Comscore Tracker

Mowgli di Dunia Nyata, 6 Anak Manusia yang Dibesarkan oleh Hewan Liar

Beberapa akibat ditelantarkan orangtua sendiri

Kisah anak manusia yang dibesarkan oleh hewan di alam liar, seperti Tarzan atau Mowgli, mungkin terdengar mengada-ada. Namun, hal ini ternyata benar-benar terjadi di dunia nyata. Sebagian hewan liar ternyata memiliki naluri untuk merawat dan melindungi anak manusia.

Seperti 6 orang yang dibesarkan oleh hewan liar berikut ini. Setelah diasuh oleh hewan, sebagian dari mereka berhasil hidup normal kembali di tengah-tengah masyarakat. Seperti apa kisahnya?

1. Marina Chapman, dibesarkan gerombolan monyet

Mowgli di Dunia Nyata, 6 Anak Manusia yang Dibesarkan oleh Hewan Liarindependent.co.uk

Seorang wanita Inggris kelahiran Kolombia, Marina Chapman, mengisahkan bagaimana ia diasuh oleh monyet capuchin sejak berumur 5 tahun. Hal ini ia ceritakan lewat bukunya yang berjudul "The Girl with No Name".

Chapman diculik saat berusia 5 tahun dan dilepaskan begitu saja di hutan belantara di Kolombia. Saat itulah, ia bertemu dengan gerombolan monyet capuchin yang kemudian mengasuhnya layaknya anak sendiri.

Prosesnya pun tidak serta merta. Chapman mengaku ia tadinya diacuhkan oleh para monyet. Suatu hari, ia keracunan tamarinda dan diselamatkan oleh monyet capuchin. Saat itulah para monyet mulai menerimanya. Mereka mengajarkan Chapman cara bertahan hidup dan berburu, sehingga ia bisa tetap hidup.

Mowgli di Dunia Nyata, 6 Anak Manusia yang Dibesarkan oleh Hewan Liarunsplash.com/Joy Ernst

Pada usia 10 tahun, Chapman ditemukan oleh para pemburu. Ia malah dijual ke rumah bordil di Cucuta. Dalam bukunya, Chapman mengaku bahwa ia sudah kehilangan bahasa manusia dan lebih ingat bahasa monyet.

Karena tidak dapat berbahasa manusia pada waktu itu, Chapman melarikan diri. Untuk beberapa waktu, Chapman menggelandang di jalan sampai akhirnya menjadi bawahan sekelompok mafia. Saat 14 tahun, seorang tetangga bernama Maruja menyelamatkan Chapman dari mafia tersebut dan mengirimnya ke Bogota.

Di Bogota, Chapman diadopsi sebagai anak. Pada 1977 Chapman kemudian dikirim sebagai seorang pengasuh ke Bradford, Inggris. Di sana, ia menetap dan menikah hingga memiliki dua putri.

Seorang profesor asal Kolombia, Carlos Conde, membenarkan kesaksian Chapman melalui uji reaksi Chapman saat melihat foto keluarga pengadopsinya dan sekelompok monyet capuchin.

2. Sasha T, diasuh sekumpulan kambing

Mowgli di Dunia Nyata, 6 Anak Manusia yang Dibesarkan oleh Hewan Liarmarcianitosverdes.haaan.com

Dilansir oleh Daily Mail, pada Juni 2012, pekerja sosial Rusia di Rostov menemukan bocah laki-laki berusia 2 tahun di sebuah kandang kambing kotor nan dingin. Ternyata, bocah bernama Sasha T yang malang ditinggalkan oleh ibunya yang berusia 40 tahun, Marina.

Untungnya, sang kambing tidak menganggap Sasha sebagai makanan. Malahan, Sasha riang bermain dan tidur bersama kambing-kambing tersebut.

Mowgli di Dunia Nyata, 6 Anak Manusia yang Dibesarkan oleh Hewan Liarunsplash.com/@jarrensimmons47

Saat dibawa ke rumah sakit, para dokter mengatakan bahwa Sasha kekurangan nutrisi. Beratnya hanya sepertiga dari berat normal anak seusianya. Salah satu dokter yang menanganinya, Natalya Simonina, menceritakan bagaimana dampak Sasha setelah dirawat oleh kambing-kambing.

Simonina mengatakan bahwa Sasha menolak tidur di ranjang dan lebih memilih di kolong. Ia takut Sasha mengalami trauma karena ia sangat takut pada orang dewasa. Saking takutnya, Sasha melempar barang dan memecahkan jendela.

