Comscore Tracker

Bukan Cuma Hiasan, Alasan Ilmiah Mengapa Manusia Punya Rambut Kemaluan

Perlu dicukur gak ya?

Kamu mungkin pernah bertanya-tanya, mengapa manusia memiliki rambut kemaluan pada area genitalnya. Rambut pubis memang kerap membuat kita penasaran, apa sebenarnya fungsi dan peran mereka. Lantas, apakah kita perlu mencukurnya?

Namun, semua yang ada pada tubuh kita tentu memiliki peran tertentu, sebagai hasil dari evolusi ratusan ribu tahun lamanya. Tak terkecuali “semak-semak” di daerah kemaluan. Memang, belum banyak penelitian yang membahas mengapa alat vital kita dilapisi oleh rambut tersebut. 

Meski demikian, ada sejumlah teori ilmiah yang bisa kita andalkan untuk lebih mengenal fungsi rambut kemaluan. Keep scrolling!  

1. Proteksi mekanik pada alat vital

Bukan Cuma Hiasan, Alasan Ilmiah Mengapa Manusia Punya Rambut Kemaluanhealthline.com

Kulit di area kemaluan sangatlah sensitif. Itulah kenapa ia memerlukan rambut untuk berperan memberikan proteksi mekanik. 

Dilansir dari The Cut, rambut kemaluan ternyata memiliki bentuk yang menyerupai “bantal”. Jadi, mereka akan melindungi kulit kemaluan dari gesekan-gesekan yang bisa menyebabkan iritasi. Misalnya saat berhubungan seksual, berolahraga, atau karena celana dalam yang tak nyaman.

2. Menghalau bakteri dan patogen lainnya

Bukan Cuma Hiasan, Alasan Ilmiah Mengapa Manusia Punya Rambut Kemaluanhearstapps.com

Dilansir dari Healthline, rambut kemaluan memiliki fungsi yang mirip seperti bulu mata dan bulu hidung, yaitu untuk menghalau berbagai patogen yang menyebabkan penyakit. Dua patogen yang paling sering hinggap di area tersebut adalah bakteri dan jamur. 

Dilansir dari Healthline, folikel yang ada di dalam rambut kemaluan memproduksi sebum, zat seperti minyak yang mampu mencegah reproduksi dan pertumbuhan patogen, terutama bakteri, sehingga area vital lebih terlindungi.

3. Menjaga kelembapan area kemaluan

Bukan Cuma Hiasan, Alasan Ilmiah Mengapa Manusia Punya Rambut Kemaluanboostbodyfit.com

Sempat disinggung bahwa bakteri sering tinggal di area kemaluan. Namun tidak hanya bakteri jahat saja, bakteri baik pun ada di sana, terutama pada wanita.

Mikroorganisme tersebut berguna untuk mengatur self-cleaning agar alat vital bisa selalu terjaga kebersihannya. Keberadaan rambut kemaluan penting untuk hal ini. Mereka bertugas menjaga kelembapan di area bawah sana sehingga bakteri baik bisa tetap hidup.

Baca Juga: Ini 7 Fakta Poliamori, Hubungan Cinta Melibatkan Lebih dari Dua Orang

Baca Juga: Waduh, 8 Hal Ini Ternyata Bisa Bikin Penis Menyusut Secara Permanen!

4. Mengurangi penularan penyakit menular seksual

Bukan Cuma Hiasan, Alasan Ilmiah Mengapa Manusia Punya Rambut Kemaluanunsplash.com/Dainis Graveris

Tambut kemaluan juga dipercaya bisa membantu mengurangi risiko penyakit menular seksual (PMS). Contohnya klamidia, herpes genital, human papillomavirus (HPV), gonore, sifilis, dan lain-lain. Semua penyakit itu ditransmisikan melalui hubungan seksual yang dilakukan tanpa proteksi.

Studi dari University of California, San Fransisco menemukan bahwa orang-orang yang mencukur rambut kemaluan lebih berisiko untuk tertular penyakit seksual tersebut. Tingkat risiko bahkan bisa mencapai empat kali lipat daripada orang yang membiarkan bulu kemaluannya tumbuh natural.

Bagaimana rambut kemaluan bisa berkaitan dengan penyakit? Menurut penelitian tersebut, ini dapat terjadi karena proses mencukur berpotensi menyobek kulit.

