Comscore Tracker

7 Fakta Benua-Benua di Muka Bumi, Bagaimana Sejarahnya?

Awalnya benua-benua ini menyatu, lho #IDNTimesScience

Daratan di Bumi saat ini terdiri dari tujuh benua, yaitu sebuah wilayah daratan yang sangat luas. Selain itu, masih ada pula ratusan ribu pulau yang lebih kecil yang tersebar di berbagai belahan dunia.

Meski begitu, ilmuwan meyakini bahwa awalnya Bumi hanya memiliki satu superbenua utuh yang bernama Pangea. Superbenua ini bertahan selama puluhan juta tahun sebelum akhirnya terpecah akibat retaknya kerak bumi.

Nah, berikut ini beberapa fakta sejarah seputar tujuh benua yang kita kenal sekarang. Bagaimana awal terbentuknya?

1. Benua Asia

7 Fakta Benua-Benua di Muka Bumi, Bagaimana Sejarahnya?Benua Asia dalam peta dunia. (wallpaperaccess.com)

Asia adalah benua terbesar di dunia, sekaligus menjadi wilayah dengan populasi penduduk terbanyak. Menurut data dari laman Worldometers, jumlah penduduk di Benua Asia mencapai 4,6 miliar jiwa. Itu artinya, lebih dari separuh penduduk Bumi ada di Asia. China, India, dan Indonesia menjadi penyumbang terbesar bagi populasi terbanyak di Asia.

Sekitar 100 juta tahun yang lalu, daratan India dan Afrika adalah satu kesatuan. Daratan tersebut akhirnya bertabrakan dengan daratan Eropa dan Asia sehingga menyebabkan India masuk ke wilayah Asia Selatan di zaman modern ini. Sementara, Afrika membentuk benua sendiri dan terpisah cukup jauh dengan Asia.

Laman History World mecatat bahwa perpecahan kerak Bumi di zaman purba membentuk batas tegas antara Asia dan Eropa yang dimulai dari Pegunungan Alpen, Turki, Iran, Afghanistan, hingga Himalaya. Hamparan daratan luas yang membentang dari Pasifik Timur hingga Atlantik Barat merupakan batas kabur antara Benua Asia dan Benua Eropa. Wilayah tersebut bisa ada akibat peristiwa perpecahan dan pergeseran kerak Bumi di zaman purba.

2. Benua Afrika

7 Fakta Benua-Benua di Muka Bumi, Bagaimana Sejarahnya?Ilustrasi Benua Afrika di Bumi. (wallpaperflare.com)

Benua Afrika juga dijuluki sebagai Benua Hitam. Kata hitam atau gelap dalam Benua Afrika rupanya merujuk pada sejarah yang berkaitan dengan penjelajahan orang-orang Eropa ke Afrika di zaman kuno. Menurut laman ThoughtCo, pada abad ke-19, penjelajah modern dari Eropa membuat gambaran dan peta Banua Afrika dengan banyak perkiraan. Hal tersebut terjadi akibat minimnya sumber informasi dari Benua Afrika kala itu.

Ada banyak wilayah tersembunyi yang bahkan tidak dapat dipetakan, seperti gunung, danau, sungai, lembah, dan sabana. Benua Afrika sendiri memiliki luas sekitar 30,37 juta km persegi. Hal ini menjadikan Afrika sebagai benua terbesar kedua setelah Asia (44,5 juta km persegi). Di era purba, dataran Afrika menjadi satu dengan dataran India sebelum akhirnya terpecah akibat bertabrakan dengan dataran Eropa.

Oh, ya, Benua Afrika juga menjadi benua yang unik karena diyakini sebagai sumber keberadaan manusia purba untuk pertama kalinya. Diulas dalam BBC Science, beberapa bukti fosil purba menunjukkan bahwa pada 2,8 juta tahun lalu, terdapat spesies primata purba yang diyakini menjadi nenek moyang dari primata bergenus Homo. Manusia sendiri masuk dalam genus Homo dan spesies Homo sapiens.

