Comscore Tracker

Antisipasi Cuaca Ekstrem, BPBD Sleman Mulai Siapkan Tim Reaksi 

Cuaca ekstrem berpotensi terjadi di awal November

Sleman, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman menyiapkan tim reaksi cepat. Pesiapan dilakukan untukmengantisipasi terjadinyacuaca ekstrem

Kepala Seksi Mitigasi Bencana BPBD Sleman Joko Lelono menjelaskan, selain menyiagakan tim reaksi cepat, pihaknya juga telah melakukan penambahan sensor sistem peringatan dini (EWS) di lereng Merapi.

1. Siapkan tim reaksi cepat

Antisipasi Cuaca Ekstrem, BPBD Sleman Mulai Siapkan Tim Reaksi Talud ambrol. Dok: Instagram TRC BPBD Sleman

Joko mengatakan BPBD telah mengirimkan surat edaran kepada masing-masing kapanewon untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Khususnya berkaitan dengan penyiapan tim reaksi cepat.

"Khususnya menyiapkan personel-personel tim reaksi cepat untuk mengantisipasi apabila terjadi ancaman cuaca ekstrem ini. Masing-masing kapanewon sudah menggerakkan Unit Ops dan akan mengajak Unit Laka di desa," ungkapnya pada Rabu (20/10/2021).

Baca Juga: Mulai Besok Disdik Sleman Lakukan Swab Sampling di Sekolah Zona Merah 

2. Tambah 1 unit EWS

Antisipasi Cuaca Ekstrem, BPBD Sleman Mulai Siapkan Tim Reaksi Sabo dam di Kali Gendol. IDN Times/Siti Umaiyah

Untuk mengantisipasi adanya banjir lahar dingin Merapi, BPBD Sleman telah menambah EWS di kawasan lereng Merapi. Kehadiran satu sensor itu merupakan hasil kerja sama BPBD Sleman dengan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI). Saat ini total terdapat 20 unit EWS banjir lahar di kawasan lereng Merapi.

"Sudah mulai uji coba ternyata bisa. Nanti misalnya sensornya kena aliran lahar atau banjir lahar, sensor mengirim sinyal ke repeater RAPI dan akan mengumumkan potensi banjir lahar," katanya.

3. Cuaca ekstrem berpotensi terjadi di awal November

Antisipasi Cuaca Ekstrem, BPBD Sleman Mulai Siapkan Tim Reaksi Unplash/Osman Rana

Saat ini pihaknya baru mendapatkan pemberitahuan bulan basah serta potensi hujan dari BMKG. Sementara itu, untuk potensi cuaca ekstrem diperkirakan muncul pada awal November.

"Kemungkinan awal November kami akan membuat surat ke kapanewon untuk menyiapkan kegiatan mitigasi," ujarnya.

 

Topic:

  • Febriana Sintasari

Berita Terkini Lainnya