Comscore Tracker

Peserta Keluhkan Sepinya Pameran UMKM Pesparawi di JEC

Pelaku UMKM ajak masyarakat ramaikan JEC

Bantul, IDN Times - Para pelaku UMKM yang mengikuti pameran di Jogja Expo Center (JEC) di Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, mengeluhkan sepinya pengunjung. Tak hanya tak laku para peserta yang menyajikan kuliner harus merugi karena bahan baku kuliner yang tidak bertahan lama hanya dibuang karena membusuk.

Sepinya pameran UMKM yang menjadi bagian acara Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIII yang digelar pada tanggal 21-26 Juni 2022 ini sempat viral di media sosial. Namun, viralnya video yang diunggah akun TikTok @dhitssa tersebut ternyata belum mampu mendongkrak jumlah pengunjung sesuai harapan.

Baca Juga: Viral, Pameran Produk UMKM Pesparawi XIII di JEC Sepi Pengunjung

1. Sepi pengunjung‎ sejak dibuka

Peserta Keluhkan Sepinya Pameran UMKM Pesparawi di JECPameran produk UMKM di JEC yang sepi pengunjung. (Dok. Istimewa)

Suasana pameran UMKM di JEC yang menghadirkan pelaku UMKM dari 4 kabupaten dam 1 kota di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang sepi dibenarkan oleh salah satu pemilik lapak atau tenant, Diah. Menurutnya, sejak hari pertama pemeran UMKM yakni tanggal 19 Juni 2022, pengunjung sangat sepi. Berbeda dengan pameran UMKM lainnya yang sama-sama digelar di JEC.

"Sepi benar, hanya pelaku UMKM dan pekerjanya saja yang tampak ramai," katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (22/6/2022).

2. Ajak masyarakat ramaikan pameran UMKM di JEC‎

Peserta Keluhkan Sepinya Pameran UMKM Pesparawi di JECPameran produk UMKM di JEC yang sepi pengunjung. (Dok. Istimewa)

Hingga hari ke-4 pameran UMKM di JEC ini, kata Diah, diakui ada peningkatan jumlah pengunjung. Namun, tidak seramai yang dijanjikan oleh panitia atau event organizer (EO). Di mana dalam satu harinya pameran UMKM akan dikunjungi oleh ribuan orang.

"Hari ini sudah ada beberapa bus yang datang ke pameran UMKM namun tetap saja sepi. Ya tapi ada meningkat sedikitlah," ujarnya.

Diah berharap karena pameran UMKM ini peserta sebagian besar merupakan pelaku UMKM di DIY, masyarakat Yogyakarta diharapkan turut meramaikan pemeran UMKM agar pelaku UMKM ini segera bangkit dari pandemik COVID-19.

"Ayo datang, ramaikan pameran UMKM di JEC," pinta Diah.

3. Panitia janjikan sehari akan dihadiri ribuan pengunjung‎

Peserta Keluhkan Sepinya Pameran UMKM Pesparawi di JECPameran produk UMKM di JEC yang sepi pengunjung. (Dok. Istimewa)

Pemilik tenant Aneka Buah Kocok, Adi, mengatakan sepinya pengunjung dalam pameran UMKM di JEC ini menyebabkan dirinya sempat tidak membuka stan di JEC karena sama sekali tidak ada pembeli.

"Hari ke-2 pameran saya pilih nutup stan karena sama sekali tidak ada pembelinya," katanya.

Kemudian, pada hari berikutnya panitia menjanjikan akan banyak kunjungan dari peserta Pesparawi Nasional XIII. Namun setelah ditunggu juga tidak ada yang hadir.

"Hari ke-3 pameran saya hanya mengeluarkan 4 nota pembelian. Itu saja yang membeli adalah sesama pemilik stan yang ikut pameran di JEC," ungkapnya.

Meski enggan menyalahkan panitia, namun Adi mengaku kecewa dengan panitia yang sebelumnya menjanjikan ada 12-20 ribu pengunjung yang akan datang ke pameran UMKM. Dirinya pun ikut dengan membayar sewa stan sebesar Rp1 juta selama pameran berlangsung.

"Namun sampai hari ke-4 ini biaya sewa hingga bayar tenaga kerja hingga bahan baku untuk membuat minuman aneka buah kocok sama sekali belum balik modal," ungkapnya.

Adi berharap masyarakat untuk berbondong-bondong datang ke pameran UMKM yang akan berlangsung hingga tanggal 26 Juni 2022 di JEC untuk melariskan dagangan dari ratusan pelaku UMKM yang ikut pameran di JEC.

"Kita juga minta panitia Pesparawi untuk membawa rombongannya dari 34 provinsi di DIY untuk berkunjung dan melarisi produk UMKM di JEC," ungkapnya.‎

Baca Juga: Dari Hobi, Yo Caps Care Jadi Pionir Reparasi Topi di Jogja

Hironymus Daruwaskita Photo Community Writer Hironymus Daruwaskita

Main sambil kerja

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Paulus Risang

Berita Terkini Lainnya