Omicron Siluman Masuk Yogyakarta, Pemda Akui Sulit Batasi Mobilitas

Minta protokol kesehatan dikencangkan

Yogyakarta, IDN Times - Sekretaris Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kadarmanta Baskara Aji, mengaku pemerintah daerah kesulitan membatasi tingkat kunjungan wisatawan di saat kasus subvarian Omicron BA.2 atau Omicron siluman dilaporkan telah masuk ke wilayahnya.

"Kita ini kan diminta untuk tidak ngerem ekonomi terlalu dalam. Otomatis keramaian itu kan tetap ada datang di Jogja karena Jogja daerah wisata," kata Aji di kantornya, Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Jumat (4/3/2022).

Baca Juga: 7 Kasus Omicron Siluman BA.2 Ditemukan di Yogyakarta 

1. Hotel nyaris penuh

Omicron Siluman Masuk Yogyakarta, Pemda Akui Sulit Batasi MobilitasIlustrasi kamar hotel (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Pamor Yogyakarta sebagai kota pariwisata menurut Aji bisa dilihat dari tingginya tingkat okupansi hotel sekarang ini.

"Kita lihat hampir tidak ada lagi tempat kosong di hotel," beber Aji.

2. Mal tanpa PeduliLindungi

Omicron Siluman Masuk Yogyakarta, Pemda Akui Sulit Batasi MobilitasIlustrasi aktivitas di Mal (IDN Times/Besse Fadhilah)

Bukan cuma hotel yang dibanjiri wisatawan, mal pun kata Aji mulai ramai dikunjungi. Sayangnya, menurut dia, hal ini tak diimbangi dengan pengoptimalan skrining via aplikasi PeduliLindungi.

"Kita lihat sekarang banyak orang datang ke mal sudah tidak pakai PeduliLindungi," imbuhnya. Ada mal pintu utamanya sudah pakai (skrining PeduliLindungi) tapi samping nggak pakai. Kita tertibkan," tegasnya.

Pemda DIY, melalui Satpol PP sebenarnya juga sudah berusaha semaksimal mungkin mengingatkan, bahkan menindak tegas agar segala aktivitas yang berkaitan dengan disiplin protokol bisa diterapkan oleh masyarakat maupun pelaku usaha. Namun, Aji pesimis hal itu cukup untuk menekan penyebaran Covid-19.

3. Kontribusi aktif hotel hingga destinasi wisata

Omicron Siluman Masuk Yogyakarta, Pemda Akui Sulit Batasi MobilitasIlustrasi protokol kesehatan ( ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

Maka dari itu pula, Aji meminta peran aktif pengelola dan asosiasi perhotelan, jasa travel, dan pemilik destinasi wisata untuk bersama-sama mengantisipasi penyebaran COVID-19 lebih jauh.

Dimulai dari memperketat skrining di setiap akses masuk. "Organisasi-organisasi pengelola terus semakin mengencangkan protokol kesehatan," sambungnya.

Untuk pengelola destinasi wisata diimbau agar melipatgandakan pengawasan protokol kesehatan. Utamanya, untuk tempat wisata yang sifatnya tertutup alias indoor.

Aji tak lupa mengingatkan agar warga DIY maupun wisatawan senantiasa disiplin menjaga diri dan orang-orang sekitarnya.

"Yang harus dilakukan sekarang satu-satunya adalah bagaimana orang-orang pribadi menjaga protokol kesehatan masing-masing. Jangan lepas masker selalu cuci tangan, dan seterusnya," tandasnya.

Sebelumnya, sebanyak 7 sampel COVID-19 dari DIY terkonfirmasi sebagai varian Omicron BA.2 atau Omicron siluman. 

Tujuh kasus ini terungkap lewat pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) oleh Kelompok Kerja Genetik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM.

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Genetik FKKMK UGM Gunadi mengatakan, ketujuh kasus Omicron siluman ini terdeteksi lewat pemeriksaan WGS terhadap total 47 sampel COVID-19 awal Februari 2022 lalu.

"Iya, (Omicron BA.2) di DIY terdeteksi awal Februari," kata Gunadi saat dihubungi, Kamis (3/3/2022).

Gunadi tak memungkiri bahwa varian BA.2 ini kemampuan menularnya melebihi varian BA.1 atau bentuk Omicron yang mendominiasi di dunia atau Indonesia sekarang ini.

"Sementara ini dikatakan transisi lebih cepat, tapi kalau derajat beratnya masih perlu penelitian lebih lanjut," tandasnya.

Baca Juga: Pilu, Angka Kematian Positif COVID-19 di Yogyakarta Tambah 20 Kasus!  

Topik:

  • Paulus Risang

Berita Terkini Lainnya