Dalam Sehari 6 Pasien Kasus COVID-19 di Sleman Meninggal Dunia 

Jangan lupa selalu lakukan prokes!

Sleman, IDN Times - Sebanyak enam kematian kasus positif COVID-19 terjadi di Sleman pada Minggu (27/2/2022). Data Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dari jumlah kematian tersebut dua di antaranya merupakan pasien isoman.

1. Sebanyak dua dari enam kasus meninggal adalah usia produktif

Dalam Sehari 6 Pasien Kasus COVID-19 di Sleman Meninggal Dunia Ilustrasi tim Gugus Tugas Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 mengusung jenazah pasien positif COVID-19. (ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho)

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Sleman Khamidah Yuliati mengatakan dari enam kasus kematian yang ditemukan, empat di antaranya  merupakan lansia dan dua berusia produktif.

"Satu dari pasien yang usia produktif berusia 26 tahun dengan komorbid penyakit jantung dan sudah vaksin dua kali," ungkapnya pada Minggu (27/2/2022) malam.

Baca Juga: Terus Bertambah, 13 Pasien Positif COVID-19 di Yogyakarta Meninggal   

2. Dua kematian usia produktif sebelumnya dirawat di rumah sakit

Dalam Sehari 6 Pasien Kasus COVID-19 di Sleman Meninggal Dunia Ilustrasi pasien COVID-19. (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

Koordinator Posko Dekontaminasi COVID-19, BPBD Sleman, Vincentius Lilik Resmiyanto membenarkan adanya dua kasus kematian di usia produktif. Kedua pasien sebelumnya menjalani perawatan di rumah sakit.

"Secara keseluruhan dari enam kasus kematian yang ditemukan, lima di antaranya menjalani perawatan di rumah sakit. Yang isoman di rumah satu, kemudian lansia berusia 73 tahun positif COVID-19," terangnya.

3. Penambahan kasus baru sebanyak 769

Dalam Sehari 6 Pasien Kasus COVID-19 di Sleman Meninggal Dunia ilustrasi infeksi virus corona COVID-19 (IDN Times/Mardya Shakti)

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan COVID-19 Sleman Shavitri Nurmaladewi mengungkapkan, pada hari Minggu (27/2/2022) terdapat 769 penambahan kasus baru COVID-19. Sementara kasus sembuh sebanyak 51 kasus.

Berkaitan dengan hal tersebut, Shavitri meminta agar masyarakat tidak lengah dan tetap patuh protokol kesehatan. Pasalnya, upaya tersebut menjadi kunci utama pencegahan penyebaran COVID-19.

"Kami terus bekerja sama dengan seluruh anggota Satgas terutama bidang Komunikasi Publik, untuk menyampaikan kepada masyarakat," paparnya.

Topik:

  • Febriana Sintasari

Berita Terkini Lainnya