbesar dunia tersebut.

Terbentuknya ROS, terjadi saat Lembaga Anti Doping Dunia (WADA) menjatuhkan sanksi kepada Rusia atas skandal doping besar-besaran di negaranya pada 2019 lalu.

Akibat skandal itu, Rusia dilarang berlaga di event internasional hingga 2023 mendatang. Selain itu, atletnya yang terlibat juga tak boleh tampil di event internasional.

Hanya, WADA tak memberikan batasan pada atlet Rusia yang tidak terlibat dalam skandal tersebut. Atlet tersebut bisa berlaga di event internasional. Namun, kemudian timbul masalah mereka akan memakai bendera apa?

Kemudian, Komite Olimpiade Internasional (IOC) memberikan kelonggaran kepada mereka untuk membentuk tim sendiri di event internasional, termasuk Olimpiade Tokyo. Dengan catatan mereka tak boleh diiringi lagu kebangsaan dan membawa bendera Rusia.

Dengan demikian, status mereka adalah atlet independen dan sudah dijalankan pada Olimpiade Musim Dingin 2018 silam, saat penyelidikan WADA terkait skandal doping masih berlangsung. Saat itu, mereka menggunakan nama OAR, dan berubah jadi ROC pada Olimpiade Tokyo. Di Olimpiade Tokyo, ROC diperkuat 326 atlet.

Baca Juga: Angkat Besi Buka Kans Indonesia Raih Medali Pertama di Olimpiade Tokyo

2. Tim pengungsi

Ada 2 Tim Tak Wakili Negara Ikut Gelaran Olimpiade Tokyo 2020Atlet Taekwondo tim Pengungsi Olimpiade Tokyo 2020, Kimia Alizadeh / Macon

Selain ROC yang merupakan kumpulan atlet asal Rusia, ada satu lagi tim yakni Equipe Olympique des Refugie (EOR). Tim ini merupakan kumpulan atlet yang berstatus pengungsi dari negara lain. Equipe Olympique des Refugie atau diartikan Tim Olimpiade Pengungsi, sudah mendapatkan lampu hijau dari IOC untuk berkompetisi di Olimpiade sejak edisi Rio de Janeiro 2016 lalu.

Di ajang Olimpiade Tokyo 2020, EOR mengirimkan 29 atlet dan akan berkompetisi di 12 cabang olahraga berbeda.

Ada kisah menarik yang menyelimuti tim EOR sepanjang Olimpiade Tokyo. Sejumlah atletnya, justru harus berhadapan dengan wakil dari bekas negaranya.

Salah satu yang menghadapi situasi itu adalah taekwondoin berdarah Iran, Kimia Alizadeh, harus berhadapan dengan wakil bekas negaranya, Nahid Kiyani, dalam duel di kelas -57, Minggu 25 Juli 2021 mendatang.

Alizadeh sebenarnya sudah berjasa besar terhadap Iran, karena jadi wanita pertama yang berhasil meraih medali di Olimpiade. Ia menyabet medali perunggu pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016 lalu, saat usianya 18 tahun.

Alizadeh kemudian sempat melontarkan pernyataan keras terkait kewajiban menggunakan hijab dari negaranya. Pernyataan itu memancing kontroversi di Iran, hingga akhirnya Alizadeh cabut dari Iran dan mengungsi di Jerman.

3. Tak diiringi lagu kebangsaan saat penyerahan medali

Ada 2 Tim Tak Wakili Negara Ikut Gelaran Olimpiade Tokyo 2020Podium yang digunakan untuk para peraih medali Olimpiade Tokyo 2020 ini. (Instagram.com/tokyo2020)

Dalam gelaran Olimpiade Tokyo 2020, IOC melakukan sejumlah penyesuaian terhadap dua tim tersebut. Tak ada bendera yang dibawa sepanjang defile di upacara pembukaan dan para atlet tidak diiringi lagu kebangsaan saat penyerahan medali.

Atlet yang memenangkan medali dari dua tim itu, akan diiringi anthem IOC. Mereka juga akan diberikan latar belakang bendera five rings yang jadi identitas IOC.

Baca Juga: Daftar 10 Wakil Indonesia di Parade Pembukaan Olimpiade 2020

Topic:

  • Febriana Sintasari

Berita Terkini Lainnya