Comscore Tracker

Bermain di Mal, Anak Yatim Teteskan Air Mata Bahagia

100 anak yatim piatu dan tunagrahita bermain di playground

Sleman, IDN Times - Keceriaan terpancar jelas dari wajah anak-anak dari Yayasan Ar-Rahman dan SDLB Mutiara Hati siang itu. Selepas acara seremonial dan makan siang, mereka bisa kembali bersenang-senang di arena bermain anak-anak Happy Land di pusat perbelanjaan Sleman City Hall, Sleman, DI Yogyakarta.

Sebelumnya, dilakukan acara pembagian santunan kepada anak-anak yang kurang beruntung tersebut. Sebanyak 100 anak yatim piatu dan penyandang tunagrahita menerima bingkisan serta diajak bermain sepuasnya di playground indoor Happy Land secara cuma-cuma.

"Pemberian santunan ini sebagai tanggung jawab sosial kami kepada masyarakat sekitar," ungkap Stephanie Wongsoredjo, CEO Nusantara Entertainment yang menaungi Happy Land, Minggu (25/8).

1. Air mata bahagia anak yatim

Bermain di Mal, Anak Yatim Teteskan Air Mata BahagiaIDN Times/Yogie Fadila

Salah satu anak yatim piatu dari Yayasan Ar-Rahman, Sleman tak bisa membendung air matanya saat diminta maju ke depan untuk menerima bingkisan. Bocah perempuan itu mengaku "seneng dan bahagia" karena sudah diajak bermain di mal.

"Dapat hadiah [juga]," sambungnya.

Baca Juga: Angelina Jolie Mengaku Sedih Putranya Kuliah di Korea

2. Arena bermain di dalam ruangan

Bermain di Mal, Anak Yatim Teteskan Air Mata BahagiaIDN Times/Yogie Fadila

Arena bermain anak-anak di dalam mal bukan "barang baru" di Yogyakarta. Setelah didominasi konsep arcade yang digandrungi oleh pengunjung usia remaja ke atas, kini hiburan dalam mal diramaikan dengan area bermain dan belajar untuk anak-anak seperti Happy Land dan Kidzoona, yang sudah membuka dua cabang di wilayah Sleman.

Modelnya kurang lebih sama, ada perosotan, kolam bola, dan area role playing di mana anak-anak bisa mencoba berbagai profesi, seperti polisi, pemadam kebakaran, dokter dan pemilik usaha bisnis.

3. Bermain dengan teknologi

Bermain di Mal, Anak Yatim Teteskan Air Mata BahagiaIDN Times/Yogie Fadila

Saat ditanya apa yang membuat Happy Land berbeda dengan tempat bermain sejenis, Stephanie cukup yakin tempat yang ia kelola menawarkan pengalaman yang lebih inovatif dan edukatif. 

IDN Times melihat sendiri saat anak-anak yatim piatu dan tunagrahita menjajal wahana siang itu. Berbekal teknologi sensor gerak dan proyektor, anak-anak bisa mencoba perosotan yang dipancari dengan tuts piano virtual. Begitu mereka meluncur, sistem suara memancarkan bunyi tuts yang anak-anak lewati.

Teknologi yang sama juga diterapkan pada koridor masuk dan keluar arena bermain. Tersedia pula pemandu yang akan menjelaskan poster-poster mendidik di dinding koridor tersebut.

4. Bermain dan mengasah kreativitas

Bermain di Mal, Anak Yatim Teteskan Air Mata BahagiaIDN Times/Yogie Fadila

Selain mengajak anak-anak kurang beruntung bermain, penyelenggara acara juga menggelar lomba mewarnai yang diikuti oleh ratusan peserta.

Ada pula pertunjukan tari anak yang menunjukkan semangat anak tidak hanya untuk bermain tapi juga mengasah kreativitas mereka.

Baca Juga: 4 Hal Menarik di MocoSik Festival 2019, Gak Boleh Kamu Lewatkan!

Topic:

  • Febriana Sintasari

Just For You