Selain itu, lingkungan dingin dan kotor tersebut secara tidak langsung memengaruhi perkembangan otak Sasha. Bocah berusia 2 tahun tersebut tidak dapat bicara layaknya manusia, dan saat diberikan mainan, ia tidak memainkannya.

3. Natasha Mikhailova, diasuh anjing dan kucing liar

Mowgli di Dunia Nyata, 6 Anak Manusia yang Dibesarkan oleh Hewan Liardailymail.co.uk

Pada 2009, pekerja sosial Siberia menemukan bahwa seorang gadis belia berusia 5 tahun bernama Natasha Mikhailova, ditelantarkan oleh orangtuanya di rumahnya. 

Natasha tinggal bersama ayah, ibu, dan kerabat lainnya. Hanya saja, orangtua Natasha tidak mengurusnya dengan benar. Ia menempatkan gadis berusia 5 tahun tersebut bersama anjing dan kucing liar di rumahnya.

"Selama lima tahun, gadis ini tinggal bersama anjing dan kucing tanpa sepengetahuan orang-orang," papar salah satu pekerja sosial.

Para tetangga yang merasa khawatir akhirnya menghubungi pihak perlindungan anak Siberia. Salah satu polisi yang menjemput Natasha, Larisa Popova, tidak tega melihat keadaan Natasha yang begitu kotor.

"Saya hampir pingsan dengan baunya," tutur Popova.

Mowgli di Dunia Nyata, 6 Anak Manusia yang Dibesarkan oleh Hewan Liarinstagram.com/teko1010

Ketika dibawa ke pusat rehabilitasi anak, para relawan kaget dengan perilaku Natasha yang sering melompat ke arah mereka dan bermain layaknya seekor anjing. Natasha pun tidak berjalan dengan dua kaki, melainkan dengan tangannya juga.

Saat mereka meninggalkannya sebentar, Natasha akan menggedor pintu dan menggonggong. Ia juga tidak begitu suka bermain dengan anak-anak sepantaran dengan cara mendesis ke arah mereka. Pada waktu makan, Natasha akan memakan makanannya seperti anjing, yaitu dijilat.

Saat ditanya mengenai Natasha, kepala pusat penelitian tersebut, Nina Yemelchugova, mengatakan bahwa Natasha tidak menderita keterbelakangan mental. Ia hanya kurang asupan sosial dengan sesama manusia dan lebih banyak bersama anjing.

Kedua orangtua Natasha, Victor Lozhkin (27) dan Yana Mikhailova (25), pun ditangkap dengan tuduhan penelantaran anak. Ternyata, mereka sudah tidak mengurus Natasha selama dua tahun sebelum ditemukan.

Baca Juga: Ketam Kenari, Petunjuk Hilangnya Pilot Amelia Earhart Selama 80 Tahun

4. Bocah anjing asal Cile

Mowgli di Dunia Nyata, 6 Anak Manusia yang Dibesarkan oleh Hewan Liarunsplash.com/Derek Malou

Seorang bocah berusia 10 tahun tanpa nama di Cile ditemukan di sebuah gua bersama segerombolan anjing liar pada 2001. Dilansir dari ABC News pada 2006, bocah tersebut telah bertahan selama 2 tahun di gua dengan makanan dan disusui oleh anjing-anjing liar tersebut.

Dari berusia 5 tahun, sang bocah sudah mengalami nasib buruk dengan dibuang oleh orangtuanya. Saat ditampung di pusat penampungan anak di Talcahuano, Concepcion, Cile Tengah, ia kemudian melarikan diri.

"Ia tinggal di gua dan mengais makanan bersama 15 anjing. Dari tempat sampah, ia mengambil makanan sisa," tutur Delia Delgatto, kepala Layanan Perlindungan Anak Nasional Cile.

Sewaktu ingin dibawa oleh kepolisian Cile, bocah tersebut melarikan diri dan terjun ke laut. Untungnya, polisi dengan sigap menyelamatkan sang bocah dan melarikannya ke rumah sakit.

Saat ditempatkan di pusat perlindungan anak, sang bocah menunjukkan gejala depresi dan bertindak agresif. Ia tidak berbicara, meskipun bisa berbahasa manusia. Baginya, anjing-anjing tersebut sudah seperti keluarga.