3. Benua Amerika Utara

7 Fakta Benua-Benua di Muka Bumi, Bagaimana Sejarahnya?Benua Amerika Utara di peta dunia. (wallpapercave.com)

Dalam literatur atau pelajaran di sekolah dulu, Benua Amerika dianggap sebagai satu benua utuh layaknya Asia atau Afrika. Namun, rupanya anggapan tersebut mendapat sedikit koreksi dari ilmuwan dan ahli geologi. Yup, benua yang dulunya dinamakan Benua Amerika kini dibagi menjadi dua bagian, yakni Benua Amerika Utara dan Benua Amerika Selatan.

Mengapa koreksi tersebut harus dilakukan? Menurut laman World Atlas, ilmuwan dan ahli geologi menyatakan bahwa pergerakan dan pergeseran lempeng Bumi harus diperhatikan sebagai pedoman utama dalam menentukan klasifikasi sebuah benua. Rupanya, menurut studi dan penelitian, Amerika Utara sudah bisa diklasifikasikan sebagai benua terpisah dengan Amerika Selatan.

Amerika Utara terletak di Lingkar Arktika (zona Kutub Utara) dengan luas 24,2 juta km persegi. Negara-negara besar yang masuk di dalamnya adalah Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, Guatemala, Greenland, Kuba, Honduras, dan enam belas negara lain yang lebih kecil. Khusus untuk Greenland, meskipun masuk ke dalam wilayah Kerajaan Denmark, negara kecil tersebut juga masuk ke dalam Benua Amerika Utara.

Baca Juga: Runtuh, 5 Negara Ini Sudah Terhapus dari Peta Dunia

4. Benua Amerika Selatan

7 Fakta Benua-Benua di Muka Bumi, Bagaimana Sejarahnya?Benua Amerika Selatan di peta dunia. (britannica.com)

Benua Amerika Selatan memiliki luas wilayah yang lebih kecil dari Amerika Utara, yakni 17,8 juta km persegi. Brasil, Argentina, Bolivia, Chili, Colombia, Peru, Paraguay, Uruguay, dan Ekuador adalah sederet negara besar yang ada di Benua Amerika Selatan. Dilansir National Geographic, Benua Amerika Selatan pernah bergabung secara utuh dengan Amerika Utara pada 3 juta tahun lalu.

Sebagai benua terbesar keempat di dunia, Amerika Selatan membentang dari Laut Karibia hingga wilayah di dekat Lingkar Antarktika (zona Kutub Selatan). Bahkan, ada beberapa pulau di zona paling selatan yang menampung beberapa habitat dari spesies penguin dan elang laut antarktika. Pulau terbesar di benua ini dinamakan Tierra del Fuego yang hanya berjarak 1.120 km dari Antarktika.

Benua Amerika Selatan juga dikenal sebagai benua yang cukup subur, terutama di wilayah tengah. Hutan Amazon dan sungai-sungai besar di dunia juga didominasi dari benua berpopulasi sekitar 425 juta jiwa ini. Tak mengherankan, Benua Amerika Selatan dikenal sebagai wilayah yang kaya akan flora dan fauna, di samping Benua Afrika.

5. Benua Antarktika

7 Fakta Benua-Benua di Muka Bumi, Bagaimana Sejarahnya?Benua Antarktika di selatan Bumi. (boredpanda.com)

Dilansir NASA, Antarktika diklasifikasikan sebagai benua dan menjadi benua terbesar kelima di Bumi. Antarktika juga merupakan wilayah terdingin yang ada di Bumi dengan suhu yang bisa mencapai minus 90 derajat Celsius.

Oh, ya, selain disebut sebagai benua, rupanya Antarktika juga diklasifikasikan sebagai gurun karena tidak memiliki curah hujan cukup. Suhu dan cuacanya yang sangat dingin tidak memungkinkan manusia untuk tinggal di sana secara permanen.

Saat ini, secara resmi Antarktika tidak dimiliki oleh negara mana pun di dunia. Namun, wilayah Antarktika dijaga oleh beberapa negara, seperti Inggris, Australia, Argentina, Prancis, Selandia Baru, dan Norwegia.

Amerika Serikat dan Rusia juga turut serta menjaga teritorial Antarktika dengan mendirikan beberapa pangkalan penelitian di sana. Di musim dingin, hanya ada seribu orang yang bertugas di Antarktika. Biasanya, mereka adalah ilmuwan dan kalangan akademisi yang melakukan penelitian.

