Comscore Tracker

Wakil Bupati Bantul Canangkan Program Padat Karya 2022‎

Ada 116 titik program padat karya BKK di Bantul

Bantul, IDN Times - ‎Wakil Bupati Bantul, Joko B Purnomo, mencanangkan dimulainya program padat karya bantuan keuangan khusus (BKK) di Kabupaten Bantul. Dana program tersebut bersumber dari APBD DIY tahun 2022 senilai Rp160 juta per titik. 

Pencanangan program padat karya BKK dengan anggaran Provinsi DIY ini berlangsung di salah satu titik program padat karya BKK di Padukuhan Mancingan, RT 07, Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek, Bantul, pada Selasa (21/6/2022).

Baca Juga: Stok Hewan Kurban di Bantul Langka, Harga Melambung Tinggi

1. Menyasar 116 titik di Bantul‎

Wakil Bupati Bantul Canangkan Program Padat Karya 2022‎Wakil Bupati Bantul, Joko B Purnomo, dalam pencanangan program padat karya BKK di Kabupaten Bantul, Selasa (21/6/2022). (IDN Times/Daruwaskita)

Dalam sambutannya, Joko mengatakan program padat karya BKK ini berlangsung di 116 titik di 17 kapanewon di Bantul. Sebanyak 7 titik di antaranya tersebar di beberapa kalurahan yang ada di Kapanewon Kretek.

"Masih ada 100 lebih titik padat karya BKK yang bersumber dari APBD Provinsi DIY di 17 kapanewon yang ada di Kabupaten Bantul dengan nilai setiap titiknya Rp160 juta," ucapnya.

2. Sejumlah manfaat dari program padat karya‎

Wakil Bupati Bantul Canangkan Program Padat Karya 2022‎Program padat karya cor blok jalan. (IDN Times/Daruwaskita)

Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan program padat karya yang dipilih memiliki sejumlah manfaat. Diantaranya, pihak yang menentukan kebutuhan pembangunan adalah masyarakat sendiri karena diusulkan oleh masyarakat. 

Yang kedua adalah program padat karya ini dilaksanakan sendiri oleh masyarakat sehingga hasil dan kualitas pembangunannya diharapkan akan lebih baik karena nantinya akan dimanfaatkan terus menerus.

Manfaat ketiga, ada ongkos tukang dan tenaganya sehingga program ini bisa menyerap lebih dari 6.000 tenaga kerja khusus.

"Dan manfaat yang keempat adalah sesuai dengan visi Kabupaten Bantul yakni membangun Bantul yang harmonis, sejahtera berkeadilan sehingga ada kekompakan, sinergi pada masyarakat. Membangun sesuai dengan keinginan masyarakat," katanya.

Menurut Joko, 116 program padat karya BKK dari APBD DIY masih belum bisa merampungkan permasalahan di Bumi Projotamansari. Sebab, banyak titik-titik di Bantul ini yang harus diperbaiki sehingga Pemkab Bantul selalu bersinergi dengan institusi lain seperti dengan TNI yang memiliki proram TMMD dengan 3 titik di Pajangan, Dlingo dan Imogiri.

"Yang mengerjakan sinergitas antara bapak TNI, masyarakat namun kalau TMMD tidak ada honor. Semuanya gotong royong, holobis kuntul baris. Itu sebagai contoh merampungkan masalah di Kabupaten Bantul," ungkapnya.

3. Seluruh tukang dan tenaga yang terlibat program padat karya dilindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan

Wakil Bupati Bantul Canangkan Program Padat Karya 2022‎Penyerahan secara simbolis kartu BPJS-TK kepada pekerja program padat karya. (IDN Times/Daruwaskita)

Sementara, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bantul, Masrur Ari Wuryanto, mengatakan semua tenaga kerja dalam program padat karya terkover asuransi dari BPJS Ketenagakerjaan. Asuransi tersebut berupa jaminan kematian dan jaminan kecelakaan kerja.

Dengan begitu, saat ada pekerja yang mengalami kecelakaan atau meninggal mendadak saat mengerjakan proyek padat karya, bisa diklaimkan ke BPJS Ketenagakerjaan. Angka klaim kematian mencapai Rp42 juta yang diharapkan bisa meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.

"Ini semua terlaksana berkat kerja sama antara Pemkab Bantul dan BPJS Ketenagakerjaan. Saya berharap setelah program padat karya selesai ini kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan diteruskan karena biaya karena per bulannya hanya Rp16.800 untuk setiap peserta," katanya.‎

Baca Juga: COVID-19 Kembali 'Ngegas', Bantul Genjot Vaksinasi Booster

Hironymus Daruwaskita Photo Community Writer Hironymus Daruwaskita

Main sambil kerja

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Paulus Risang

Berita Terkini Lainnya