Comscore Tracker

Anak Pedagang Kaki Lima di Malioboro Juga Positif COVID-19

Ini deretan kasus positif baru di Kota Yogyakarta

Yogyakarta, IDN Times - Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengumumkan sederet kasus COVID-19 baru di wilayahnya, Selasa (8/9/2020). Sebagian terkait kasus sebelumnya, sementara beberapa adalah kasus baru.

Salah satunya adalah anak pedagang kaki lima di kawasan Malioboro yang ternyata juga positif terpapar COVID-19.

Baca Juga: 5 Pegawainya Kena COVID-19, KUA di Kota Yogyakarta Ditutup

1. Kasus PKL Malioboro

Anak Pedagang Kaki Lima di Malioboro Juga Positif COVID-19Ilustrasi kawasan Malioboro. IDN Times/Paulus Risang

Kasus baru pertama, kata Heroe, berhubungan dengan kasus pedangang kaki lima (PKL) di zona 3 Malioboro yang terkonfirmasi positif COVID-19 dan meninggal dunia, Jumat (4/9/2020) lalu.

"Untuk kasus pedagang di Malioboro, anak almarhumah yang selama ini tinggal bersama dan merawat juga konfirmasi positif," kata Heroe dalam keterangannya, Selasa (8/9/2020).

Anak pedagang tersebut merupakan 1 dari 15 orang kategori pemilik riwayat kontak erat. Sementara baru ia seorang yang diperiksa melalui uji swab.

"Sedangkan 6 lainnya masih menunggu giliran di swab. Termasuk pedagang juga. Untuk kasus ini proses tracing masih terus dikembangkan, termasuk untuk melakukan swabnya," sebutnya.

2. Kasus KUA Danurejan

Anak Pedagang Kaki Lima di Malioboro Juga Positif COVID-19Ilustrasi virus corona. (IDN Times/Mia Amalia)

Kasus berikutnya yang diumumkan adalah dari peristiwa penyebaran corona di Kantor Urusan Agama (KUA) Danurejan.

Sebelumnya, 5 orang pegawai dari KUA ini dinyatakan positif COVID-19. Antara lain, seorang Kepala KUA, Penghulu, dan tiga orang staff.

"Kasus KUA, ada tambahan satu dari suami salah seorang staff kantor KUA tersebut," sebut Heroe.

Kendati demikian, Heroe menerangkan jika rangkaian di Kantor KUA Danurejan belum jadi klaster penyebaran SARS-CoV-2. Alasannya, masih penularan generasi I dan lagi, asal penularan belum diketahui.

Dugaan sementara, kasus bermula dari salah seorang staff yang melakukan perjalanan ke luar kota.

"Saat ini masih terus dilakukan tracing untuk bisa mencegah sebaran virusnya dari kasus KUA," imbuh Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Yogyakarta ini.

Kasus di KUA Danurejan pertama kali dilaporkan Rabu (2/9/2020). Pasiennya, salah seorang pegawai di sana. Hasil penelusuran kontak erat mengungkap empat karyawan lainnya terkonfirmasi COVID-19.

Akibatnya, KUA Danurejan ditutup 4-13 September 2020.

3. Klaster Warung Soto Lamongan

Anak Pedagang Kaki Lima di Malioboro Juga Positif COVID-19Ilustrasi. IDN Times/Mahendra

Selanjutnya, empat kasus baru yang berhubungan klaster warung Soto Lamongan depan XT Square, Umbulharjo. Keempat pasien adalah dari kalangan pembeli.

"Dari kasus Soto Lamongan, ada penambahan dari pembeli. Yaitu 4 positif," tutur Heroe.

Empat pasien baru, menurutnya, terdiri dari dua warga Kotagede, sisanya satu berstatus ASN, dan satu tenaga teknis Pemerintah Kota Yogyakarta.

Sejauh ini, sudah ada 5 orang dari kalangan pembeli yang terkonfirmasi corona. Sementara 1 orang di antaranya adalah warga Bantul dan sudah diumumkan Heroe, Senin (7/9/2020) kemarin.

Total, ada 15 pembeli yang melakukan uji swab, baik di wilayah Kota Yogyakarta maupun Kabupaten Bantul. Di mana selain 5 orang tadi hasinya negatif.

"Di antara pembeli (positif), ada yang hanya beli dan makan di rumah dan terpapar positif. Selebihnya makan di sana. Jadi, penularan bisa terjadi dari benda-benda yang bisa saling disentuh. Baik dari piring, mangkok dan gelas, bahkan plastik pembungkus soto yang dimakan di rumah," ujarnya.

Maka dari itu, kepada para pemilik usaha warung makan diimbau jangan sampai lalai menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19 pula.

"Maka protokol COVID-19 di rumah makan, warung resto dan kafe juga harus memperhatikan peralatan yang bisa saling disentuh bergantian," tegasnya.

Seiring bertambahnya pasien, secara kumulatif ada 20 kasus pada klaster warung Soto Lamongan ini.

Pasien pertama dari klaster ini sendiri adalah pedagang warung soto yang dilaporkan positif corona 29 Agustus 2020. Kemudian, bermunculan kasus-kasus baru dari tetangga, karyawan, dan pembeli di warung tersebut.

4. Kasus Lurah dan Kasat Linmas di Kotabaru

Anak Pedagang Kaki Lima di Malioboro Juga Positif COVID-19Ilustrasi ASN (ANTARA/Abdul Fatah)

Kasus terakhir yang diumumkan hari ini muncul di wilayah Kelurahan Kotabaru.

Di mana ada seorang ASN Pemkot Yogyakarta yang menjabat sebagai lurah serta seorang lagi selaku kasat linmas yang diduga tertular COVID-19 dari seorang laki-laki yang belum dikuak identitasnya.

"Hari ini, konfirmasi ada kasus baru di Kotabaru. Yang semula dari seorang lelaki dan kemudian menularkan kepada seorang lurah dan Kasat Linmas Kelurahan," sebut Heroe.

Sementara ini Heroe masih enggan merinci apakah Kotabaru merujuk wilayah kerja lurah dan kasat linmas tersebut, atau alamat tinggal mereka.

Akan tetapi, ia menjelaskan bahwa sang lurah sudah 7 hari ini menjalani isolasi mandiri. Lantaran berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG).

Sedangkan untuk lelaki yang dugaannya jadi pemicu kasus, belum diketahui dari mana ia tertular. Heroe menyebut ada berbagai versi yang ia peroleh.

"Masih banyak cerita, ada yang dari luar kota dan macam-macam belum jelas. Ada yang dari luar kota karena tinggal luar kota, bertamu pada keluarga di Kotabaru terus mengenai orang itu, tapi kan belum jelas dari mana dapatnya," urainya.

Informasi lebih lanjut perihal kasus di Kotabaru rencananya akan disampaikan besok.

Baca Juga: Pemkot Yogyakarta Kesulitan Cari Alamat Kontak Erat Pedagang Malioboro

Topic:

  • Paulus Risang

Berita Terkini Lainnya