Benua Antarktika memiliki luas sekitar 14,2 juta km persegi. Oh, ya, menurut studi ilmuwan, didapatkan fakta bahwa dulunya Benua Antarktika merupakan benua dengan iklim tropis. Namun, karena benua tersebut bergerak dan menetap di bagian paling selatan Bumi, iklim di Antarktika juga berubah secara drastis pada 60 juta tahun lalu, ditulis dalam Cool Antarctica.

6. Benua Eropa

7 Fakta Benua-Benua di Muka Bumi, Bagaimana Sejarahnya?Benua Eropa dalam peta dunia. (wikimedia.org)

Dijuluki sebagai Benua Biru, Eropa menjadi benua terkecil kedua setelah Australia. Luas Benua Eropa adalah 10,2 juta km persegi dan diisi oleh negara-negara maju, seperti Inggris, Jerman, Prancis, Belanda, Swiss, Italia, Spanyol, Denmark, Norwegia, Rusia, dan lain sebagainya. Saat ini, jumlah populasi di Eropa mencapai 750 juta jiwa dan beberapa abad lalu mereka menyebar ke berbagai wilayah seperti Amerika, Australia, dan Selandia Baru.

Menurut laman World History, benua yang luasnya hanya mencapai 2 persen dari permukaan Bumi ini memiliki nama asli Europa yang diambil dari kisah mitos Dewa Zeus di masa lalu. Namun, menurut sains, Benua Eropa dulunya menyatu dengan pulau-pulau kecil yang ada di sekitarnya, misalnya wilayah bernama Doggerland yang dulunya menghubungkan antara dataran Inggris dan tanah Eropa, dilansir National Geographic.

Wilayah Doggerland ada pada 12 ribu tahun lalu. Namun, wilayah tersebut akhirnya tenggelam akibat longsor di bawah laut dan memisahkan antara Inggris dengan dataran Eropa sampai detik ini. Jauh di masa purba, yakni puluhan juta tahun lalu, diperkirakan Benua Eropa yang menyatu dengan Asia bertabrakan dengan Benua Afrika dan India. Hal ini membuktikan bahwa lempeng dan kerak Bumi terus bergerak dari zaman ke zaman.

7. Benua Australia

7 Fakta Benua-Benua di Muka Bumi, Bagaimana Sejarahnya?Ilustrasi Benua Australia di peta dunia. (worldatlas.com)

Selain menjadi benua terkecil di Bumi, Australia juga merupakan sebuah negara dengan luas 8,6 juta km persegi. Menurut studi yang dicatat dalam Australian Government, Benua Australia merupakan salah satu wilayah Bumi tertua yang dibuktikan dengan penemuan batuan tertua di dunia.

Benua Australia adalah tempat bagi banyak batuan purba yang usianya mencapai 3 miliar tahun. Setelah terpecah dan terpisah dari Pangea, Australia menjadi dataran yang terisolasi antara 10 hingga 55 juta tahun yang lalu. Selain itu, menurut data yang ada, Benua Australia terus bergerak secara konstan ke arah utara sampai saat ini. Jika terus berlangsung, Australia akan berdempetan dengan Indonesia.

Oh, ya, Australia juga pernah dilapisi oleh es sepanjang waktu. Hal tersebut terjadi pada 200 juta tahun lalu saat Australia berada dekat dengan Kutub Selatan. Saat ini, Benua Australia memiliki banyak kekayaan alam berupa tanaman sumber pangan, buah, fauna,  bahkan hasil tambang utama, seperti emas, uranium, besi, dan nikel.

Itu dia beberapa fakta terkait tujuh benua yang ada di Bumi. Tentunya, masih banyak misteri yang belum dipecahkan. Misalnya, apa yang ada di balik lapisan es antarktika. 

Baca Juga: Penuh Misteri, 7 Fakta Unik Benua Antarktika

Artikel ini pertama kali ditulis oleh Dahli Anggara di IDN Times Community dengan judul Fakta dan Sejarah dari 7 Benua yang Ada di Bumi, Seperti Apa?

Topic:

  • Paulus Risang

Berita Terkini Lainnya