Comscore Tracker

5 Fakta Archelon, Penyu Raksasa dari Zaman Prasejarah

Penyu terbesar yang pernah hidup di muka bumi

Kita tentu tak asing lagi dengan penyu. Reptil yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di laut ini tergabung dalam ordo Testudines, yang mencakup penyu, kura-kura, dan bulus. Penyu belimbing (Dermochelys coriacea) yang umumnya memiliki panjang mencapai 2 meter dan berat 680 kg adalah hewan terbesar dalam ordo Testudines saat ini.

Namun, ukuran tersebut ternyata tidak ada apa-apanya dibandingkan hewan bernama Archelon ischyros. Penyu prasejarah merupakanTestudines terbesar yang pernah hidup di muka bumi.

Sebesar apa mereka dan seperti apa kehidupannya? Ini dia lima fakta tentang Archelon.

1. Panjangnya dua kali lipat penyu belimbing

5 Fakta Archelon, Penyu Raksasa dari Zaman Prasejarahprehistoric-wildlife.com

Penyu belimbing terbesar yang pernah diukur memiliki panjang mencapai 3 meter, dari ujung paruh hingga ekor. Namun, panjang Archelon bisa mencapai 4,6 meter, alias lebih dari 2 kali lipat ukuran penyu belimbing, seperti dilansir BBC.

Ukuran tersebut kira-kira sama dengan panjang hiu putih besar yang masih muda. Namun, bobot Archelon jauh lebih berat karena bisa mencapai 2 ton. Archelon sendiri memang masih berkerabat dengan penyu belimbing. Itulah kenapa penyu belimbing juga memiliki ukuran yang luar biasa besar.

2. Memiliki cangkang yang tidak terlalu keras 

5 Fakta Archelon, Penyu Raksasa dari Zaman Prasejaraharchelon.gr

Archelon berkeliaran di lautan pada era Cretaceous akhir, atau sekitar 100 hingga 66 juta tahun yang lalu. Seperti halnya penyu modern, Archelon juga memiliki cangkang yang tidak terlalu keras, berbeda dengan kura-kura darat.

Laman New Dinosaurs menyebut bahwa seandainya Archelon memiliki cangkang yang keras, mereka pasti tidak bisa mengambang sambil berenang di laut.

Baca Juga: 7 Hewan Mitos Terpopuler di Dunia, Hoaks Zaman Kuno yang Menjadi Abadi

3. Siripnya yang besar membuatnya mampu berenang cepat

5 Fakta Archelon, Penyu Raksasa dari Zaman Prasejarahmarinersmuseum.org

Ciri khas lain yang dimiliki Archelon adalah siripnya yang sangat besar dan panjang untuk mendorong tubuhnya yang besar mengarungi samudra. Karena cangkangnya yang relatif ringan dan siripnya yang besar, Archelon diperkirakan mampu berenang cepat.

Kecepatan renang itu sangat vital bagi Archelon untuk berburu mangsanya dan kabur dari serangan predator. Penemuan fosil sendiri menunjukkan bahwa Archelon banyak terdapat di lautan dangkal yang dulu pernah menutupi daratan Amerika Utara, seperti dilansir dari Thought Co.

4. Merupakan hewan omnivor 

5 Fakta Archelon, Penyu Raksasa dari Zaman Prasejarahthoughtco.com

BBC menyebut bahwa Archelon merupakan hewan omnivor. Mereka makan ikan, ubur-ubur, cumi-cumi, dan tumbuhan, bahkan bangkai hewan.

Seperti penyu modern, Archelon memiliki paruh yang tajam dan paruhnya itu cukup kuat untuk memecahkan cangkang Ammonoids, sejenis moluska purba bercangkang dan kini telah punah.

5. Meski sangat besar, Archelon juga punya predator alami 

5 Fakta Archelon, Penyu Raksasa dari Zaman Prasejarahyablor.ru

Meski ukuran Archelon luar biasa besar, bukan berarti mereka berada di puncak rantai makanan. Archelon mesti berbagi samudra dengan Mosasaurus dan Cretoxyrhina, sejenis hiu purba yang berukuran 8 meter serta memiliki gigi sepanjang 8 cm.

Cangkang Archelon yang tidak terlalu keras gak selalu bisa melindungi dirinya, apalagi mereka juga gak bisa menyembunyikan kepalanya di dalam cangkang. Makanya, bentuk pertahanan diri Archelon ialah memanfaatkan ukuran tubuhnya yang besar serta kecepatan renangnya. Jika bisa selamat sampai dewasa, Archelon diperkirakan bisa hidup hingga berusia 100 tahun lebih.

Itulah lima fakta tentang Archelon, penyu terbesar yang pernah hidup di bumi. Benar-benar hewan yang luar biasa, ya!

Baca Juga: 7 Hewan Paling Beracun di Muka Bumi, Jangan Berani Mendekatinya!

Artikel ini pertama kali ditulis oleh Peter Eduard di IDN Times Community dengan judul 5 Fakta Archelon, Penyu Terbesar yang Pernah Hidup di Bumi 

Topic:

  • Paulus Risang

Berita Terkini Lainnya