Comscore Tracker

Mulai Besok Underpass Kentungan Ditutup Hingga 19 November 2020

Penutupan berhubungan dengan perbaikan grill

Sleman, IDN Times - Mulai besok Selasa (17/11/2020) hingga Kamis (19/11/2020 Underpass Kentungan akan ditutup.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) DIY, Julian Situmorang mengatakan penutupan sementara Underpass Kentungan lantaran adanya proses perbaikan grill atau penutup drainase.

"Dari kontraktor secara metode kerjanya perlu pengalihan arus lalu lintas. Kemudian dilakukan uji coba untuk melihat perilaku kendaraan jika diberlakukan penutupan jalan," ungkapnya pada Senin (16/11/2020).

1. Grill banyak dikeluhkan masyarakat

Mulai Besok Underpass Kentungan Ditutup Hingga 19 November 2020IDN Times / Yogie Fadilla

Julian mengatakan bagian grill nantinya akan dibuat selevel atau sama tinggi dengan jalan aspal. Selama ini grill di sisi utara banyak dikeluhkan pemakai jalan karena menimbulkan ketidaknyamanan. 

"Kendaraan over weight (kelebihan muatan) dan berkecepatan tinggi ini dampaknya langsung ke grill. Bukan karena faktor penurunan pada tanahnya," katanya.

Baca Juga: BPPTKG Sebut Aktivitas Merapi Tinggi namun Cenderung Stabil 

2. Kendaraan dari arah Condongcatur masih bisa melintas

Mulai Besok Underpass Kentungan Ditutup Hingga 19 November 2020Uji coba penutupan sementara Underpass Kentungan. Dok: istimewa

Proses penutupan selama tiga hari hanya dilakukan bagi kendaraan dari arah Jalan Jombor (Magelang) ke Condong Catur (Solo) atau dari arah barat menuju timur. Sedangkan untuk kendaraan yang berasal arah Condong Catur ke arah Jalan Jombor masih bisa melalui underpass.

"Penutupan sementara ini bagian dari pemeliharaan underpass. Sebelumnya kami hanya memperbaiki skala kecil tidak sampai menutup jalan. Kami ingin perbaikan grill dilakukan secara menyeluruh," paparnya.

3. Adakan rekayasa lalu lintas

Mulai Besok Underpass Kentungan Ditutup Hingga 19 November 2020IDN Times/Nindias Khalika

Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Sleman, Harjanto menjelaskan untuk bisa mengurai kemacetan pihaknya mempersiapkan berbagai strategi. Salah satunya dengan memecah kepadatan arus lalu lintas melalui pemasangan rambu informasi di beberapa jalur.

Rambu informasi tersebut akan diletakkan di berbagai lokasi, mulai dari simpang empat Jombor, Monjali, Denggung, Tempel bahkan Gamping. Pengemudi dari arah utara bisa memilih jalur yang dilalui untuk menghindari simpang empat Kentungan.

Harjanto berharap penutupan ini bisa dipersingkat sehingga dapat meminimalkan penumpukan kendaraan.

"Kalau bisa dua hari selesai karena volume lalu lintas sangat tinggi di Ring Road ini. Mungkin bisa dikerjakan 24 jam. Karena dalam uji coba di jam tidak sibuk dan tidak ada pelajar yang masuk sekolah saja sudah sangat padat," paparnya.

Baca Juga: Pertama Kalinya, Sleman Nihil Kasus Baru COVID-19

Topic:

  • Febriana Sintasari

Berita Terkini Lainnya