Comscore Tracker

Pemkot: Wisatawan dari Luar DIY Jangan ke Jogja Dulu

Tawaran tur ke Kota Gudeg bermunculan

Yogyakarta, IDN Times - Wisatawan dari luar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)diimbau untuk tak berkunjung dulu ke Kota Yogyakarta.

Imbauan ini disampaikan Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi menyikapi bermunculannya tawaran tur ke Kota Gudeg oleh beberapa perusahaan bus maupun biro perjalanan.

"Saat ini kita belum memasuki Jogja untuk semuanya. Kita belum membuka secara lebar, kita masih uji coba, masih membatasi dan akan dilakukan secara bertahap. Oleh karena itu, mohon kesabarannya, mari kita lalukan secara bertahap dan penuh kehati-hatian. Pada saatnya kita bisa kembali menikmati wisata Jogja secara terbuka," kata Heroe.

Baca Juga: Kampung Mrican Sulap Selokan Jadi Kolam Budidaya Ikan

1. Jogja untuk Jogja

Pemkot: Wisatawan dari Luar DIY Jangan ke Jogja DuluWakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi. IDN Times/Tunggul Damarjati

Heroe mengatakan, saat ini Yogyakarta tengah berada pada sebuah periode yang dia istilahkan 'Jogja untuk Jogja'. Pada fase ini, bukan cuma destinasi wisata, tapi tempat-tempat umum, hotel, pasar, resto, kafe, dan tempat ibadah diperuntukkan untuk warga Yogyakarta saja.

Menurut Heroe, ini adalah bagian dari pembiasaan menuju Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang dulu diisitilahkan sebagai new normal.

"Tempat-tempat itu sudah dilakukan uji coba, dan saat ini masih diterapkan secara terbatas dan akan dilakukan nanti secara bertahap. Oleh karena itu masih beberapa tempat wisata yang sudah dibuka, dan itu pun harus dilakukan secara terbatas. Saat ini pemerintah Kota melakukan evaluasi pelaksanaan hal tersebut," paparnya.

2. Kriteria rombongan yang bisa masuk ke Yogyakarta

Pemkot: Wisatawan dari Luar DIY Jangan ke Jogja DuluWarga melintasi spanduk wajib bermasker di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, Kamis (11/6). IDN Times/Tunggul Damarjati

Namun, lanjut Heroe, ada beberapa kriteria rombongan yang diizinkan memasuki Yogyakarta. Yakni, yang termasuk rombongan keluarga atau komunitas homogen serta dinas tertentu yang terseleksi.

"Untuk rombongan umum, pada saat ini belum bisa masuk ke Yogyakarta. Rombongan umum adalah kelompok rombongan wisatawan yang tidak dilakukan secara selektif dan berasal dari domisili yang beraneka," ungkap Heroe.

Ditekankan Heroe, rombongan yang datang dari luar kota ini sebelumnya diwajibkan untuk mengantongi surat keterangan sehat. Berupa bukti non reaktif rapid test bagi mereka yang berasal dari zona merah atau hitam penyebaran COVID-19.

Sementara yang berasal dari luar negeri harus bisa menunjukkan bukti negatif via pemeriksaan metode polymerase chain reaction (PCR) atau uji swab.

"Itu sesuai dengan Pergub DIY dan instruksi Wali Kota Yogyakarta, yang dituangkan dalam Perwal Kota Yogyakarta. Bagi mereka yang tidak membawa, tidak bisa masuk tempat wisata atau hotel dan harus ikhlas tidak bisa turun dari kendaraan. Dan yang dalam pemeriksaan suhu atau kesehatan juga harus siap untuk diminta periksa dan kembali ke tempat asal," tegas Heroe yang juga Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Yogyakarta.

3. Demi warga Jogja

Pemkot: Wisatawan dari Luar DIY Jangan ke Jogja DuluPetugas melakukan pengecekan suhu tubuh terhadap pengunjung kawasan Malioboro. IDN Times/Tunggul Damarjati

Ketika para wisatawan atau rombongan tersebut saat berhasil memasuki wilayah Kota Yogyakarta selebihnya harus menaati Perwal 51 tahun 2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease - 19 Pada Masa Tatanan Normal Baru.

Heroe menegaskan, pihaknya mau tak mau memang harus bertindak sedemikian tegas. Katanya, ini demi melindungi seluruh masyarakat, khususnya warga Kota Yogyakarta.

"Dan juga sebagai upaya agar Yogyakarta yang sudah 4 bulan ini mampu menjaga sebaran dengan sangat terkendali, sehingga tidak pernah menyentuh zona merah, serta agar persiapan menuju AKB menuju kondisi yang normal bisa dilakukan dengan baik. Sehingga tahapan Jogja untuk semuanya nanti bisa dijalankan," pungkasnya.

Baca Juga: 3 Ribu Orang Terbang Melalui Bandara YIA Setiap Harinya

Topic:

  • Paulus Risang

Berita Terkini Lainnya