5. Marcos Rodriguez Pantoja, dirawat oleh serigala selama 11 tahun

Mowgli di Dunia Nyata, 6 Anak Manusia yang Dibesarkan oleh Hewan Liartheguardian.com

Kehilangan ibunya di usia dini, Marcos Rodriguez Pantoja, lahir pada 1946, kerap dianiaya hingga berusia 8 tahun oleh ibu tirinya. Akhirnya, ia dijual pada 1954 kepada seorang penggembala kambing yang akan mempekerjakan dia di ternaknya. Akan tetapi, sang gembala meninggal dan Marcos memutuskan untuk kabur ke alam liar.

Pada 1965, Marcos yang berusia 19 tahun ditemukan oleh otoritas setempat dan dibawa pulang secara paksa. Kenapa? Saat ingin dibawa ia melolong, mencakar, dan menggigit mereka seperti serigala! Polisi terpaksa membungkam mulutnya.

Ternyata, selama 11 tahun di alam liar, Marcos dirawat dan dilindungi oleh serigala. Bukan hanya serigala, Marcos mengakui kalau rusa dan ular juga adalah temannya. Akhirnya, Marcos diajari bagaimana cara hidup layaknya manusia dari cara berbicara, tata perilaku, cara berpakaian, hingga cara berjalan.

https://www.youtube.com/embed/9l0OWKfbsro

Kisah Marcos diketahui dunia saat seorang antropolog bernama Gabriel Janer Manila membuat penelitian tentang Marcos dan menumpahkannya dalam bentuk buku berjudul "Marcos, Wild Child of the Sierra Morena" pada 1982.

Saat ini, Marcos berusia 76 tahun dan telah membagikan kesaksian hidupnya dengan serigala. Bahkan, kisah hidupnya juga sempat diangkat menjadi film berjudul "Entrelobos" (Di Antara Serigala) oleh Gerardo Olivares pada tahun 2010.

6. Ivan Mishukov, bersimbiosis mutualisme dengan gerombolan anjing

Mowgli di Dunia Nyata, 6 Anak Manusia yang Dibesarkan oleh Hewan Liaralbiladpress.com

Dilansir dari Daily Mail, Ivan Mishukov yang berusia 4 tahun kabur pada 1996 karena kakeknya yang pemabuk dan menggelandang di jalan Moskow, Rusia. Saat memiliki makanan, ia membagikannya ke gerombolan-gerombolan anjing. Hal ini menumbuhkan kepercayaan dari para anjing dan mereka menjadikan Ivan "kepala suku".

Selama dua tahun, Ivan dan para anjing mengembangkan simbiosis mutualisme: Ivan mencari makanan dan para anjing melindunginya. Di tengah dinginnya udara Moskow, para anjing tidur di sekeliling Ivan, memberinya kehangatan.

Mowgli di Dunia Nyata, 6 Anak Manusia yang Dibesarkan oleh Hewan Liardogfoodinsider.com

Kisah Ivan tercium oleh polisi Moskow pada 1998. Mereka mencoba membawa Ivan kembali ke dunia manusia dan tiga kali gagal karena dihalangi anjing-anjing yang menjaganya. Akan tetapi, setelah memisahkan gerombolan anjing tersebut dari Ivan, mereka berhasil pada percobaan ke-4.

Karena cuma 2 tahun terpisah dari sosialisasi dengan manusia, tidak sulit bagi Ivan untuk kembali berbicara layaknya manusia. Saat ditempatkan di penampungan anak di Moskow, Ivan amat sedih saat tahu bahwa saat anjing-anjingnya kembali menunggu di pintu, para polisi membunuh mereka.

Sekarang, Ivan berusia 28 tahun dan telah bekerja di pabrik kabel di Reutov, kampung kelahirannya. Ia pun mengenyam pendidikan di Korps Kadet Angkatan Laut Kronstadt dan sempat mengabdi untuk Angkatan Bersenjata Rusia serta tampil di hadapan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Kisah Ivan sendiri diangkat menjadi sebuah novel berjudul "Dog Boy" oleh penulis Australia, Eva Hornung.

Itu dia kisah 6 anak manusia yang dibesarkan oleh hewan liar. Kerap kali, hal ini disebabkan karena orangtua yang tidak bertanggung jawab. Namun, kasus-kasus ini membuktikan bahwa hewan ternyata memiliki naluri melindungi yang menginspirasi!

Baca Juga: 8 Fakta Black-Footed Cat, Spesies Kucing Imut Paling Mematikan di Bumi

Topic:

  • Paulus Risang

Berita Terkini Lainnya