Dari situlah bakteri dan virus penyebab PMS bisa masuk. Jadi, hubungannya bukanlah sebab-akibat, ya. 

5. Berkaitan dengan feromon

Bukan Cuma Hiasan, Alasan Ilmiah Mengapa Manusia Punya Rambut Kemaluanpinimg.com

Berikutnya, teori lain mengatakan bahwa rambut kemaluan berkaitan dengan feromon, zat kimia yang biasa ditemukan pada hewan. Feromon biasanya memiliki wangi tersendiri yang akan merangsang lawan jenis secara seksual.

Dilansir dari Self, sebagian ahli percaya bahwa kita memproduksi feromon di bawah sana. Kemudian, bulu kemaluan berfungsi untuk menjaganya sehingga saat berhubungan seksual, partner akan terangsang. 

Ada pula yang percaya bahwa rambut kemaluan sendirilah yang bertugas untuk mengeluarkan feromon tersebut. Namun kedua teori ini masih diragukan karena keberadaan feromon pada manusia pun belum bisa dibuktikan secara ilmiah.

6. Kenapa banyak orang memilih mencukur rambut kemaluan?

Bukan Cuma Hiasan, Alasan Ilmiah Mengapa Manusia Punya Rambut Kemaluandribbble.com

Walaupun rambut kemaluan memiliki peran yang cukup besar, banyak orang yang tetap mencukurnya. Sebuah riset yang dipublikasikan JAMA Dermatology tahun 2016 mengatakan bahwa 84 persen perempuan mencukur bulu kemaluannya. Sementara riset dari Cosmopolitan Magazine, angka tersebut mencapai 69 persen pada laki-laki. 

Alasan mencukur pun beragam. Mulai dari mengikuti norma sosial, ingin merasa lebih bersih, menuruti keinginan pasangan, hingga untuk meningkatkan sex appeal. Namun sebenarnya perlukah kita mencukurnya? Apakah ini tindakan yang aman?

7. Perlukah kita mencukurnya?

Bukan Cuma Hiasan, Alasan Ilmiah Mengapa Manusia Punya Rambut Kemaluanbeardoholic.com

Sebenarnya hanya ada satu alasan untuk mencukur rambut kemaluan, yakni kenyamananmu sendiri. Perlu diketahui bahwa bulu tersebut bukanlah sesuatu yang kotor. Jadi, kamu tidak perlu merasa bersalah dan merasa jorok ketika lupa mencukurnya. Jika kamu merasa lebih nyaman ketika mencukurnya, maka silakan lakukan itu. 

Namun ada sejumlah hal yang perlu diwaspadai. Terdapat sejumlah risiko dari mencukur rambut kemaluan. Di antaranya iritasi, infeksi, munculnya ingrown hair (rambut yang tumbuh di dalam kulit), abses (benjolan bengkak yang terasa sakit), dan meningkatnya risiko penyakit menular seksual. 

Lalu, seperti apa cara aman untuk mencukur bulu kemaluan? Berikut ini sejumlah tip dari Healthline yang bisa kamu ikuti:

  • Cuci tangan terlebih dahulu;
  • Bersihkan dan sterilkan pisau cukur dan alat lain yang kamu pakai untuk meminimalkan iritasi;
  • Amati dengan cermin agar kamu tidak salah menggerakkan alat cukur;
  • Proses cukur harus dilakukan dengan mengikuti arah tumbuh rambut;
  • Setelah mencukur, kamu harus mengoleskan pelembap untuk mencegah kulit mengering;
  • Jangan gunakan celana dalam yang ketat setelah mencukur.
Bukan Cuma Hiasan, Alasan Ilmiah Mengapa Manusia Punya Rambut Kemaluanself.com

Jika kamu memutuskan untuk tidak mencukurnya, tidak apa-apa. Yang penting, kamu harus rajin membersihkannya setiap mandi dan buang air, serta jangan lupa keringkan area tersebut sebelum memakai celana dalam. 

Itu dia peran rambut kemaluan bagi area pribadimu. Bagian ini bukanlah hal kotor yang akan mengganggu kehidupan seksualmu. Jika pun kamu ingin mencukurnya, pastikan kamu nyaman melakukannya, ya!

Baca Juga: 7 Fakta Menarik Seputar Rambut Kemaluan, Jangan Asal Dicukur!

Topic:

  • Paulus Risang

Berita Terkini Lainnya