Comscore Tracker

BMKG Prakirakan Iklim di DI Yogyakarta Lebih Basah, Ini Penyebabnya

Apa saja faktor-faktor yang memengaruhi iklim basah di DIY?

Sleman, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi iklim di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 2021 cenderung lebih basah dibandingkan saat normal. Kepala Stasiun Klimatologi Sleman Yogyakarta dari BMKG, Reni Kraningtyas, mengungkapkan ada beberapa faktor yang membuat kondisi iklim di DIY lebih basah. 

Baca Juga: Yogyakarta Masuki Musim Kemarau, BMKG Ingatkan Warga Hemat Air 

1. Kondisi angin di atas Pulau Jawa didominasi angin timuran

BMKG Prakirakan Iklim di DI Yogyakarta Lebih Basah, Ini PenyebabnyaIlustrasi Suasana Hujan (IDN Times/Sukma Shakti)

Reni mengungkapkan, berdasarkan kondisi dinamika atmosfer-laut terkini menunjukkan jika kondisi angin di atas Pulau Jawa didominasi angin timuran. Lalu indeks ENSO (El-Nino Southern Oscilation) saat ini masih netral. Diprakirakan kondisi ini akan berlangsung hingga September 2021.

"Indeks IOD masih dalam kisaran negatif yang berdampak pada penambahan suplai uap air," ungkapnya pada Selasa (3/8/2021).

Selanjutnya, kondisi anomali suhu muka laut di sekitar perairan selatan DlY masih hangat yaitu di atas 1,5–2,5 derajat Celsius dibandingkan dengan suhu normal yang berkisar 28– 29 derajat Celsius yang berpotensi untuk terbentuknya awan-awan hujan. Selanjutnya, MJO (Madden-Julian Oscilation) diprediksi aktif di belahan bumi bagian Timur.

2. Pada September, curah hujan berkisar 10-150 milimeter per bulan

BMKG Prakirakan Iklim di DI Yogyakarta Lebih Basah, Ini PenyebabnyaIlustrasi Hujan. IDN Times/Sukma Shakti

Atas analisis dinamika atmosfer-laut, dan prakiraan curah hujan bulanan, di wilayah DIY pada Bulan Agustus 2021 prakiraan curah hujan berkisar 0-50 milimeter per bulan (kategori rendah) dengan sifat hujan pada umumnya diprakirakan atas normal.

Lalu, pada September 2021 prakiraan curah hujan berkisar 10-150 mm/bulan (kriteria rendah-menengah) dengan sifat hujan pada umumnya diprakirakan atas normal.

"Bulan Oktober 2021 prakiraan curah hujan berkisar 101-300 mm/bulan ( kriteria menengah ) dengan sifat hujan pada umumnya diprakirakan normal-atas normal," jelasnya.

3. Diprakirakan terjadi peningkatan curah hujan di beberapa wilayah di DIY

BMKG Prakirakan Iklim di DI Yogyakarta Lebih Basah, Ini PenyebabnyaUnsplash/Fabio Neo Amato

Reni mengatakan, ada beberapa wilayah di DI Yogyakarta yang berpotensi meningkat curah hujannya untuk 3 hari ke depan. Wilayah tersebut meliputi Kulonprogo (Kalibawang, Samigaluh, Girimulyo, Nanggulan, Kokap, Temon, Panjatan, Wates, Galur), Sleman (Turi, Cangkringan, Pakem, Tempel, Sleman, Ngaglik, Ngemplak, Seyegan, Minggir, Mlati, Depok, Kalasan), Gunungkidul (Purwosari, Panggang, Saptosari, Tanjungsari, Tepus, Girisubo), Bantul (Pundong, Bambanglipuro, Pandak, Sanden, Srandakan, Kretek).

Berdasarkan kondisi dinamika atmosfer terkini dan prakiraan curah hujan 3 bulan ke depan, kondisi iklim di wilayah DIY pada tahun 2021, umumnya lebih basah dibandingkan dari normalnya.

"Dengan adanya situasi ini, BMKG DIY mengeluarkan imbauan pada masyarakat supaya memperhatikan imbauan dan saran dari petugas terkait mengenai kebijakan di bidang pertanian," paparnya.

Baca Juga: Cuaca Hari Ini 03 Agustus 2021: Yogyakarta Berawan Pagi Hari, Berawan Sore Hari

Topic:

  • Paulus Risang

Berita Terkini Lainnya